PENGUSAHA: Bupati Malang, HM Sanusi bersama pengurus HIPMI Malang dan HIPMI PT Universitas Brawijaya. (Foto: Suseno/Malang Post)
MALANG POST – Mahasiswa tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi, atau pelaku perdagangan. Mereka juga ditantang menciptakan inovasi, mengembangkan teknologi, dan mengolah kekayaan alam Indonesia menjadi produk bernilai tambah.
Pesan itu disampaikan Bupati Malang, HM Sanusi, saat menghadiri pelantikan Pengurus Kabinet Ananta Karya Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Perguruan Tinggi (HIPMI PT) Universitas Brawijaya (UB) periode 2026–2027 di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Jumat (9/10/2026) malam.
Sanusi berharap HIPMI PT UB tidak berhenti sebagai wadah organisasi mahasiswa. Organisasi tersebut perlu menjadi ruang lahirnya pengusaha muda, yang mampu mengembangkan gagasan menjadi karya nyata dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Menurutnya, Indonesia memiliki kekayaan alam yang besar. Namun, potensi tersebut perlu diimbangi kemampuan mengolah bahan mentah menjadi produk bernilai tambah di dalam negeri.
“Kekayaan harus diolah oleh bangsa sendiri agar hasil kekayaan Indonesia mampu memajukan negara Indonesia,” tegas Sanusi.
Bagi Sanusi, tantangan tersebut sekaligus menjadi peluang bagi mahasiswa. Lingkungan perguruan tinggi menyediakan ruang untuk mengembangkan riset, menguji gagasan, dan menghasilkan inovasi yang dapat diterapkan dalam kegiatan ekonomi.
Karena itu, HIPMI PT diharapkan mampu membangun budaya kewirausahaan yang tidak semata-mata berorientasi pada perdagangan, tetapi juga pada penciptaan produk, pengembangan teknologi, dan peningkatan kapasitas produksi.
Pertanian Jadi Salah Satu Prioritas
Salah satu sektor yang mendapat perhatian Sanusi adalah pertanian. Ia mendorong mahasiswa mengembangkan inovasi di sektor tersebut, untuk meningkatkan produktivitas sekaligus mendukung agenda swasembada pangan.

BERI TANTANGAN: Bupati Malang, HM Sanusi saat memberikan sambutan pada pelantikan HIPMI PT Universitas Brawijaya di Pendopo Agung Kabupaten Malang. (Foto: Suseno/Malang Post)
“Kita berharap HIPMI bisa menemukan inovasi, terutama di bidang pertanian, agar mampu meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujarnya.
Menurut Sanusi, riset mahasiswa perlu diarahkan agar menghasilkan solusi yang dapat diterapkan di lapangan.
Pengembangan teknologi pertanian, misalnya, diharapkan mampu meningkatkan hasil produksi dan memberikan nilai tambah bagi petani.
Dengan demikian, hasil penelitian tidak hanya berhenti sebagai kajian akademik, tetapi dapat berkembang menjadi teknologi maupun model usaha yang menjawab kebutuhan masyarakat.
“Tugas mahasiswa mampu menghasilkan riset dan dikembangkan agar ada peningkatan produksi pertanian. Negara harus hadir agar peningkatan produksi pertanian meningkat,” katanya.
Sanusi juga mengingatkan agar pengusaha muda tidak hanya berorientasi pada pasar luar negeri. Penguatan produksi dan pasar domestik, perlu berjalan beriringan agar produk yang dihasilkan di dalam negeri mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
Ia meminta HIPMI PT menjadi salah satu penggerak ekosistem usaha berbasis inovasi, dengan melibatkan kemampuan akademik, kreativitas, dan semangat kewirausahaan mahasiswa.
“Jadikan organisasi ini menjadi tempat inovasi dan mampu melahirkan teknologi yang meningkatkan hasil produksi di segala bidang,” pesannya.
Kabinet Ananta Karya Mulai Bertugas
Dalam kesempatan tersebut, Sanusi menyampaikan selamat kepada pengurus HIPMI PT UB yang baru dilantik. Ia berharap kepengurusan Kabinet Ananta Karya periode 2026–2027 dapat menjalankan amanah organisasi sekaligus menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat dan negara.

MULAI KERJA: Pelantikan pengurus kabinet ananta karya HIPMI PT Universitas Brawijaya. (Foto: Suseno/Malang Post)
Sementara itu, Achmed Fatan Syauqi menyebut pergantian kepemimpinan merupakan bagian dari regenerasi organisasi. Ia mengajak seluruh pengurus menyatukan semangat untuk membawa nama Universitas Brawijaya melalui prestasi dan karya.
“Satukan semangat, satukan niat kita rebut prestasi yang mengharumkan nama mahasiswa UB. HIPMI berdaya, berkarya,” kata Achmed.
Ia menambahkan, HIPMI PT UB akan membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak. Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperluas kesempatan mahasiswa untuk terlibat dalam kegiatan kewirausahaan dan pembangunan di berbagai sektor.
Pelantikan itu turut dihadiri perwakilan HIPMI PT se-Malang serta BPC HIPMI Kota Malang.
Kepengurusan baru Kabinet Ananta Karya kini menghadapi tantangan untuk menerjemahkan semangat organisasi menjadi program yang terukur.
Bagi HIPMI PT, penguatan jejaring usaha perlu berjalan bersama pengembangan inovasi agar mahasiswa tidak hanya siap memasuki dunia bisnis, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha dan nilai tambah bagi perekonomian. (Suseno/Ra Indrata)




