MALANG POST – Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Budiar Anwar, menghadiri Workshop Pengembangan Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan dalam rangka memperingati HUT ke-81 PGRI dan Hari Guru Nasional (HGN) 2026 di Gedung PGRI Kabupaten Malang, Pakisaji.
Upaya memperkuat benteng kualitas sumber daya manusia di panggung pendidikan Kabupaten Malang terus dipacu secara berkesinambungan.
Mengisi momentum akhir Oktober 2026, jajaran Pemerintah Kabupaten Malang merangkul ribuan pendidik lewat agenda penguatan kapasitas teknis.
Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Budiar Anwar, turun langsung membuka Workshop Pengembangan Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan.
Kehadiran Sekda didampingi sang istri yang juga Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Malang, Ny. Sari Widiyanti Budiar.
Hajatan pelatihan dipusatkan di Gedung PGRI Kabupaten Malang, Jalan Raya Karangpandan Nomor 21, Kecamatan Pakisaji, pada Sabtu (31/10/2026) pagi.
Kegiatan ini dihelat sebagai rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) sekaligus Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2026.
Forum edukasi ini dirancang bukan sebatas seremoni perayaan tahunan.
Workshop difungsikan sebagai ruang perjumpaan bagi para pendidik untuk saling bertukar pengalaman, menguji gagasan baru, serta mengasah keterampilan mengajar.
Budiar menggarisbawahi bahwa tolok ukur keberhasilan pelatihan tidak boleh berhenti pada lembaran kertas.
Ukuran keberhasilan workshop yang hakiki terletak pada sejauh mana materi yang didapat mampu diterapkan di ruang-ruang kelas.
“Saya berharap peserta mengikuti kegiatan ini secara aktif. Jangan hanya mengejar sertifikat, tapi susun langkah konkret untuk diterapkan di sekolah masing-masing,” tegas Budiar, Sabtu (31/10/2026).
Siasat Adaptasi Kurikulum dan Teknologi
Dalam pandangan Budiar, lanskap dunia pendidikan saat ini bergerak amat cepat dan dinamis.
Para guru dihadapkan pada serangkaian tantangan kompleks yang membutuhkan penguasaan kompetensi profesional berkelas.

Mulai dari penyesuaian perubahan kurikulum nasional, penguasaan teknologi digital, tantangan karakter peserta didik yang beragam, hingga penguatan literasi serta numerasi dasar.
Kondisi tersebut mengharuskan setiap tenaga pendidik untuk membuang jauh-jawab pola mengajar kuno.
Guru dituntut terus belajar (lifelong learning) guna mengimbangi kecepatan perkembangan ilmu pengetahuan.
Budiar menegaskan peran guru amat strategis karena tidak hanya bertugas men transfer ilmu pengetahuan di papan tulis.
Guru adalah benteng teladan moral, pembimbing karakter, serta pengasah potensi anak didik dalam kehidupan sehari-hari.
“Adaptasi teknologi, penguasaan metode mengajar yang inovatif, serta pemahaman karakter siswa menjadi aspek penting yang harus terus diperkuat,” tambahnya.
Sinergi dan Ekosistem Pembelajaran Berkelanjutan
Lebih jauh, Sekda menekankan pentingnya membangun jejaring profesional (professional network) antarguru di Kabupaten Malang.
Melalui wadah PGRI, para tenaga kependidikan diharapkan saling menginspirasi dan membagikan praktik-praktik pembelajaran terbaik (best practices).
Momentum HUT ke-81 PGRI dan HGN 2026 menjadi titik balik untuk merefleksikan kembali besarnya pengabdian guru dalam mencetak generasi penerus bangsa.
Pemerintah Kabupaten Malang berkomitmen untuk terus mendukung setiap langkah penguatan kapasitas tenaga pendidik di seluruh pelosok desa.
Sinergi yang kokoh antara pemerintah daerah, organisasi profesi PGRI, dan insan pendidikan diyakini menjadi kunci utama mewujudkan mutu pendidikan yang merata.
Melalui guru yang berkarakter, unggul, dan berdaya saing, Kabupaten Malang optimistis sanggup mencetak generasi emas masa depan. (PKP/Ra Indrata)




