MALANG POST – Wali Kota Batu, Nurochman, menyapa warga serta meninjau fasilitas umum dan kawasan pertanian di Desa Sumberejo, Kecamatan Batu, Kota Batu, Sabtu (12/9/2026), guna menyerap aspirasi masyarakat secara langsung sekaligus memastikan penyaluran bantuan rehabilitasi rumah tidak layak huni.
Wali Kota Batu, Nurochman, turun langsung menyapa warga di Desa Sumberejo, Kecamatan Batu, Kota Batu. Tidak sekadar blusukan, kunjungan tersebut sekaligus menjadi ajang untuk melihat kondisi fasilitas umum, aktivitas ekonomi, hingga persoalan yang dihadapi oleh warga dari dekat.
Peninjauan diawali dari Lapangan Sumberejo. Nurochman mengecek kondisi rumput lapangan sekaligus memastikan perawatannya berjalan dengan baik. Dari lokasi tersebut, ia melanjutkan peninjauan pembangunan jalan aspal yang menghubungkan lapangan dengan jembatan kedua.

BLUSUKAN: Wali Kota Batu Nurochman saat blusukan menyapa warga, sekaligus menyerap aspirasi dan mencarikan solusi. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Perjalanan kemudian berlanjut ke Koperasi Desa Merah Putih Sumberejo. Di sana, Nurochman menyempatkan diri untuk menyapa warga yang sedang beraktivitas.
Tidak jauh dari lokasi, ia turun ke kawasan persawahan dan berdialog langsung dengan para petani yang tengah menanam seledri. Percakapan tersebut menjadi kesempatan untuk melihat kondisi pertanian secara langsung, termasuk aktivitas warga yang menggantungkan penghasilannya dari lahan pertanian.
Dari kawasan pertanian, Cak Nur, sapaan akrab Nurochman, melanjutkan kunjungan ke Putuk Tritih. Ia meninjau pembangunan kedai kopi (kafe) semipermanen sekaligus menyambangi Warung Kopi Bu Suci. Di lokasi tersebut, Cak Nur juga menyapa sejumlah pengunjung dari luar kota yang tengah menikmati suasana kawasan.
Dari peninjauan tersebut, persoalan tempat parkir turut menjadi perhatian. Kendaraan yang memarkir di sekitar lokasi dinilai berpotensi mengganggu pengguna jalan. Oleh karena itu, Pemkot Batu akan menindaklanjuti persoalan tersebut melalui penataan parkir.

Penataan tersebut diharapkan dapat menjaga aktivitas usaha warga tetap berjalan tanpa mengorbankan kelancaran lalu lintas di kawasan tersebut.
Kunjungan ditutup dengan menyambangi rumah Sunamah. Perempuan berusia sekitar 90 tahun tersebut tinggal seorang diri. Cak Nur memastikan bantuan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) senilai Rp30.000.000 dimanfaatkan dengan baik untuk memperbaiki kondisi rumahnya.
“Yang penting kita lihat langsung kondisi warga dan lingkungan. Jika ada persoalan, kita cari jalan keluarnya dan segera ditindaklanjuti,” ujarnya, Sabtu (12/9/2026).
Menurut Cak Nur, temuan selama turun ke lapangan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan langkah tindak lanjut pemerintah. Aspirasi warga serta persoalan fasilitas maupun lingkungan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan peninjauan saja, melainkan berlanjut pada penanganan nyata sesuai dengan kebutuhan di lapangan. (Ananto Wibowo)




