MALANG POST – Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang menghubungkan sebanyak 166 titik anjungan air siap minum ke dalam sistem pemantauan digital berbasis sensor guna menjamin kualitas dan kelancaran pasokan air bagi warga Kota Malang, Rabu (23/9/2026).
Menyediakan fasilitas air minum gratis yang sehat dan higienis di ruang-ruang publik modern adalah indikator kemajuan sebuah kota. Namun, menjaga agar aliran air keran siap minum tersebut tetap steril, aman dari kuman, serta terbebas dari aksi jahat tangan-tangan jahil tentu membutuhkan pengawasan teknologi tingkat tinggi.
Langkah digitalisasi itulah yang kini diterjunkan oleh Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang.
Direktur Utama Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang, Priyo Sudibyo, membeberkan bahwa sebanyak 166 titik anjungan air siap minum yang tersebar di wilayah Kota Malang kini telah terintegrasi dengan sistem pemantauan digital.
Sistem canggih ini bekerja mendeteksi secara otomatis jika terjadi penurunan indikator kualitas air maupun gangguan pasokan pada jaringan anjungan.
”Ketika indikator sensor di sistem kami menyala, petugas akan langsung meluncur ke lokasi untuk memeriksa filter hingga jaringan air,” terang Priyo dalam talkshow Idjen Talk Radio City Guide FM, Rabu (23/9/2026).
Tak cuma mengandalkan sensor digital, petugas Tugu Tirta melakoni inspeksi fisik secara berkala saban dua hari sekali.
Tim lapangan mengelilingi seluruh anjungan untuk membersihkan perangkat dan memastikan fasilitas publik ini berfungsi normal.
Guna menghapus keraguan warga, Tugu Tirta menempelkan hasil uji laboratorium kualitas air pada fisik anjungan.
Pemeriksaan kualitas air diuji secara ketat melalui Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Dinkes Kota Malang serta laboratorium internal Tugu Tirta dengan mengacu pada Permenkes Nomor 2 Tahun 2023 tentang Kesehatan Lingkungan.
”Jika sistem mendeteksi kualitas air menurun, kran anjungan akan otomatis terkunci dan dihentikan sementara sampai penanganan teknis selesai,” tegas Priyo.
Keberadaan anjungan air minum ini mendapat sambutan hangat dari jajaran kepolisian.
Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Danang Setiyo, mengonfirmasi bahwa anjungan air siap minum yang terpasang di Mapolresta Malang Kota tidak hanya dimanfaatkan oleh personel, melainkan terbuka gratis bagi warga yang mengurus pelayanan dokumen.
Melihat besarnya manfaat air bersih, Kombes Pol Danang berencana melebarkan pemasangan anjungan air siap minum ke lima kantor polsek di bawah jajaran Polresta Malang Kota.
”Ini bagian dari peningkatan layanan publik sekaligus membiasakan budaya minum air putih sehat. Fasilitas ini wajib kita jaga bersama,” ungkap Danang.
Kendati demikian, Priyo Sudibyo tak menampik bahwa anjungan air siap minum di ruang terbuka masih sangat rentan terkena aksi vandalisme dan pengrusakan oleh oknum tak bertanggung jawab.
Bila terjadi kerusakan akibat vandalisme, Tugu Tirta butuh waktu perbaikan hingga dua hari yang merugikan masyarakat umum lantaran layanan terhenti sementara.
Tantangan ini diulas oleh Ketua Pusat Kajian Kebijakan Publik FIA Unisma, Retno Wulan Sekarsari.
Retno menilai keberadaan anjungan air siap minum merupakan langkah konkret inovasi pelayanan publik yang tergolong langka di Indonesia.
Ia mendorong Tugu Tirta menggandeng investor dan instansi pendidikan untuk memperluas jangkauan anjungan ke area pasar, sekolah, kampus, dan pusat keramaian.
”Perluasan jaringan ini wajib dibarengi dengan sosialisasi cara pemanfaatan dan edukasi bersama agar warga ikut memiliki dan menjaga fasilitas dari pengrusakan,” pangkas Retno. (Yolanda Oktaviani/Ra Indrata)




