MALANG POST – Pilihan sarana pendidikan dasar di Kota Batu terus bertambah. Masyarakat kini memiliki alternatif pendidikan berbasis karakter Islam dengan diresmikannya SDIT Bina Karakter Luhur oleh Wali Kota Batu, Nurochman, Kamis (30/7/2026).
Pilihan sekolah dasar berkualitas di Kota Batu terus bertambah. Kali ini, masyarakat memiliki alternatif baru dengan diresmikannya SDIT Bina Karakter Luhur oleh Wali Kota Batu, Nurochman, Kamis (30/7/2026).
Menurut Nurochman, yang akrab disapa Cak Nur, berdirinya sebuah lembaga pendidikan bukan sekadar menambah fisik bangunan atau ruang kelas baru. Lebih dari itu, sekolah merupakan bentuk investasi jangka panjang yang menentukan kualitas sumber daya manusia (SDM) Kota Batu pada masa mendatang.
“Sesungguhnya kita tidak hanya meresmikan sebuah bangunan sekolah. Kita sedang membuka ruang harapan. Di sekolah inilah mimpi anak-anak mulai disusun, karakter dibentuk, dan masa depan Kota Batu mulai dipersiapkan,” paparnya.
Menurutnya, manfaat sebuah sekolah tidak bisa diukur secara instan dari fisik bangunan yang berdiri hari ini. Dampaknya baru akan benar-benar terasa dalam satu hingga tiga dekade ke depan, saat para lulusannya telah berkiprah dan memberi kontribusi nyata di berbagai bidang kehidupan.
“Boleh jadi gedung ini baru berdiri hari ini. Namun, manfaatnya baru benar-benar kita rasakan 10, 20, bahkan 30 tahun mendatang. Dari ruang-ruang kelas ini, semoga lahir guru yang menginspirasi, dokter yang melayani, pengusaha yang membuka lapangan pekerjaan, ulama yang meneduhkan, hingga pemimpin yang mengabdikan diri penuh kepada masyarakat,” ungkapnya.
Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa setiap sekolah yang dibangun sejatinya merupakan investasi peradaban. Cak Nur juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Yayasan Bina Karakter Luhur yang mengambil peran aktif memperluas akses pendidikan berbasis nilai agama di Kota Batu.
Ia menambahkan, tugas mencerdaskan kehidupan bangsa tidak mungkin dibebankan penuh kepada pemerintah semata, melainkan membutuhkan sinergi dan kolaborasi erat dari seluruh elemen masyarakat.
“Pendidikan akan berkembang pesat apabila menjadi gerakan bersama antara pemerintah, keluarga, masyarakat, organisasi keagamaan, dan seluruh pemangku kepentingan,” tegasnya.

RESMIKAN: Wali Kota Batu, Nurochman saat meresmikan SDIT Bina Karaktet Luhur. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Sekolah sebagai Rumah Kedua yang Ramah Anak
Dalam beberapa pekan terakhir, Cak Nur memang intens berkeliling menyapa warga sekolah di Kota Batu. Mulai dari menghadiri Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), mengikuti agenda FKUB Goes to School, hingga menyapa ribuan anak dalam rangkaian Peringatan Hari Anak Nasional yang turut dihadiri Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto.
Dari rentetan peninjauan tersebut, ia menyimpulkan bahwa kebutuhan peserta didik saat ini tidak hanya sebatas menyerap ilmu pengetahuan secara akademis di dalam kelas.
“Mereka membutuhkan sekolah yang mampu menghadirkan rasa aman, menumbuhkan kepercayaan diri, membiasakan hidup disiplin, menghargai perbedaan, dan menanamkan kasih sayang kepada sesama,” ujarnyanya.
Atas dasar itu, Cak Nur menekankan komitmen Pemkot Batu untuk memastikan seluruh satuan pendidikan menjadi rumah kedua yang ramah bagi anak. Tidak boleh ada toleransi sedikit pun bagi praktik perundungan (bullying), kekerasan fisik maupun verbal, serta tindakan diskriminasi di lingkungan sekolah.
Sebaliknya, ekosistem pendidikan harus dirancang menjadi persemaian tumbuh suburnya nilai persahabatan, semangat gotong royong, dan budaya belajar yang menyenangkan.

Fondasi Agama dan Akselerasi Visi mBatu SAE
Dalam kesempatan tersebut, orang nomor satu di Pemkot Batu ini juga menggarisbawahi pentingnya pendidikan agama sebagai benteng moral dalam membentuk karakter murid. Pemahaman agama yang kuat dan benar justru akan melahirkan pribadi yang santun, menghormati sesama, mencintai tanah air, dan merawat persatuan.
“Itulah makna karakter luhur yang sesungguhnya,” katanya.
Ia melanjutkan, visi mBatu SAE yang tengah diusung Pemkot Batu tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur fisik atau pertumbuhan ekonomi semata. Lebih jauh dari itu, pemerintah bertekad mencetak generasi cerdas, berkarakter kokoh, sehat mental, dan berjiwa sosial tinggi.
Cak Nur berharap SDIT Bina Karakter Luhur mampu bertransformasi menjadi sekolah unggulan yang berprestasi, berakhlakul karimah, serta adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa mencabut akar nilai agama, kebangsaan, dan budaya lokal Kota Batu.
“Semoga dari sekolah ini lahir generasi yang cerdas, berkarakter luhur, menjunjung tinggi keberagaman, serta kelak memberi manfaat sebesar-besarnya bagi agama, bangsa, dan Kota Batu,” pungkasnya. (Ananto Wibowo/Ra Indrata)




