PERDEKAT: Secara simbolis, Bupati Sanusi menyerahkan Kartu Keluarga, kepada warga Kasembon, yang memanfaatkan layanan publik dalam rangkaian Safari Sholat Subuh Keliling. (Foto: Prokopim Sekda Kab Malang)
MALANG POST – Bupati Malang H M. Sanusi bersama Ketua TP PKK Kabupaten Malang Hj. Anis Zaidah Sanusi memimpin Safari Sholat Subuh Keliling putaran kelima bersama Forkopimda di Masjid At-Taqwa, Desa Wonoagung, Kecamatan Kasembon, Jumat (28/8/2026) pagi.
Membangun kesalehan sosial dan spiritual di tengah masyarakat membutuhkan keteladanan nyata dari pimpinan daerah. Langkah tersebut tidak cukup disampaikan melalui imbauan formal di balik meja kerja.
Bupati Malang, HM. Sanusi, kembali turun ke lapangan secara langsung. Ia memboyong jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) menuju kawasan pinggiran.
Sanusi didampingi sang istri yang juga menjabat sebagai Ketua TP PKK Kabupaten Malang, Hj. Anis Zaidah Sanusi.
Rombongan memimpin agenda Safari Sholat Subuh Keliling bersama Forkopimda Kabupaten Malang Tahun 2026 putaran kelima.
Lokasi yang dituju adalah Masjid At-Taqwa di Desa Wonoagung, Kecamatan Kasembon, Jumat (28/8/2026) pagi.
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat jalinan silaturahmi antara Pemerintah Kabupaten Malang dan warga setempat.
Selain sarana menyerap aspirasi, rombongan diajak bersama-sama memakmurkan masjid serta meningkatkan keimanan.
Dalam arahannya di hadapan jemaah Subuh, Sanusi menyampaikan bahwa kesempatan melangkahkan kaki ke masjid pada waktu Subuh merupakan nikmat besar yang patut disyukuri.

KEPEDULIAN: Bupati Sanusi dalam rangkaian Safari Sholat Subuh Keliling, juga membagikan bantuan untuk kemakmuran tempat ibadah. (Foto: Prokopim Sekda Kab Malang)
Masyarakat diimbau senantiasa menjadi warga yang taat pada aturan agama sekaligus patuh pada regulasi pemerintah.
“Sholat Subuh Keliling berjamaah ini bersifat mengingatkan dan mengajak masyarakat untuk memakmurkan masjid. Kita ingin ini menjadi budaya baik dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa,” kata Sanusi.
Sanusi menekankan pentingnya pembiasaan kesalehan sejak usia dini, khususnya bagi para pelajar sekolah.
Pembiasaan ibadah Subuh secara konsisten diharapkan sanggup membentuk karakter generasi muda yang berakhlakul karimah, beriman, dan bertakwa.
Membangun kebiasaan sholat berjamaah diakui membutuhkan proses yang tidak instan. Konsistensi seluruh elemen warga sangat diperlukan untuk mendukung gerakan sosial-keagamaan ini.
Langkah ini selaras dengan visi besar pembangunan daerah, yakni “Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Malang yang Agamis”.
“Membiasakan Sholat Subuh berjamaah butuh proses. Warga yang dekat masjid kalau tidak terbiasa bisa jadi kendala. Sebaliknya, meski rumahnya jauh, kalau sudah terbiasa pasti akan melangkah ke masjid,” jelas Sanusi.
Usai menuntaskan sholat berjamaah, Sanusi bergerak meninjau puluhan stan pelayanan publik yang didirikan di pelataran Masjid At-Taqwa.
Pemerintah Kabupaten Malang mendekatkan pusat layanan birokrasi agar bisa diakses langsung oleh warga desa secara cuma-cuma.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan menggelar paket bazar sembako murah. Petugas juga membagikan aneka sayuran segar secara gratis kepada jemaah dan warga sekitar.
Di stan sebelah, UPT Puskesmas Kasembon menyiagakan tim medis untuk melayani pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis.
Layanan pengurusan dokumen kependudukan seperti KTP dan akta kelahiran juga langsung dilayani di tempat melalui program “Suling Sakti Adminduk” garapan Disdukcapil.
Kehadiran ragam layanan ini membuktikan bahwa Safari Subuh bukan sekadar ritual ibadah, melainkan membawa manfaat ekonomi dan kepengurusan administrasi warga.
Aksi kepedulian sosial Bupati Malang tidak berhenti di area masjid.
Sanusi menyempatkan diri berjalan kaki meninjau langsung salah satu hunian warga kurang mampu yang menerima manfaat program Bedah Rumah.
Program pemugaran rumah layak huni ini terealisasi atas kolaborasi Pemkab Malang bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Malang.
Sanusi ingin memastikan bantuan tepat sasaran sehingga kualitas hunian warga yang membutuhkan dapat meningkat secara signifikan. (PKP/Ra Indrata)




