KE LAPANGAN: Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat didampingi OPD terkait, sewaktu meninjau pelaksanaan program RT Berkelas di RW 7 Kelurahan Purwodadi, Blimbing. Ada dua RT di RW 7 dinilai sudah serap 100 persen, Senin (24/08/2026). (Foto: Istimewa)
MALANG POST – Warga RT 3 RW 7 Kelurahan Purwodadi, Kecamatan Blimbing, memanfaatkan alokasi anggaran program RT Berkelas sebesar Rp50 juta dari APBD Kota Malang, untuk menuntaskan perbaikan pavingisasi jalan lingkungan sepanjang 120 meter, Senin (24/8/2026).
Pembangunan di tingkat RT kini tidak lagi harus berbelit-belit. Anggaran pembangunan diserahkan langsung ke tingkat rukun tetangga.
Langkah itulah yang dirasakan langsung oleh warga RT 3 RW 7 Kelurahan Purwodadi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Wilayah ini berhasil memoles jalan lingkungannya lewat program RT Berkelas.
Melalui skema ini, setiap RT mendapatkan kucuran dana APBD Kota Malang sebesar Rp50 juta.
Ketua RT 3 RW 7 Kelurahan Purwodadi, Ponco, membeberkan kondisi wilayahnya sebelum perbaikan. Jalan lingkungan di tempatnya memiliki panjang total 120 meter.
Sebelum ada perbaikan, sepanjang 70 meter jalan kondisi pavingnya sudah rusak parah. Ketahanannya diperkirakan tinggal 60 persen.
Sementara itu, sisa jalan sepanjang 50 meter lainnya sama sekali belum tersentuh paving.
“Syukur alhamdulillah, melalui bantuan program RT Berkelas, wilayah kami mendapatkan Rp50 juta. Dana itu digunakan untuk mempaving jalan sepanjang 120 meter dan selesai Juli 2026 kemarin,” kata Ponco, Senin (24/8/2026).
Ponco mengaku sangat lega dengan selesainya proyek swakelola ini. Pihaknya sempat frustrasi memperjuangkan perbaikan jalan kampungnya.
Sebelum ada program RT Berkelas, pengurus RT berulang kali mengajukan usulan lewat jalur aspirasi pokok pikiran (pokir). Namun, usulan tersebut kerap mental dan diminta menunggu bertahun-tahun.
“Nyatanya tidak pernah terealisasikan. Sejak tahun 2006 silam, paving di sini belum pernah diperbarui,” ujar Ponco jujur.
Ponco merinci kalkulasi penggunaan anggaran Rp50 juta tersebut. Kebutuhan fisik pavingisasi sepanjang 120 meter menyedot dana sekitar Rp40 juta lebih.
Sisa anggaran yang tersisa diwujudkan dalam bentuk program penghijauan lingkungan. Warga membeli tanaman untuk mempercantik sudut-sudut kampung.
Keberhasilan perbaikan jalan di RT 3 memicu kecemburuan positif dari warga RT sebelah. Tetangga di sisi selatan mulai menanyakan kapan wilayah mereka mendapat giliran perbaikan serupa.
Melihat fakta di lapangan, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat turun langsung melakukan peninjauan. Wahyu ingin memastikan serapan anggaran program janji politiknya berjalan tepat sasaran.
“Kami ingin memastikan program RT Berkelas di bawah sejauh mana realisasinya. Mengingat prinsip program ini dari RT, oleh RT, dan untuk RT,” kata Wahyu.
Wahyu menjelaskan bahwa program RT Berkelas difasilitasi APBD untuk menambal kebutuhan warga yang tidak terakomodasi di Musrenbang maupun pokir.
Pembangunan tidak hanya menyasar fisik seperti pavingisasi, tetapi juga nonfisik seperti pemberdayaan UMKM.
Hasil evaluasi Pemkot Malang menunjukkan tingkat serapan program RT Berkelas sangat bervariasi. Ada RT yang sudah menyerap 100 persen, 80 persen, hingga 40 persen.
Salah satu contoh sukses serapan 100 persen berada di RT 2 dan RT 3 Kelurahan Purwodadi.
Wahyu memberi catatan khusus terkait usulan pengadaan meja dan kursi RT yang sempat tertunda. Kendala utamanya berada pada tempat penyimpanan barang.
Mengenai besaran dana Rp50 juta per RT, Wahyu menyebut angka itu sudah terukur. Peluang kenaikan anggaran di masa depan sangat bergantung pada kekuatan APBD Kota Malang. (Iwan Kaconk/Ra Indrata)




