MALANG POST – Penyerang muda berdarah Belanda, Mauro Zijlstra, menegaskan bahwa keputusannya bergabung dengan Arema FC, dengan status pinjaman dari Persija Jakarta, merupakan langkah paling tepat untuk mengarungi kompetisi Super League 2026/2027, Kamis (27/8/2026).
Perburuan jam terbang, menjadi alasan paling krusial bagi seorang pesepak bola muda. Duduk terlalu lama di bangku cadangan, hanya akan mematikan naluri bertanding di lapangan.
Prinsip hidup itulah yang dipegang teguh oleh Mauro Zijlstra. Penyerang berusia 21 tahun ini, akhirnya membulatkan tekad meninggalkan kenyamanan skuad Persija Jakarta.
Zijlstra resmi berlabuh ke Kandang Singo Edan. Mantan penggawa FC Volendam tersebut, didatangkan lewat skema peminjaman pada bursa transfer musim panas ini.
Arema FC menjadi opsi paling ideal di mata sang pemain. Jam bermain reguler di kasta tertinggi, menjadi jaminan yang sangat ia dambakan untuk mengembalikan performa puncaknya.
Ia mengaku tidak ragu sedikit pun saat tawaran dari Malang datang. Meski ada sejumlah klub kasta tertinggi lain yang meminati jasanya, pilihan jatuh pada Arema FC.
“Ini keputusan yang tepat untuk pergi ke Arema FC, karena masih berada di kasta tertinggi. Saya tahu ada banyak pemain bagus di sini dan saya bisa bermain lebih banyak daripada di Persija,” ungkap Zijlstra.
Selama memperkuat Macan Kemayoran, Zijlstra memang kesulitan menembus skuad utama. Masalah utamanya bersumber dari riwayat cedera hamstring yang sempat membekapnya cukup lama.
Penderitaan akibat cedera itu pula, yang membuatnya gagal tampil maksimal. Ia terpaksa melewatkan momen penting saat mengikuti pemusatan latihan (training camp) Timnas Indonesia jelang Piala AFF 2026 lalu.
Kini, kepindahan ke bumi Malang menjadi momentum emas untuk bangkit. Zijlstra ingin merebut kembali ritme permainan, yang sempat hilang sekaligus memulihkan rasa percaya dirinya.
Manajemen Persija Jakarta menyambut baik kepindahan ini. Klub ibu kota berharap Zijlstra memanfaatkan masa pinjaman tersebut secara maksimal untuk memoles ketajaman di lini depan Arema FC.
Zijlstra sendiri menegaskan kesiapannya menjawab kepercayaan jajaran pelatih dan manajemen Singo Edan. Ia membidik peran penting sebagai mesin gol yang bisa diandalkan.
Kondisi fisiknya kini berangsur pulih 100 persen. Ia mengaku sudah siap diturunkan pada laga-laga uji coba pemanasan sebelum kompetisi resmi digulirkan.
“Kondisi saya terasa 100 persen dan siap bertanding. Saya tidak akan langsung main 90 menit penuh, tapi bertahap membangun kondisi fisik,” kata Zijlstra optimis.
Ia sadar proses pemulihan kebugaran butuh waktu dan tahapan yang terukur. Karena itu, menambah menit bermain secara bertahap, menjadi target realistis sebelum liga bergulir.
Mengenai proses adaptasi dengan cuaca dingin Malang yang beda jauh dari Jakarta, Zijlstra mengaku tidak menemui kendala berarti.
Suasana baru di Kota Malang, justru memberinya tambahan energi dan motivasi positif. Pertemuan dengan rekan-rekan baru di tim, membuat semangat bertandingnya kembali meledak.
Persaingan ketat di lini depan Arema FC tidak membuatnya gentar. Hal itu justru dianggap sebagai tantangan sehat untuk membuktikan kualitasnya di lapangan.
“Saya harus beradaptasi dengan para pemain dan kehidupan di sini. Semua akan baik-baik saja,” pungkas Zijlstra. (Ra Indrata)




