MALANG POST – Manajemen Arema FC mengusung misi mulia membantu pengembangan talenta Timnas Indonesia, dengan mendatangkan penyerang naturalisasi Mauro Zijlstra, lewat status pinjaman dari Persija Jakarta untuk mengarungi Super League 2026/2027, Jumat (28/8/2026).
Komitmen Arema FC terhadap kemajuan sepak bola nasional tidak sekadar jargon di atas kertas. Klub berjuluk Singo Edan ini membuktikannya lewat langkah nyata di bursa transfer.
Ada misi mulia di balik keputusan Arema FC meminang striker muda Mauro Zijlstra. Manajemen Singo Edan ingin ikut memoles serta mematangkan potensi penyerang masa depan Timnas Indonesia tersebut.
Mauro didatangkan dengan status pemain pinjaman dari Persija Jakarta untuk mengarungi ketatnya Super League 2026/2027. Kehadirannya menjadi opsi segar di barisan depan Arema FC.
Karier bomber berdarah Indonesia-Belanda ini sempat terhambat cedera. Pemunculan terakhirnya membela Merah Putih terjadi pada ajang Piala AFF 2026 pada Juli lalu.
Setelah turnamen tersebut, Mauro dibekap cedera hamstring yang memaksanya menepi dari lapangan hijau.
Kini, penyerang berusia 21 tahun itu telah pulih sepenuhnya. Arema FC memberikan panggung terbuka baginya untuk melanjutkan proses pemulihan kondisi fisik sekaligus bertarung di level kompetitif.
CEO Arema FC, Iwan Budianto, menegaskan dukungan penuh klub terhadap sang pemain. Pihaknya berharap Mauro mampu mengeluarkan kemampuan terbaiknya setelah kondisi fisiknya kembali bugar.
“Kita harapkan dia memberikan kemampuan maksimal buat tim ini. Kita juga berharap bisa membantu tim nasional kita untuk mempersiapkan pemain-pemainnya di kompetisi,” kata Iwan Budianto.
Iwan menilai Mauro memiliki potensi besar yang masih bisa terus diasah. Kesempatan tampil reguler di kompetisi domestik bersama Singo Edan bakal memperkaya pengalaman bertandingnya.
Jam terbang di level klub menjadi modal vital bagi Mauro untuk bersaing memperebutkan posisi utama di skuad Garuda.
Status Mauro sebagai pemain naturalisasi muda turut menjadi perhatian manajemen. Di usianya yang menjelang 22 tahun, prospek kariernya masih sangat panjang.
“Ini kan pemain naturalisasi. Usianya masih muda, 21 tahun hampir 22 tahun. Kita berharap dia bisa menjadi bagian yang mendukung tim ini,” tegas Iwan.
Di sisi teknis lapangan, Mauro langsung merasakan atmosfer pertandingan bersama skuad Singo Edan.
Meski belum mencetak gol, Mauro dipercaya tampil sebagai starter saat Arema FC menjajal Deltras Sidoarjo pada laga uji coba di Stadion Kanjuruhan, Rabu (26/8/2026) sore.
Pelatih Arema FC, Marcos Santos, menurunkan Mauro sejak menit awal sebelum menariknya keluar pada babak kedua.
Marcos sangat memaklumi performa sang pemain. Mauro baru resmi dikenalkan akhir pekan lalu dan baru melahap dua sesi latihan bersama tim sejak Senin (24/8/2026).
“Penting untuk memiliki opsi seperti itu dalam pertandingan. Bagus kami memiliki Mauro. Dia sudah lama tidak bermain karena baru kembali dari cedera,” ujar Marcos Santos.
Laga uji coba melawan Deltras menjadi sarana adaptasi yang sangat berharga. Marcos meyakini sang pemain butuh waktu untuk memahami karakter rekan-rekan barunya.
Waktu persiapan tersisa menuju kick-off liga bakal dimanfaatkan maksimal untuk mengasah keterpaduan taktik.
“Penting baginya untuk terus berkembang selama beberapa hari persiapan sebelum melakukan debut di kompetisi,” pungkas Marcos. (Ra Indrata)




