MALANG POST – Sebanyak 539 pebulu tangkis bersaing dalam Kejuaraan Kota (Kejurkot) Hydroplus-Walikota Malang Open 2026. Ajang bergengsi ini berlangsung di GOR Platinum Arena, Araya, Kota Malang, dan dibuka secara resmi oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, pada Senin (24/8/2026).
Ketua PBSI Kota Malang, Heri Mursid Brotosejati, menjelaskan bahwa Kejurkot kali ini mempertandingkan dua kategori utama, yakni jalur pembinaan prestasi dan kategori khusus untuk memfasilitasi para penghobi bulu tangkis.
”Untuk jalur prestasi dimulai dari usia dini, yaitu umur 6 tahun. Sedangkan untuk penghobi, ada peserta yang berusia hingga 70 tahun,” ujar Heri Mursid.
Heri Mursid menambahkan, Kejurkot ini juga ditujukan untuk menjaring atlet-atlet potensial Kota Malang yang diproyeksikan berlaga pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) X Jatim yang akan berlangsung di Surabaya pada tahun 2027 mendatang.
”Semoga kami mendapatkan atlet yang bagus dan bisa berprestasi di ajang Porprov X Jatim,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Dewan Pengawas PBSI Jatim, Sutirta, menyampaikan permohonan maaf karena Ketua PBSI Jatim, Tonny Wahyudi, berhalangan hadir dalam Kejurkot Malang 2026 akibat padatnya agenda. Tonny Wahyudi saat ini juga mengemban amanah sebagai Bendahara Pengurus Besar (PB) PBSI.

PEMBUKAAN: Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, didampingi Ketua PBSI, Hari Mursid, Sekretaris Koni Kota Malang, Joko Purwosusanto, dan sejumlah kepala perangkat daerah hadir dalam pembukaan Kejurkot Bulutangkis Kota Malang 2026. (Foto: Eka Nurcahyo/Malang Post)
Meski begitu, Sutirta menegaskan bahwa semangat dan energi PBSI Jatim ditumpahkan sepenuhnya demi kemajuan olahraga bulu tangkis di Jawa Timur. Salah satu buktinya adalah renovasi GOR Sudirman Surabaya yang kini dilengkapi dengan fasilitas latihan yang sangat lengkap.
Sutirta pun menaruh harapan besar agar Kejurkot Malang 2026 ini mampu melahirkan sosok “Hendrawan baru”. Kota Malang sendiri memiliki rekam jejak panjang dalam melahirkan atlet-atlet berprestasi dunia, seperti almarhum Johan Wahyudi dan Hendrawan.
”Hendrawan pernah menjadi juara dunia BWF 2001, peraih medali perak Olimpiade Sydney 2000, peraih medali emas Asian Games 1998, dan masih segudang prestasi lainnya di ajang internasional. Hendrawan itu pebulu tangkis legenda asli Kota Malang,” tegas Sutirta.
Sutirta kemudian menceritakan perjuangan dan semangat luar biasa Hendrawan, serta besarnya dukungan orang tua hingga ia berhasil menembus PB Djarum dan Pelatnas. Menurutnya, dorongan orang tua merupakan pemicu utama anak untuk bisa meraih prestasi puncak.
”Saya tahu betul tentang perjalanan Hendrawan yang asli Malang itu karena saya adalah kakak angkatan yang berselisih satu tahun di atas beliau. Mudah-mudahan dari Kejurkot ini lahir banyak Hendrawan baru,” lanjut Sutirta.
Harapan senada diungkapkan oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat. Wahyu berharap ajang Kejurkot ini dapat memunculkan bibit-bibit atlet bertalenta yang kelak mampu mengharumkan nama Kota Malang di tingkat nasional maupun internasional, seperti para legenda pendahulunya.
”Kejurkot ini juga untuk menjaring atlet yang bisa mewakili Kota Malang di ajang Porprov X. Semoga saja dengan upaya dari PBSI yang luar biasa ini, prestasi cabang olahraga bulutangkis bisa meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Dulu baru dapat satu perunggu, di Porprov tahun depan semoga berubah menjadi emas,” ujar Wahyu. (Eka Nurcahyo)




