MALANG POST – Cegah stunting di Kabupaten Malang, tim pengabdian Universitas Negeri Malang meluncurkan program GEMA ASI di Desa Sidoluhur untuk melatih 30 ibu mengolah MPASI berbasis pangan lokal.
Universitas Negeri Malang (UM) melalui tim pengabdian kepada masyarakat meluncurkan program GEMA ASI (Gerakan Pemberdayaan Ibu dalam Pembuatan MPASI) di Desa Sidoluhur, Kabupaten Malang. Program yang menyasar 30 ibu balita ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam menyusun Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) berbasis pangan lokal sebagai langkah nyata mencegah tengkes (stunting), sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga.
Program tersebut dipimpin oleh Ema Novita Deniati, S.K.M., M.K.M., bersama anggota Farah Paramita, S.Gz., M.P.H. dan dr. Agung Kurniawan, M.Kes. Kegiatan ini juga melibatkan tiga mahasiswa Kesehatan Masyarakat UM, yakni Rachmalia Zahwa Garnisa, Cintya Nur Malita, dan Muhammad Fahresa Tuanani, serta tiga alumni Kesehatan Masyarakat UM, yaitu Dandy Arie Pramudya, S.K.M., Nabiilah Annajah, S.K.M., dan Amalia Putri Kurniawati, S.K.M.
Kegiatan dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Pemerintah Desa Sidoluhur sebagai upaya menjawab persoalan risiko stunting yang dipengaruhi praktik pemberian MPASI belum tepat serta tingginya angka pernikahan usia dini di wilayah tersebut.
Ketua Tim Pengabdian Ema Novita Deniati menjelaskan bahwa GEMA ASI dirancang tidak sekadar memberikan edukasi, melainkan juga membangun perubahan perilaku melalui praktik langsung agar para ibu mampu menerapkan pola pemberian MPASI yang benar di rumah.
“Kami ingin para ibu tidak hanya memahami pentingnya pemberian MPASI yang tepat, melainkan juga memiliki keterampilan mengolah bahan pangan lokal menjadi menu bergizi, aman, dan mudah diterapkan di rumah. Harapannya, keluarga dapat berperan aktif dalam mencegah stunting sejak masa emas pertumbuhan anak,” ujar Ema, Minggu (9/8/2026).
Rangkaian kegiatan diawali dengan koordinasi bersama pemerintah desa, dilanjutkan pre-test, edukasi pemberian MPASI, demonstrasi dan praktik memasak menu pangan lokal, lomba kreasi MPASI, pembagian buku resep Dapur Lokal: Dari Dapur Menuju Tumbuh Kembang Anak yang Optimal, hingga post-test dan evaluasi. Metode interaktif yang diterapkan membuat peserta aktif berdiskusi selama kegiatan berlangsung.
Lebih dari sekadar pelatihan, program ini memberikan manfaat nyata bagi pemenuhan gizi keluarga. Pemanfaatan bahan pangan lokal terjangkau membantu meningkatkan kualitas nutrisi balita, mengurangi ketergantungan pada produk olahan, serta memperkuat kemandirian pangan keluarga secara berkelanjutan.
Keberlanjutan program diperkuat melalui pendampingan masyarakat dan pemanfaatan buku resep sebagai panduan mandiri. Dengan demikian, pengetahuan yang diperoleh peserta terus diterapkan dalam pola pengasuhan sehari-hari.
Program GEMA ASI turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui optimalisasi pangan lokal, SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) lewat peningkatan literasi gizi, serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab).
Melalui sinergi antara UM, Pemerintah Desa Sidoluhur, dan masyarakat, GEMA ASI diharapkan menjadi model pemberdayaan dalam meningkatkan kualitas pengasuhan anak serta melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting. Program ini menegaskan komitmen UM dalam menghadirkan inovasi pengabdian yang berdampak nyata bagi masyarakat. (*/M. Abd. Rachman Rozzi/Januar Triwahyudi)




