PENDIDIK: Kepala SDN 4 Sitiarjo, IIn Khameliyati, mendampingi siswa kelas 5 yang sedang mengikuti kegiatan belajar mengajar di ruang kelas, Rabu (7/10/2026). (Foto: Diky Prasetyo/Malang Post)
MALANG POST – Kepala SDN 4 Sitiarjo, Iin Khameliyati, menggenjot kegiatan ekstrakurikuler akademik dan non-akademik di Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Rabu (7/10/2026), guna melejitkan prestasi siswa sekaligus meningkatkan daya tarik sekolah agar impian meraih ratusan murid terwujud.
Memiliki ratusan peserta didik, menjadi impian yang realistis sekaligus mulia bagi seorang kepala sekolah, yang mengabdi di satuan pendidikan dengan keterbatasan jumlah murid.
Guna mewujudkan asa tersebut, salah satu strategi kunci yang ditempuh adalah mengintensifkan kegiatan ekstrakurikuler, untuk mendongkrak daya saing sekolah serta melejitkan potensi peserta didik.
Langkah strategis itulah yang kini tengah digencarkan oleh Iin Khameliyati, S.Pd., Kepala SDN 4 Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang.
Iin menjelaskan, SDN 4 Sitiarjo saat ini memacu program ekstrakurikuler non-akademik dan akademik yang menyasar siswa kelas 3, 4, 5, dan 6.
Langkah ini diambil agar para siswa yang sudah meraih trofi juara, dapat mempertahankan prestasinya, bahkan meningkatkannya ke jenjang yang lebih tinggi.

Kepala SDN 4 Sitiarjo, Iin Khameliyati. (Foto: Diky Prasetyo/Malang Post)
“Program ekstra akademik ini disiapkan pula untuk menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA). Harapan kami, SDN 4 Sitiarjo ke depan konsisten melahirkan siswa-siswi berprestasi,” terang Iin, Rabu (7/10/2026).
Guna mengasah bakat, minat, dan potensi tersembunyi peserta didik di luar jam pelajaran reguler, SDN 4 Sitiarjo menggelar latihan ekstrakurikuler non-akademik secara rutin sepekan sekali.
“Untuk ekstrakurikuler non-akademik yang saat ini kami tonjolkan adalah seni tari tradisional yang diikuti oleh seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6,” ujarnya.
Dampak positif dari unjuk kebolehan tim tari sekolah mulai dirasakan masyarakat. Meski ruang lingkup pementasannya masih berskala lokal di tingkat Desa Sitiarjo.
Penampilan tersebut bukan sekadar pentas seni biasa, melainkan bukti nyata kontribusi sekolah dalam menyemarakkan kegiatan masyarakat sekaligus melestarikan budaya daerah.
Potret perjuangan pendidik berhijab asal Kabupaten Kediri ini, mencerminkan ketangguhan yang luar biasa.
Sebagai ASN yang diberi amanah memimpin sekolah dengan jumlah siswa yang terbilang minim—yakni hanya 44 anak—tantangan ini membutuhkan gaya kepemimpinan yang kreatif, adaptif, dan berorientasi pada pendekatan kemasyarakatan.
Kendati demikian, Iin berkomitmen penuh untuk terus mengabdi sebagai wujud dedikasi tinggi terhadap pemajuan dunia pendidikan di wilayah pelosok.
“Tentu secara bertahap, mengingat saya baru lima bulan menjabat sebagai Kepala SDN 4 Sitiarjo. Saya juga rutin meluangkan waktu untuk bersilaturahmi (sowan) ke rumah warga sekitar.”
“Tujuannya untuk membangun hubungan harmonis serta memperkuat kemitraan antara pihak sekolah dan masyarakat setempat,” pungkas Iin. (Diky Prasetyo/Ra Indrata)




