ektor UB mengunjungi tempat Shooting Film 3726 mdpl yang berlokasi di FBiPK. (Foto: Sukana/Humas UB)
MALANG POST – Perkuat sinergi industri kreatif dan kampus, Universitas Brawijaya menjadi lokasi utama syuting film 3726 MDPL, garapan Fajar Bustomi sekaligus memboyong 25 mahasiswa magang di Falcon Pictures.
Suasana berbeda mewarnai lingkungan Universitas Brawijaya (UB) sejak Rabu (5/8/2026) pagi. Sejumlah titik di lingkungan kampus dipadati aktivitas kru produksi, peralatan syuting, hingga para pemeran film 3726 MDPL garapan sutradara Fajar Bustomi.
UB dipercaya menjadi salah satu lokasi utama pengambilan gambar film tersebut, sekaligus membuka ruang kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri perfilman nasional yang memberikan pengalaman belajar langsung bagi mahasiswa.
Kegiatan diawali dengan seremoni pembukaan yang dihadiri Rektor UB Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc., Dekan Fakultas Bioindustri Pertanian dan Kehutanan (FBIPK) UB Prof. Mangku Purnomo, S.P., M.Si., Ph.D., Sekretaris Universitas Dr. Tri Wahyu Nugroho, S.P., M.Si., jajaran pimpinan universitas, tim Falcon Pictures, kru produksi, serta mahasiswa yang terlibat.
Selama 18 hari proses produksi di Malang, tim Falcon Pictures memanfaatkan sejumlah lokasi di lingkungan UB sebagai latar pengambilan gambar, antara lain Gedung Rektorat, ruang kelas dan kantin FBIPK, Kantin CL, taman kampus, hingga kawasan UB Forest. Beragam lokasi tersebut dipilih untuk menghadirkan nuansa kehidupan kampus yang autentik sesuai dengan alur cerita film 3726 MDPL.

Dosen FBiPK Rifqi Rahmat Hidayatullah, turut menjadi bagian dalam Proses Pembuatan Film. Selain itu kegiatan tersebut juga melibatkan mahasiswa dalam hal magang kru. (Foto: Sukana/Humas UB)
Film 3726 MDPL merupakan adaptasi novel yang mengangkat kisah kehidupan mahasiswa dengan balutan persahabatan, perjalanan meraih mimpi, kepedulian terhadap lingkungan, dan semangat konservasi. Kehadiran UB sebagai lokasi syuting dinilai mampu memperkuat representasi latar akademik sekaligus memperlihatkan kekayaan lingkungan kampus.
Rektor UB Prof. Widodo menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan kepada UB. Menurutnya, kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa kampus tidak hanya menjadi pusat pendidikan dan riset, melainkan juga ruang tumbuhnya kreativitas dan inovasi melalui kerja sama industri.
“Saya sangat senang melihat anak-anak muda Indonesia yang bersemangat menghasilkan karya terbaik. Film bukan hanya sarana hiburan, melainkan juga media pendidikan yang dapat membangun visi dan semangat generasi muda untuk ikut membangun bangsa,” ujar Prof. Widodo, Minggu (9/8/2026).
Sementara itu, Dekan FBIPK UB Prof. Mangku Purnomo menjelaskan bahwa pemilihan kawasan FBIPK berkaitan erat dengan latar cerita novel 3726 MDPL. Tokoh utama dalam cerita merupakan mahasiswa kehutanan yang memiliki kepedulian terhadap konservasi, kecintaan terhadap alam, dan kegemaran mendaki gunung.
“Ketika tim Falcon Pictures melakukan survei lokasi, mereka melihat lingkungan di sini sangat sesuai dengan kebutuhan cerita. Oleh karena itu, kawasan FBIPK dan UB Forest dipilih sebagai lokasi pengambilan gambar,” jelas Prof. Mangku.

Prof. Mangku Purnomo dekan FBiPK. (Foto: Sukana/Humas UB)
Sutradara film 3726 MDPL Fajar Bustomi mengaku terkesan dengan atmosfer akademik di Universitas Brawijaya. Baginya, melakukan proses produksi di lingkungan kampus menghadirkan tanggung jawab moral untuk menghasilkan karya terbaik.
“Film adalah karya kolaboratif. Ketika kami syuting di Universitas Brawijaya, artinya 3726 MDPL juga menjadi karya Universitas Brawijaya, bukan hanya karya saya,” tegas Fajar.
Selain memanfaatkan lingkungan kampus sebagai latar tempat, produksi 3726 MDPL juga membuka kesempatan bagi mahasiswa UB untuk terjun langsung ke industri perfilman. Melalui program magang yang diumumkan secara resmi, sekitar 500 mahasiswa mendaftar hingga terpilih 25 mahasiswa terbaik dari berbagai divisi produksi.
Para peserta menjalani masa magang pada 5–21 Agustus 2026 yang ditempatkan di 12 divisi produksi, mulai dari praproduksi hingga pelaksanaan syuting di lapangan. Jumlah tersebut belum termasuk mahasiswa yang terlibat dalam proses casting sebagai pemeran pendukung maupun figuran.
Salah seorang mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UB, Erika, mengaku bersyukur dapat terlibat sebagai figuran. Meski berasal dari disiplin ilmu non-seni pertunjukan, ia memperoleh pengalaman berharga mengenai proses casting hingga produksi film profesional secara langsung. (*/M. Abd. Rachman Rozzi/Januar Triwahyudi)




