MERDEKA: Istana Merdeka di The Legend Stars Park, Mengenal Tokoh Indonesia Lewat Spot Bersejarah. (Foto: Jatim Park for Malang Post)
MALANG POST – Kemas semangat HUT ke-81 RI lewat edutainment interaktif, Jatim Park 3 hadirkan pengalaman sejarah WR Soepratman, Soekarno Corner, hingga promo musik tradisional di Museum Musik Dunia.
Semangat kemerdekaan tak hanya hadir melalui upacara dan pengibaran bendera. Dalam momentum Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, suasana Merdeka di Jawa Timur Park (Jatim Park) Group dikemas melalui pengalaman wisata edukatif yang mengajak pengunjung mengenal kembali sejarah, tokoh bangsa, dan kekayaan musik Nusantara.
Konsep tersebut hadir di Museum Musik Dunia dan The Legend Stars Park, Jatim Park 3. Sejumlah spot tematik menghadirkan sosok-sosok penting bangsa seperti Wage Rudolf (W.R.) Soepratman, Ir. Soekarno, hingga maestro Gesang. Pengunjung juga bisa melihat beragam alat musik tradisional Nusantara hingga mengikuti tantangan bermusik lagu-lagu nasional.
Mendengar Indonesia Raya dalam Suasana Historis
Salah satu pengalaman berbeda bisa ditemukan di Spot W.R. Soepratman, Museum Musik Dunia. Di sana, lagu kebangsaan Indonesia Raya diperdengarkan melalui radio antik tempo dulu.
Suara dari perangkat bergaya klasik tersebut menghadirkan nuansa historis yang kental. Di sampingnya, terdapat patung W.R. Soepratman sebagai sosok yang lekat dengan sejarah lahirnya lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Teks Indonesia Raya juga terpampang lengkap dalam tiga bait. Perpaduan patung, teks lagu, dan suara radio membuat pengunjung tidak sekadar membaca informasi, melainkan juga mendapatkan pengalaman audio-visual yang membawa suasana masa lalu terasa lebih dekat.
Bagi anak-anak dan pelajar, konsep ini menjadi cara ringan untuk mengenal W.R. Soepratman serta karyanya yang menjadi lagu kebangsaan Republik Indonesia.
Kehadiran spot tersebut sekaligus mengingatkan bahwa perjuangan menuju kemerdekaan tidak hanya berlangsung melalui pergerakan politik. Seni dan musik turut mengambil bagian penting dalam membangun identitas kebangsaan.

SEJARAH: Mendengar Indonesia Raya dalam Suasana Historis di spot WR Supratman di Museum Musik Dunia Jatim Park 3. (Foto: Jatim Park for Malang Post)
Istana Merdeka di The Legend Stars Park: Mengenal Tokoh Indonesia Lewat Spot Bersejarah
Dari Museum Musik Dunia, pengalaman mengenal sejarah berlanjut ke The Legend Stars Park. Di area pintu masuk (entrance), terdapat replika Istana Merdeka—salah satu spot utama yang menghadirkan berbagai patung lilin tokoh penting Indonesia maupun dunia.
Suasana bangunan kenegaraan menjadi latar bagi figur para Presiden Republik Indonesia dan sejumlah tokoh mancanegara. Pengunjung bisa melihat figur tiga dimensi dari sosok yang selama ini mungkin hanya dikenal melalui buku pelajaran, foto, atau pemberitaan.
Area tersebut juga dilengkapi sejumlah spot foto berkonsep klasik beserta properti tematik. Namun, daya tarik Istana Merdeka tidak berhenti pada aktivitas berfoto semata. Informasi mendalam mengenai tokoh yang ditampilkan menjadi bagian terintegrasi dari pengalaman edukasi pengunjung.
Manajer Operasional The Legend Stars Park Andik Fijayanto menyampaikan bahwa Istana Merdeka dirancang dengan memadukan figur tokoh, suasana tematik, dan edukasi informasi.
“Setiap tokoh yang ditampilkan memiliki cerita dan latar belakang yang dapat menjadi bagian dari pengalaman pengunjung. Melalui Istana Merdeka, kami ingin menghadirkan ruang yang menarik secara visual sekaligus memberikan kesempatan bagi keluarga dan generasi muda untuk mengenal lebih dekat tokoh-tokoh Indonesia maupun dunia,” ujar Andik, Kamis (20/8/2026).
