MALANG POST – Skuad Arema FC mengesampingkan pencapaian individu dan memilih fokus penuh, mengevaluasi kerapian lini pertahanan serta mengasah transisi permainan, demi merebut tiga poin penuh saat bertandang ke markas Garudayaksa FC pada laga pekan ke-5 Super League 2026/2027 di Stadion Pakansari, Bogor, Sabtu (17/10/2026).
Keberhasilan menyabet penghargaan resmi Player of the Match versi kompetisi saat Arema FC ditahan imbang Bhayangkara FC 2-2, di Stadion Kanjuruhan pada Sabtu (10/10/2026) lalu, ternyata sama sekali tidak membuat winger asal Brasil, Marcos Vinicius, jemawa.
Satu gol cantik dan satu assist yang disumbangkannya pada babak kedua, dirasa belum lengkap.
Sebab, kontribusi maksimalnya tersebut belum sanggup mengunci kemenangan penuh bagi publik Malang.
Pemain berusia 28 tahun itu memilih mengesampingkan piala puji-pujian individu tersebut.
Bagi Vinicius, instruksi dan filosofi pelatih kepala Marcos Santos, mengenai pentingnya kebersamaan serta kedalaman skuad kolektif berada jauh di atas ego pribadi.
“Seperti yang dikatakan pelatih, kami tidak memiliki tim utama yang tetap. Kami memiliki sebuah kelompok yang kuat. Dalam sepak bola, kami membangun sebuah keluarga,” tutur Marcos Vinicius.
Membenahi Kelengahan dan Mengasah Senjata Taktis
Dua hasil imbang beruntun di kandang sendiri, saat menjamu Persik Kediri (1-1) dan Bhayangkara FC (2-2), diakui Vinicius sempat menghadirkan rasa kecewa di hati para pendukung dan ruang ganti pemain.
Namun, rentetan hasil kurang memuaskan tersebut tidak lantas merobohkan mentalitas bertanding anak-asuh Marcos Santos.
Usai mendapat jatah libur sehari, para pilar Singo Edan langsung memeras keringat di lapangan latihan.
Fokus utama persiapan pekan ini difokuskan pada evaluasi mendasar sektor pertahanan, yang terkesan gampang kebobolan di interval babak pertama.
Di samping membenahi celah kelengahan, Vinicius melihat ada progres taktis yang sangat menjanjikan dari pekan ke pekan.
Yakni kecepatan transisi dari bertahan ke menyerang (defensive-to-offensive transition) serta tingkat efektivitas pemanfaatan skema bola mati (set piece).
“Sekarang waktunya bagi kami untuk berlatih keras sepanjang pekan ini sekaligus memperbaiki kekurangan tim.”
“Kami sangat optimistis dan percaya diri untuk berburu tiga poin di laga tandang selanjutnya,” tegas pemain bernomor punggung 98 ini.
Optimisme Otusanya Menatap Pakansari
Nada optimistis senada ditiupkan oleh striker muda berpaspor Nigeria, Oluwasegun Samuel Otusanya.
Penyerang jangkung 22 tahun pencetak gol penyeimbang di Kanjuruhan itu menilai Arema FC sejatinya tampil sangat mendominasi pada laga sebelumnya, hanya saja belum dinaungi keberuntungan (dewi fortuna).
Kini, seluruh elemen pemain menyatukan tekad untuk membakar semangat bertanding menjelang keberangkatan ke Bogor.
Status Garudayaksa FC sebagai tim promosi tidak membuat skuad Singo Edan memandang sebelah mata.
Arema FC dipastikan bakal tampil habis-habisan di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, pada Sabtu (17/10/2026) sore mendatang demi memutus tren seri dan mengamankan posisi di papan atas klasemen Super League.
“Kami tidak boleh meratapi hasil lalu. Sekarang seluruh tim harus fokus penuh menatap laga ke depan. Saya sangat yakin tim ini akan segera meraih kemenangan,” pangkas Samuel Otusanya. (Ra Indrata)




