MALANG POST — Masjid Nurul Huda di Dusun Krajan II, Desa Tumpakrejo, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang, lebih ramai dari biasanya, Minggu (4/10/2026) dini hari.
Sekitar 500 jamaah berkumpul untuk mengikuti Sholat Subuh Keliling (Suling) berjamaah, yang dihadiri langsung Bupati Malang H.M. Sanusi.
Tidak sekadar beribadah bersama, kegiatan tersebut juga menjadi ruang silaturahmi sekaligus menghadirkan sejumlah layanan publik bagi masyarakat.
Rombongan Bupati tiba sekitar pukul 03.45 WIB dan disambut jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Kalipare. Sekitar pukul 04.05 WIB, jamaah melaksanakan Sholat Subuh berjamaah.
Sanusi hadir didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Malang, Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Budiar Anwar, serta jajaran Forkopimda dan Forkopimcam.
Di antaranya Kapolsek Kalipare AKP Fariz Kautsar Rahmadhani, yang mewakili Kapolres Malang dan Danramil 0818/13 Kalipare Kapten Cke. Bakirin, mewakili Dandim 0818 Malang-Batu.
Hadir juga Camat Kalipare Heru Irawan Aji, Ketua PD DMI Kabupaten Malang Drs. KH. Imam Sibaweh, Ketua MUI KH. Misno Fadhol Hija dan Ketua Baznas Khoirul Hafid Fanani.
Termasuk Pengasuh Ponpes Shirotul Fuqoha II KH. Nur Sodiq Aqrom, Ketua FKUB Gus Sholeh, jajaran OPD, kepala desa se-Kecamatan Kalipare, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta Banser.
Suling Jadi Ruang Silaturahmi
Takmir Masjid Nurul Huda, yang diwakili H. Mashudi menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati Malang dan rombongan.
“Kami mengucapkan banyak terima kasih telah hadir dan mendukung kegiatan subuh keliling ini. Terima kasih juga atas bantuan untuk pembangunan Masjid Nurul Huda,” ujarnya.
Ketua DMI Kabupaten Malang KH. Imam Sibaweh mengatakan, program Suling telah rutin digelar dua kali dalam sepekan sejak Desember 2025.

KOMPAK: Bupati Malang bersama jajaran Forkopimda, Forkopimcam, Ketua DMI, MUI, tokoh agama dan tokoh masyarakat berpose bersama usai kegiatan Sholat Subuh Keliling. (Foto: Diky Prasetyo/Malang Post)
Program tersebut diharapkan tidak hanya menjadi agenda pemerintah dan tokoh agama, tetapi juga mampu mendorong semakin banyak masyarakat membiasakan diri melaksanakan salat berjamaah.
“Semoga dengan adanya Suling ini, jamaah di masjid semakin banyak. Kami juga mendorong pembiasaan sholat berjamaah di sekolah-sekolah,” katanya.
Puncak kegiatan ditandai penyerahan bantuan secara simbolis oleh Bupati Sanusi, untuk pembangunan Masjid Nurul Huda.
Dalam sambutannya, Sanusi mengatakan Suling menjadi salah satu sarana memperkuat silaturahmi antara pemerintah daerah dengan masyarakat.
Program tersebut juga menjadi bagian dari semangat Malang Makmur.
Di hadapan jamaah, Sanusi memaparkan sejumlah program pembangunan Kabupaten Malang. Salah satunya pembangunan infrastruktur jalan jalur Karangkates-Donomulyo.
Selain infrastruktur, pemerintah daerah juga menyiapkan rencana pendirian SMA Taruna di wilayah Pagak.
Di bidang kesehatan, peningkatan pelayanan dilakukan melalui penyediaan armada ambulans dan program BPJS.
Sanusi juga menyampaikan rencana pengembangan industri garam di wilayah Donomulyo, sebagai salah satu upaya mengembangkan potensi ekonomi daerah.
Ajak Warga Perbanyak Istighfar
Di tengah kondisi kemarau yang masih dirasakan sejumlah wilayah, Sanusi mengajak masyarakat memperbanyak istighfar dan sholawat. Ia juga mengajak warga melaksanakan Sholat Istisqo sebagai ikhtiar memohon turunnya hujan.
Ajakan tersebut disampaikan dengan mengaitkan kondisi kekeringan dan dampak kebakaran hutan yang terjadi di sejumlah wilayah, serta musibah gempa yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Allah akan menolong hambanya jika hambanya sering menolong yang lain. Mari kita jaga anak-anak kita dari hal-hal yang tidak diinginkan dan krisis moral seperti korupsi dan narkoba,” pesan Sanusi.
Pesan tersebut menjadi bagian dari penekanan Sanusi agar pembangunan tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga berjalan beriringan dengan pembinaan sosial dan moral masyarakat.
Layanan Publik Dibawa ke Masjid
Suling di Kalipare juga diikuti pelayanan publik secara langsung. Pemerintah Kabupaten Malang membuka sejumlah layanan yang dapat dimanfaatkan warga di lokasi kegiatan.
Masyarakat mendapatkan pelayanan administrasi kependudukan gratis dengan layanan KTP langsung jadi. Selain itu, tersedia pelayanan kesehatan gratis, Suling Smart, serta pasar sembako murah.
Dengan pola tersebut, kegiatan keagamaan tidak hanya menjadi ruang pertemuan antara pemerintah dan masyarakat, tetapi sekaligus menjadi kesempatan bagi warga mendapatkan pelayanan tanpa harus datang ke kantor pemerintahan.
Setelah rangkaian kegiatan selesai, Bupati Sanusi bersama rombongan meninjau sejumlah layanan yang tersedia sebelum mengikuti ramah tamah.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama. Rombongan Bupati meninggalkan lokasi sekitar pukul 05.46 WIB. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif. (Diky Prasetyo/Ra Indrata)




