MALANG POST – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Batu memacu proses regenerasi dan pembinaan atlet ring 2 guna mengantisipasi ancaman absennya 35 atlet ring 1 akibat terbentur regulasi batasan usia menjelang Porprov X Jatim 2027, Jumat (18/9/2026).
Mencetak atlet berprestasi tinggi bukanlah proses instan yang bisa disulap dalam sekejap mata. Ketika barisan atlet andalan terbentur tembok usia, keberanian melakoni regenerasi sejak dini menjadi kuncinya.
Tantangan pembinaan itulah yang kini dihadapi oleh KONI Kota Batu.
Ketua KONI Kota Batu, Sentot Ariwahyudi, membeberkan bahwa sebanyak 35 atlet kategori ring 1 di Kota Batu berpotensi absen dalam pergelaran Porprov X Jatim 2027 mendatang.
Penyebab utamanya murni karena terganjal aturan batas usia maksimal peserta.
“Regenerasi atlet itu tidak mudah dan butuh proses panjang. Maka dari itu, kami maksimalkan pembinaan atlet ring 2 untuk mengkover kebutuhan skuad,” ujar Sentot dalam talkshow di Idjen Talk, Radio City Guide FM, Jumat (18/9/2026).
Sentot menjelaskan bahwa KONI Kota Batu membagi kategori atlet ke dalam tiga ring agar alur pelapis berjalan berkesinambungan.
Guna berburu bibit unggul, pihaknya menjalin kemitraan dengan sekolah-sekolah serta lembaga yang mengantongi SDM muda potensial.
Terkait target medali pada Porprov X Jatim 2027, Sentot memilih bersikap terukur. Pihaknya akan menguji dulu kapasitas dan kualitas para atlet bersama perguruan tinggi melalui tes fisik berkala.
“Minimal capaian prestasi bisa bertahan dari ajang sebelumnya. Atlet juga didorong tampil di Kejurnas,” tambahnya.
Bagi KONI Kota Batu, ajang Porprov bukan sekadar ajang berburu medali, melainkan batu lompatan karier dan masa depan anak muda.
Sinyal optimistis dihembuskan Kaprodi Pendidikan Kepelatihan Olahraga UMM, Frendy Aru Fantiro.
Frendy menilai raihan prestasi Kota Batu terus melejit hingga sanggup menembus posisi 10 besar pada tahun 2025 lalu.
“Melihat tren positif tersebut, Kota Batu sangat berpeluang mematok target 5 besar pada Porprov X Jatim 2027. Kuncinya ada pada kesiapan atlet, program latihan, dan target yang tepat,” jelas Frendy. (Wulan Indriyani/Ra Indrata)




