MALANG POST – Aliran air menuju 219 hektare lahan sawah di Kecamatan Dampit menjadi perhatian menghadapi musim kemarau kedua. Pemeliharaan jaringan irigasi dilakukan melalui kerja bakti susuk wangan di Dam Mbambang, Desa Sanankerto, Kecamatan Turen.
Kegiatan tersebut melibatkan pengelola irigasi bersama Gabungan Himpunan Pengelola Pengairan (HIPPA) Desa Pojok dan HIPPA Desa Jambangan, Kecamatan Dampit.
Saluran dibersihkan dari sampah, lumpur dan rumput liar yang berpotensi menghambat aliran. Gotong royong ini menjadi bagian dari upaya menjaga distribusi air menuju areal pertanian tetap berjalan.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas PU SDA Turen Kabupaten Malang M. Syaifudin mengatakan, susuk wangan dilakukan sebagai bentuk kerja bersama untuk menjaga jaringan pengairan.
“Harapan kami, melalui kegiatan ini aliran air irigasi dapat berjalan lancar dan kerja sama antar-HIPPA serta kelompok tani semakin erat dan harmonis,” kata Syaifudin saat dihubungi Malang Post, Jumat (18/9/2026).

KERJA BAKTI: Susuk wangan dam Mbambang bersama UPT Dinas PU SDA kecamatan Turen dan masyarakat setempat. (Suseno/Malang Post)
Dam Mbambang mendapatkan suplai air dari Sumberbantal Jambangan. Jaringan tersebut melayani lahan sawah sekitar 219 hektare. Rinciannya, 114 hektare berada di Desa Pojok dan 105 hektare di Desa Jambangan.
Luas layanan tersebut membuat kondisi saluran irigasi perlu terus dijaga. Terlebih pada musim kemarau kedua, ketika kebutuhan air pertanian membutuhkan jaringan pengairan yang siap dan bebas hambatan.
Syaifudin menjelaskan, susuk wangan dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama telah berlangsung pada Rabu (16/9/2026), sedangkan tahap kedua dijadwalkan Rabu (23/9/2026).
“Ini dilaksanakan secara gotong royong bersama HIPPA Desa Pojok dan HIPPA Desa Jambangan,” ujarnya.
Menurutnya, keterlibatan HIPPA dan kelompok tani bukan hanya membantu menjaga kebersihan saluran. Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat koordinasi antara pengelola pengairan dan petani.
Dengan saluran yang lebih bersih dan aliran yang lancar, distribusi air ke 219 hektare areal persawahan yang dilayani Dam Mbambang diharapkan dapat berlangsung lebih optimal. (Suseno/Ra Indrata)