Soekarno Corner: Mengenal Sang Proklamator dari Dekat
Masih di kawasan The Legend Stars Park, terdapat Soekarno Corner yang secara khusus menghadirkan sosok Proklamator sekaligus Presiden Pertama Republik Indonesia.
Patung lilin Bung Karno ditempatkan dalam suasana yang terinspirasi dari replika kediaman beliau di Blitar, yakni Istana Gebang. Area ini dilengkapi properti tematik serta informasi mengenai perjalanan hidup dan perjuangan Soekarno.
Konsep tersebut membuat pengunjung dapat mengenal Soekarno dari sisi yang lebih dekat. Tidak hanya sebagai tokoh yang dikenal melalui momentum Proklamasi 17 Agustus 1945, melainkan juga sebagai sosok dengan perjalanan panjang dalam sejarah pergerakan Indonesia.
Momentum Agustus menjadi waktu yang tepat untuk kembali mengenalkan sosok Soekarno kepada generasi muda. Bagi pelajar, figur tiga dimensi tersebut dapat menjadi pintu masuk untuk mendiskusikan Proklamasi, perjuangan bangsa, hingga arti kemerdekaan.
Manajer Operasional The Legend Stars Park Andik Fijayanto menegaskan bahwa Soekarno Corner dirancang untuk menghadirkan pengalaman yang lebih personal.
“Kami ingin menghadirkan pengalaman yang membuat pengunjung dapat mengenal Soekarno dari sisi yang lebih personal. Melalui replika Istana Gebang, patung lilin, serta informasi yang tersedia, kami berharap generasi muda dapat memahami perjalanan hidup dan perjuangan beliau sekaligus menghayati kembali nilai-nilai kemerdekaan Indonesia,” katanya.

CERIA: Adu kemampuan musik di Museum Musik Dunia. (Foto: Jatim Park for Malang Post)
Dari Gamelan hingga Sapek: Menyusuri Musik Nusantara
Semangat Merdeka di Jatim Park juga terpancar melalui kekayaan musik tradisional. Di Spot Indonesia, Museum Musik Dunia, pengunjung dapat menyaksikan beragam alat musik Nusantara dalam satu ruang. Ada rindik, gamelan, sapek, kecapi, seruling, hingga gula gending. Masing-masing memiliki karakter, bentuk, teknik memainkan, dan latar budaya yang khas.
Rindik dikenal sebagai alat musik tradisional Bali, sementara gamelan lekat dengan tradisi musik Jawa dan Bali. Adapun sapek merupakan alat musik petik yang erat dengan budaya masyarakat Dayak di Kalimantan. Pengunjung tidak hanya sekadar melihat koleksi, instrumen rindik dan gamelan bahkan dapat dicoba secara langsung.
Pengalaman interaktif ini membuat museum terasa lebih hidup, terutama bagi anak-anak. Mereka bisa mengenal instrumen tradisional sekaligus mencoba menghasilkan bunyi dari alat musik yang selama ini mungkin hanya mereka lihat di buku.
Manajer Operasional Museum Musik Dunia Jatim Park 3 Mulyadi menyampaikan bahwa pengalaman langsung tersebut diharapkan dapat menumbuhkan rasa ingin tahu masyarakat terhadap budaya Nusantara.
“Kami ingin koleksi alat musik Indonesia di sini dapat menjadi media pengenalan yang sederhana bagi pengunjung terhadap kekayaan budaya Nusantara. Ketika mereka dapat melihat langsung berbagai alat musik dan mencoba beberapa di antaranya, kami berharap muncul rasa ingin tahu untuk mengenal lebih jauh budaya dari berbagai daerah di Indonesia,” terangnya.
Adu Kemampuan Musik: Ada Promo Tiket Beli 2 Gratis 1
Tak hanya melihat koleksi, pengunjung Museum Musik Dunia juga bisa ikut meramaikan suasana kemerdekaan melalui program Challenge Interaksi Musik. Program tersebut berlangsung pada 1–31 Agustus 2026, khusus setiap Sabtu dan Minggu. Peserta dapat memilih instrumen gitar atau drum, kemudian memainkan lagu nasional yang diberikan secara acak (random) dalam durasi sekitar satu menit.
Lagu yang diuji secara acak menuntut keberanian dan kemampuan spontanitas bermusik peserta sebagai modal utama.
Bagi peserta yang berhasil menyelesaikan tantangan sesuai ketentuan, panitia menyediakan penawaran tiket reguler Museum Musik Dunia dengan skema Promo Beli 2 Gratis 1. Sementara peserta yang belum berhasil tetap mendapatkan cenderamata (merchandise) sebagai bentuk apresiasi.
