DEKAN FIK Universitas Negeri Malang, Prof. Dr. Sapto Adi, M.Kes. (Foto: Istimewa)
MALANG POST – Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang memperkuat komitmen membangun budaya hidup aktif, sehat, dan bugar di masyarakat pada peringatan Hari Olahraga Nasional 2026 di Malang, Rabu (9/9/2026), melalui penguatan pendidikan, riset terapan, serta perluasan jejaring internasional.
Momentum Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2026 menjadi penguat komitmen Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang (FIK UM) dalam membangun budaya hidup aktif, sehat, dan bugar di masyarakat. Ajang tahunan ini diusung dengan tema “Menuju Masyarakat Aktif dan Bugar!”.
Haornas yang diperingati setiap 9 September menjadi momentum untuk menegaskan bahwa olahraga tidak hanya berkaitan dengan prestasi, melainkan juga menjadi bagian penting dari kualitas hidup dan kesehatan masyarakat.
Dekan FIK UM, Prof. Dr. Sapto Adi, M.Kes., mengatakan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membangun budaya olahraga melalui pendidikan, penelitian, pembinaan prestasi, hingga pengembangan kebijakan berbasis kebugaran.
“Olahraga tidak hanya berkaitan dengan pencapaian prestasi, melainkan juga memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Oleh karena itu, FIK UM terus mengembangkan pendidikan dan penelitian yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Prof. Sapto.
Komitmen tersebut tercermin dalam penguatan kualitas akademik FIK UM. Saat ini, empat program studi sarjana di FIK UM telah meraih akreditasi Unggul, sedangkan satu program studi telah memperoleh akreditasi internasional.
Capaian tersebut didukung oleh kompetensi dosen, pengembangan kurikulum, serta keterlibatan praktisi dari berbagai sektor, mulai dari pemerintahan, fasilitas kesehatan, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), klub olahraga, hingga pusat kebugaran.
Dalam konteks Haornas, penguatan ekosistem akademik tersebut menjadi penting karena olahraga perlu ditempatkan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
FIK UM tidak hanya menyiapkan calon tenaga profesional di bidang keolahragaan, melainkan juga mengembangkan pengetahuan dan inovasi yang dapat mendukung peningkatan kebugaran serta kesehatan masyarakat.
Sejalan dengan visi Universitas Negeri Malang menuju Research University pada 2027, FIK UM terus mengarahkan pengembangan penelitian pada riset terapan yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Sejumlah hasil penelitian FIK UM telah memperoleh Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan dimanfaatkan oleh berbagai pihak, termasuk KONI, pelatih olahraga, serta institusi pendidikan untuk mendukung pembelajaran pendidikan jasmani dan praktik olahraga.
Salah satu langkah konkret dalam membangun budaya kebugaran adalah pelaksanaan pengukuran kebugaran jasmani bagi mahasiswa baru. Program ini dilakukan untuk memetakan kondisi fisik mahasiswa sekaligus menghasilkan data yang dapat menjadi dasar pengembangan model kebijakan kebugaran di tingkat universitas.
Prof. Sapto menegaskan bahwa kebugaran jasmani bukan hanya kebutuhan mahasiswa yang menempuh pendidikan di bidang olahraga. Kebugaran merupakan bagian penting dalam mendukung pencapaian prestasi sekaligus membangun peran individu sebagai promotor kesehatan di tengah masyarakat.
“Seorang juara sejati merupakan paket lengkap (komplit) yang memiliki pengetahuan (knowledge) yang bagus, sikap (attitude) disiplin, dan kemampuan berinteraksi yang baik,” tegasnya.
Semangat membangun masyarakat aktif dan bugar juga diwujudkan melalui dukungan FIK UM terhadap prestasi mahasiswa. Fakultas menyediakan wadah organisasi kemahasiswaan, fasilitas latihan, serta dukungan bagi mahasiswa yang mengembangkan prestasi di bidang olahraga.
Salah satunya adalah Joko Mulyono, mahasiswa penyandang disabilitas (difabel) FIK UM yang telah menorehkan prestasi di tingkat nasional dan ASEAN serta memiliki target menuju Paralimpiade.
Prestasi lainnya ditunjukkan oleh Lulut, atlet gulat peraih medali emas dan perak SEA Games yang kini melanjutkan pendidikan pada jenjang doktoral. Capaian tersebut menunjukkan bahwa pengembangan prestasi olahraga di FIK UM berjalan beriringan dengan penguatan kapasitas akademik dan pendidikan karakter.
Penguatan kapasitas sumber daya manusia juga dilakukan melalui perluasan jejaring akademik internasional. Sejumlah dosen FIK UM melanjutkan studi dan mengembangkan kapasitas di berbagai perguruan tinggi di Australia, Malaysia, Taiwan, dan Tiongkok.
Mobilitas akademik tersebut tidak hanya memperkuat kompetensi sumber daya manusia, melainkan juga membuka peluang pertukaran pengetahuan, riset, serta praktik keolahragaan dengan mitra di tingkat global.
Berbagai capaian tersebut turut memperkuat posisi FIK UM sebagai salah satu fakultas keolahragaan yang kompetitif di tingkat nasional. Berdasarkan pemeringkatan Times Higher Education (THE) 2025, FIK UM menempati posisi ketiga di Indonesia untuk subjek keolahragaan.
Momentum Haornas 2026 menjadi pengingat bahwa olahraga tidak semata-mata berbicara tentang kompetisi dan medali. Olahraga juga berkaitan erat dengan kesehatan, pembentukan karakter, produktivitas, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Semangat tersebut sejalan dengan tema Haornas 2026, “Menuju Masyarakat Aktif dan Bugar!”, yang menempatkan aktivitas olahraga sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat yang lebih sehat dan aktif.
Melalui penguatan pendidikan, riset terapan, pembinaan atlet, jejaring internasional, serta pengembangan budaya kebugaran, FIK UM menargetkan diri menjadi pusat rujukan unggulan nasional di bidang olahraga dan kesehatan masyarakat pada 2030.
Dengan arah tersebut, kontribusi FIK UM tidak berhenti pada pencetakan atlet dan tenaga profesional keolahragaan, melainkan juga diarahkan untuk membangun masyarakat yang sehat, aktif, produktif, dan berdaya saing. (M. Abd. Rachman Rozzi-Januar Triwahyudi)




