MALANG POST – Sebanyak 810 mahasiswa baru Program Pascasarjana Universitas Islam Malang mengikuti pembukaan OSHIKA MABA 2026 di Hall KH Abdurrahman Wahid Unisma, Malang, Jumat (2/10/2026), yang dihadiri Menteri Agama RI Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A., guna memperkuat kedisiplinan akademis dan keluhuran niat.
Universitas Islam Malang (Unisma) resmi menyambut 810 mahasiswa baru Program Pascasarjana melalui rangkaian Orientasi Studi dan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (OSHIKA MABA) 2026.
Pembukaan kegiatan akademik tersebut digelar di Hall KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Gedung Ali Bin Abi Thalib Lantai 7 Unisma, Jumat (2/10/2026).
Para peserta terdiri atas mahasiswa Program Magister (S2), Doktor (S3), serta jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang berasal dari pelbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara—termasuk mahasiswa internasional asal Sierra Leone dan Timor Leste.

SELAMAT DATANG: Pembukaan OSHIKA MABA Program Pascasarjana 2026 Unisma, dihadiri langsung oleh Menteri Agama (Menag) RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA. (Foto: M. Abd. Rachman Rozzi/Malang Post)
Sebagian mahasiswa program RPL mengikuti seremoni pembukaan secara daring via Zoom karena tuntutan tugas profesional.
Pembukaan OSHIKA MABA Pascasarjana 2026 ini dihadiri langsung oleh Menteri Agama (Menag) RI, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A., bersama Rektor Unisma, Prof. Dr. H. Junaidi, M.Pd., Ph.D.; Direktur Pascasarjana Unisma, Prof. H.M. Mas’ud Said, M.M., Ph.D.; serta jajaran pimpinan dan pimpinan fakultas di lingkungan Unisma.
Menag: Luruskan Niat, Cari Keberkahan
Dalam orasi kebangsaan dan keagamaan, Menag Nasaruddin Umar mengingatkan seluruh mahasiswa baru tingkat pascasarjana, agar tidak menjadikan jenjang pendidikan magister dan doktor sekadar arena pemburu gelar formal atau kepentingan pragmatis duniawi.
Sebagai kampus berlatar belakang Nahdlatul Ulama (NU) yang didirikan oleh para ulama dan auliya, Unisma dipandang mengemban nilai-nilai historis dan spiritual yang sangat kuat.
”Jika berkuliah di Unisma, niatnya harus ditata secara luhur, bukan untuk kepentingan duniawi semata. Sesuai dengan semboyannya, Anfa’uhum linnas (sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesama).”

“Unisma ini adalah warisan para auliya Allah, ada gudang keberkahan di sini. Carilah keberkahan keilmuan itu,” tutur Nasaruddin, Jumat (2/10/2026).
Rektor Unisma, Prof. Junaidi, menyampaikan bahwa kehadiran Menteri Agama, memberikan suntikan motivasi moral yang sangat berharga bagi para civitas akademika baru.
Ia meminta mahasiswa pascasarjana meneladani rekam jejak dan ijtihad pemikiran para pendiri Unisma, salah satunya mendiang Prof. K.H. M. Tolchah Hasan.
”Pesan utamanya adalah menata niat sejak awal. Unisma didirikan oleh para ulama bukan sekadar menjadi tempat menuntut ilmu pengetahuan, melainkan juga menautkan nilai keberkahan dan kebermanfaatan sosial bagi umat,” tegas Prof. Junaidi.
Pascasarjana Buka Prodi Baru, Tekankan Budaya Menulis
Sementara itu, Direktur Pascasarjana Unisma, Prof. H.M. Mas’ud Said, M.M., Ph.D., memberikan pembekalan teknis terkait kedisiplinan perancangan dan penyelesaian tesis serta disertasi tepat waktu.
Menurutnya, hambatan terbesar mahasiswa tingkat magister dan doktor adalah kebiasaan menunda-nunda riset (procrastination).

“Tidak perlu menunggu karya ilmiah sempurna 100 persen baru mulai menulis. Yang terpenting adalah kedisiplinan dan konsistensi. Jika targetnya 10 jam kerja, minimal selesai lima halaman draf sehari,” terang Mas’ud.
Ia menambahkan, kunci sukses studi tingkat pascasarjana, terletak pada habituasi membaca literatur bereputasi, keaktifan meneliti, keberanian menguji gagasan, serta memperluas jejaring (networking) dengan para ahli dan dosen lintas disiplin ilmu.
Selain itu, penguasaan bahasa asing menjadi instrumen krusial untuk menembus publikasi jurnal internasional bereputasi (Scopus/Sinta).
”Keterbatasan penguasaan bahasa asing bukan alasan untuk berhenti memproduksi karya ilmiah. You have to know yourself—kenali kekuatan dan kelemahan diri untuk menentukan strategi belajar yang tepat,” tandasnya.
Saat ini, Pascasarjana Unisma juga terus melakukan akselerasi kelembagaan dengan membuka dan mengembangkan sejumlah program studi baru, di antaranya Program Doktor Ilmu Pemerintahan, Program Doktor Pendidikan Bahasa Inggris, serta Magister Akuntansi. (M. Abd. Rachman Rozzi)