Manajer Operasional Museum Musik Dunia Jatim Park Mulyadi menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dikonsep agar pengunjung dapat merayakan kemerdekaan secara interaktif.
“Musik memiliki hubungan yang kuat dengan identitas dan perjalanan budaya sebuah bangsa. Melalui Challenge Interaksi Musik, kami ingin memberikan ruang bagi pengunjung untuk ikut berpartisipasi dalam suasana kemerdekaan dengan cara yang sederhana, interaktif, dan menyenangkan,” ungkapnya.
Bagi keluarga, pelajar, maupun kelompok pertemanan, tantangan tersebut menjadi opsi aktivitas seru saat menghabiskan akhir pekan di Museum Musik Dunia.
Mengenal Gesang: Maestro Keroncong dan Pencipta Bengawan Solo
Selain W.R. Soepratman, Museum Musik Dunia menghadirkan sosok maestro keroncong Gesang melalui Spot Gesang. Pengunjung dapat menyaksikan sejumlah koleksi pribadi yang berkaitan dengan kehidupan sang maestro, seperti blangkon, kopiah, tongkat, cello, double bass (kontra bass), becak, dua kendang, hingga biola.
Gesang lahir di Surakarta pada 1 Oktober 1917 dan wafat pada 20 Mei 2010. Namanya legendaris sebagai salah satu maestro musik keroncong Indonesia. Karyanya yang paling fenomenal, Bengawan Solo, terus bergema lintas generasi dan menjadi mahakarya penting dalam sejarah musik tanah air.
Koleksi instrumen seperti cello, double bass, biola, dan kendang menjadi media edukasi untuk mengenal genre musik keroncong sekaligus perjalanan Gesang sebagai musisi dunia.
Manajer Operasional Museum Musik Dunia Jatim Park Mulyadi menegaskan bahwa keberadaan Spot Gesang merupakan bagian dari komitmen mengenalkan tokoh musik legendaris Indonesia kepada generasi penerus.
“Gesang merupakan salah satu tokoh yang memiliki tempat penting dalam perjalanan musik Indonesia. Melalui koleksi yang kami hadirkan, pengunjung dapat mengenal sosok beliau sekaligus melihat bagaimana musik keroncong menjadi bagian dari kekayaan budaya Indonesia. Kami berharap cerita tersebut dapat terus dikenal oleh generasi muda,” ujarnya.
Rangkaian enam pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa nilai-nilai kemerdekaan dapat dikenalkan melalui beragam medium menarik: mulai dari mendengarkan rekaman bersejarah Indonesia Raya, mengenal sosok para tokoh bangsa, menyaksikan keanekaragaman instrumen musik, hingga menyusuri karya maestro keroncong Indonesia.
Dalam suasana Merdeka di Jatim Park, tempat wisata tidak sekadar menjadi sarana rekreasi dan hiburan. Ada cerita sejarah, kekayaan budaya, dan identitas bangsa yang bisa dibawa pulang oleh pengunjung.
Bagi keluarga dan pelajar, rangkaian spot ini menjadi pilihan wisata edukasi (edutainment) yang ringan dan menyenangkan. Anak-anak bisa bermain dan berfoto, sembari mengenal tokoh serta karya yang menjadi bagian penting dari perjalanan sejarah Republik Indonesia.
Informasi Operasional & Program Mitra
Informasi mengenai jam operasional, aktivitas, dan promo terbaru dapat dipantau melalui media sosial resmi Museum Musik Dunia dan The Legend Stars Park. Detail tiket dan promo Jatim Park Group tersedia melalui situs resmi Jawa Timur Park Group, serta akun Instagram dan TikTok @jawatimurpark.
Jawa Timur Park Group merupakan mitra resmi Program Co-Branding Wonderful Indonesia yang diinisiasi oleh Kementerian Pariwisata RI. Kolaborasi ini menjadi bagian dari komitmen Jatim Park Group dalam mempromosikan destinasi wisata Indonesia ke kancah global.
Sebagai Proud Member of Wonderful Indonesia Co-Branding, Jatim Park Group terus mengoptimalkan kanal digital untuk memperluas jangkauan promosi sekaligus mendukung penguatan citra Indonesia sebagai destinasi wisata berkelas dunia. (*/Ananto Wibowo)




