PPSN: Rektor UIN Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, mendampingi Menag RI, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A, saat pembukaan PPSN VI di Ponpes A -Nur II Al-Murtadlo, Bululawang. (Foto: Istimewa)
MALANG POST – Menteri Agama RI Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar membuka Perkemahan Pramuka Santri Nusantara VI 2026 di Pondok Pesantren An-Nur II Bululawang, Kabupaten Malang, Rabu (30/9/2026), yang dihadiri Rektor UIN Malang Prof. Ilfi Nur Diana guna menggembleng kepemimpinan dan kemandirian santri.
Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI Tahun 2026 resmi dibuka oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A., di Pondok Pesantren An-Nur II Al-Murtadlo, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Perhelatan akbar yang berlangsung sejak 30 September hingga 6 Oktober 2026 ini mempertemukan puluhan ribu Pramuka Santri dari pelbagai pelosok Nusantara.
Dalam momentum perkemahan nasional tersebut, Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., CAHRM., CRMP, turut hadir secara langsung. Prof. Ilfi didampingi oleh Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama (AAKK) UIN Malang, Ita Hidayatus Sholihah, S.Ag., M.M.
Kehadiran pimpinan UIN Malang tersebut menjadi bentuk komitmen nyata perguruan tinggi dalam menyokong pembinaan karakter generasi muda Islam. Menurut Prof. Ilfi, PPSN VI bukan sekadar kegiatan perkemahan outdoor biasa, melainkan laboratorium pembentukan karakter, kedisiplinan, dan potensi kepemimpinan santri.
“Senang sekali bisa membersamai para santri dari seluruh penjuru Indonesia dalam PPSN VI ini. Kegiatan seperti ini memberikan pengalaman yang sangat berharga. Mereka digembleng untuk memiliki jiwa kepemimpinan, kemandirian, kedisiplinan, semangat gotong royong, sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian alam,” ujar Prof. Ilfi, Jumat (2/10/2026).
Ia menilai tema utama PPSN VI, yakni “Santri Menjaga Alam, Santri Menjaga Negeri”, memiliki pesan moral yang sangat relevan dengan tantangan zaman. Menjaga alam merupakan wujud tanggung jawab ekologis, sedangkan menjaga negeri membutuhkan generasi muda berkarakter tangguh yang siap mengambil peran kepemimpinan nasional.
Prof. Ilfi menggarisbawahi bahwa kegiatan kepramukaan memiliki keterkaitan erat dengan sistem pendidikan pesantren. Keduanya berjalan beriringan dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan, kedisiplinan, kemandirian, solidaritas, serta pembentukan akhlak mulia.
Rangkaian pembukaan PPSN VI diresmikan dengan peluncuran (launching) Satuan Karya (Saka) Amal Bakti sebagai wadah pembinaan Gerakan Pramuka di lingkungan Kementerian Agama. Dalam amanatnya, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa kegiatan Pramuka Santri memiliki keistimewaan tersendiri dan menjadi bagian dari upaya meneladani sunah Rasulullah SAW.
“Pada malam yang penuh berkah ini, kita menyaksikan banyak hal istimewa. Kita bersyukur bahwa apa yang kita laksanakan malam ini sesungguhnya adalah bagian dari merawat dan mewarisi kebiasaan Rasulullah SAW,” tutur Menag.
Menag kemudian mengaitkan kegiatan kepramukaan dengan kebiasaan Rasulullah SAW yang sangat menyukai aktivitas fisik, ketangkasan, dan olahraga. Beliau menceritakan kisah Rukanah, seorang pegulat kuat yang dikalahkan Rasulullah SAW, sebagai simbol pentingnya kekuatan fisik, keandalan mental, serta ketahanan jiwa dalam menghadapi tantangan zaman.
Melalui kegiatan Pramuka, para santri dilatih untuk memiliki ketahanan fisik yang prima sekaligus membangun jiwa berani, mandiri, kompetitif, serta berkapasitas sebagai calon pimpinan masa depan.
Kehadiran Rektor serta Kepala Biro AAKK UIN Malang sekaligus mempererat silaturahmi kelembagaan antara UIN Malang dan jaringan pesantren. Sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang memiliki tradisi integrasi sains dan Islam yang kuat, UIN Malang terus membuka ruang kolaborasi untuk mencetak SDM unggul dari kalangan santri. (Eka Nurcahyo)




