KOMPAK: Kapolres Malang bersama komunitas ojek online, yang bakal bermitra untuk ikut menjaga Kamtibmas. (Foto: Humas Resma)
MALANG POST – Kepolisian Resor (Polres) Malang, merangkul komunitas ojek online (ojol) sebagai mitra strategis pengamanan wilayah, melalui kegiatan Silaturahmi Ojol Mitra Kamtibmas, yang dirangkai dengan doa bersama dan santunan anak yatim di Masjid Ashumul Muhsinin, Kepanjen, Jumat (28/8/2026).
Menjaga kondusivitas keamanan wilayah luas seperti Kabupaten Malang, tidak bisa hanya mengandalkan jumlah personel kepolisian. Langkah inovatif harus ditempuh dengan melibatkan elemen warga yang memiliki jangkauan pergerakan tinggi di jalanan.
Pendekatan itulah yang kini diterapkan oleh Kepolisian Resor (Polres) Malang. Jajaran kepolisian merangkul para pengemudi ojek online (ojol) sebagai mata dan telinga pengamanan di tingkat tapak.
Kolaborasi ini diresmikan dalam kegiatan Silaturahmi Ojol Mitra Kamtibmas Polres Malang. Acara dikemas khidmat dengan doa bersama serta penyerahan santunan kepada puluhan anak yatim di Masjid Ashumul Muhsinin, Kepanjen, Jumat (28/8/2026).
Kapolres Malang, AKBP Rulian Syauri, memimpin langsung pertemuan hangat tersebut. Rulian menilai pengemudi ojol memiliki keunggulan mobilitas yang sangat tinggi dibanding masyarakat umum.
Setiap hari, para pengemudi ojol menyusur hingga ke pelosok pemukiman warga. Kondisi riil di lapangan membuat mereka sangat cepat mendeteksi dinamika perubahan situasi keamanan.
“Rekan-rekan ojol memiliki mobilitas yang tinggi dan bersentuhan langsung dengan masyarakat. Karena itu, kami ingin membangun komunikasi dan menjadikan ojol sebagai mitra dalam menjaga keamanan,” kata AKBP Rulian Syauri, Jumat (28/8/2026).

AKRAB: Kapolres Malang, AKBP Rulian Syauri, ketika menyambut kedatangan komunitas ojek online dalam momen Silaturahmi Ojol Mitra Kamtibmas. (Foto: Humas Resma)
Melalui wadah kemitraan ini, sistem komunikasi darurat dibangun lebih efisien. Para pengemudi diminta tidak segan menginformasikan potensi gangguan ketertiban yang mereka temui di rute perjalanan.
Kecepatan laporan dari pengemudi ojol di lapangan memangkas waktu respons aparat. Polisi bisa langsung memotong potensi kejahatan sebelum dampaknya meluas.
“Kalau menemukan kejadian atau potensi gangguan kamtibmas, segera informasikan kepada kepolisian. Dengan komunikasi yang cepat, kami bisa melakukan langkah penanganan lebih awal,” tegas Rulian.
Selain kejahatan fisik di jalanan, Rulian mengingatkan bahaya persebaran berita bohong atau hoaks.
Pengemudi ojol diimbau menjaga kewaspadaan di ruang digital. Mereka diminta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu liar yang belum jelas kebenarannya.
“Jangan mudah percaya informasi yang belum terverifikasi. Mari bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap aman dan kondusif,” imbaunya.
Rulian menekankan bahwa urusan ketertiban umum adalah milik bersama. Kebersamaan antara polisi dan warga menjadi benteng paling ampuh menjaga ketenteraman daerah.
“Keamanan bukan hanya tanggung jawab polisi. Dengan kebersamaan dan komunikasi seluruh elemen masyarakat, termasuk ojol, kita bisa menjaga Kabupaten Malang tetap aman, nyaman, dan kondusif,” pungkas Rulian.
Sambutan hangat diberikan oleh organisasi wadah pengemudi. Ketua Perhimpunan Driver Online Indonesia (PDOI) Jawa Timur, Puji Waluyo, menyambut gembira uluran tangan dari Polres Malang.
Puji membeberkan bahwa komunitas ojol di wilayah Malang Raya memiliki basis anggota yang sangat besar mencapai 800 pengemudi.
Dari jumlah tersebut, lebih dari 400 pengemudi aktif beroperasi membelah jalanan di kawasan Kabupaten Malang.
Puji menyebut jalinan silaturahmi ini memperkuat rasa persaudaraan dan keamanan pengemudi saat mengais rezeki di jalanan.
“Saya anggap Kapolres Malang adalah sahabat. Kami siap kapan pun dibutuhkan untuk menjaga kondusivitas wilayah Kabupaten Malang,” tegas Puji. (HmsResma/Ra Indrata)




