MALANG POST – Peringati sewu dina alm. Eddy Rumpoko di Pesanggrahan, Pemkot Batu komitmen meneruskan gagasan visioner branding KWB dan Shining Batu demi pembangunan daerah.
Peringatan tiga tahun (sewu dina) wafatnya mantan Wali Kota Batu periode 2007–2017, almarhum Eddy Rumpoko, berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh rasa haru, di makam keluarga Desa Pesanggrahan, Kota Batu, Sabtu (8/8/2026).
Momentum doa bersama yang digelar tepat pada hari kelahiran almarhum tersebut, dihadiri oleh keluarga besar, jajaran pejabat Pemerintah Kota Batu, tokoh masyarakat, hingga warga sekitar yang ingin mengenang serta mendoakan sosok pemimpin yang dikenal visioner tersebut.
Tiga tahun ternyata bukan waktu yang panjang bagi Dewanti Rumpoko, untuk berdamai dengan rasa kehilangan sang suami. Waktu justru terasa berjalan begitu cepat. Peringatan sewu dina ini bukan sekadar momen mendoakan almarhum, melainkan juga wujud rasa syukur, karena keluarga mampu melewati masa-masa duka yang berat dengan tetap saling menguatkan satu sama lain.
Istri almarhum yang juga Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Dewanti Rumpoko, mengaku bahwa tiga tahun menjalani kehidupan tanpa sosok Eddy Rumpoko bukanlah perkara mudah. Terlebih lagi, banyak hal yang sebelumnya menjadi tanggung jawab utama almarhum, kini harus dihadapi dan diselesaikan secara mandiri oleh pihak keluarga.
“Tiga tahun saya kira lama, ternyata cepat. Alhamdulillah, saya, anak-anak, dan Mami yang saya sayangi semua bisa menjalaninya dengan baik, walau terus terang tidak mudah,” ujar Dewanti dengan nada haru di hadapan para peziarah.

KHUSYUK: Jajaran Pemkot Batu bersama masyarakat dan keluarga Alm Eddy Rumpoko saat doa bersama 1000 hari tepat di hari ulang tahunnya. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Dewanti meyakini, kekuatan yang dimiliki keluarganya untuk melewati masa-masa sulit tersebut bukan semata-mata berasal dari kemampuan diri mereka sendiri. Doa dari orang tua, kerabat, tokoh agama, serta seluruh lapisan masyarakat Kota Batu dinilai menjadi pilar utama yang terus mengiringi dan menguatkan langkah mereka.
“Saya yakin ini semua bukan karena kekuatan atau kehebatan kami. Saya yakin sekali ini adalah berkat doa dari ibu dan bapak semua, sehingga kami kuat menghadapi ini. Insyaallah sampai hari ini luar biasa,” tuturnya.
Penghormatan dan kenangan mendalam terhadap Eddy Rumpoko juga disampaikan oleh jajaran Pemkot Batu. Wali Kota Batu Nurochman menilai, almarhum sebagai salah satu figur paling kunci dalam sejarah perjalanan Kota Batu setelah berdiri sebagai daerah otonom.
Selama dua periode memimpin, Eddy Rumpoko dinilai berhasil meletakkan fondasi pembangunan yang kokoh dan meninggalkan sejumlah gagasan strategis, yang berhasil membentuk identitas Kota Batu sebagai destinasi wisata unggulan.
“Pak Haji Eddy Rumpoko telah memimpin Kota Batu selama 10 tahun. Kita semua mengetahui bersama capaian dan prestasi luar biasa yang beliau torehkan untuk Kota Batu, sehingga daerah ini tumbuh pesat, berkembang, serta dikenal luas oleh masyarakat Indonesia hingga mancanegara,” kata Nurochman.
Wali Kota yang akrab disapa Cak Nur itu secara khusus menyinggung gagasannya mengenai branding Kota Wisata Batu (KWB), yang kemudian berkembang menjadi identitas utama pariwisata daerah. Menurut Cak Nur, terobosan tersebut menjadi bagian paling bersejarah dari perjalanan Kota Batu dalam membangun citra daerah yang berdaya saing tinggi.
“Branding Kota Wisata adalah pencetusnya beliau, yang kemudian kita kenal dengan sebutan KWB. Gagasan itu terus digaungkan secara konsisten, sehingga Kota Batu dikenal sebagai kota tujuan wisata yang penuh kegembiraan dan berkilau, hingga lahirlah slogan Shining Batu,” jelas Cak Nur.
Menurutnya, warisan pemikiran seorang pemimpin hebat tidak akan pernah berhenti atau hilang hanya karena masa jabatannya telah berakhir. Gagasan visioner yang masih sangat relevan justru menjadi amanah dan tanggung jawab bagi generasi penerus untuk dilanjutkan serta disesuaikan dengan tantangan zaman.
Oleh karena itu, seluruh elemen masyarakat, tokoh daerah, hingga jajaran pemerintahan memiliki kewajiban moral untuk menjaga dan menuntaskan cita-cita besar almarhum.
“Itulah kewajiban kita semua untuk melanjutkan apa yang menjadi ide, gagasan, dan cita-cita beliau. Kita semua seharusnya bisa menunaikan dan menjalankannya dengan sebaik-baiknya,” tegasnya.

Cak Nur berharap amanah kepemimpinan yang saat ini dipercayakan kepada dirinya bersama Wakil Wali Kota Heli Suyanto, dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, termasuk dalam mengawal dan meneruskan program-program strategis yang relevan bagi kemajuan Kota Batu.
“Semoga kami berdua, Nurochman dan Heli, bisa meneruskan apa yang menjadi cita-cita beliau dan capaian yang telah beliau torehkan. Kami berkomitmen meneruskannya demi kesejahteraan masyarakat,” lanjutnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto memiliki kenangan personal yang sangat berkesan terhadap almarhum. Heli mengaku cukup mengenal karakter dan kepemimpinan Eddy Rumpoko karena pada masa kepemimpinan almarhum, dirinya sering diajak terlibat dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan.
Menurut Heli, Eddy Rumpoko bukan sekadar mantan wali kota, melainkan sosok mentor inspiratif dalam memahami cara membangun sebuah daerah dengan pendekatan kebudayaan dan kemanusiaan.
“Pak Eddy Rumpoko adalah salah satu tokoh paling inspiratif, terutama bagi saya pribadi. Saya mengenang dan mengetahui Keseharian beliau, karena waktu itu hampir setiap ada kegiatan saya selalu diajak oleh beliau. Dari situ saya sangat memahami bagaimana karakter dan semangat beliau dalam membangun Kota Batu,” ungkap Heli.
Heli menambahkan, dari sekian banyak nasihat dan kenangan yang ditinggalkan almarhum, ada satu pesan sederhana yang paling melekat dalam ingatannya hingga saat ini, yaitu pentingnya menjaga pikiran positif dalam situasi apa pun.
“Satu kata-kata beliau yang selalu saya ingat sampai hari ini adalah nasihat untuk selalu berpikirlah positif. Beliau bilang, insyaallah energi positif itu akan terpancar dalam diri kita. Pesan itu yang selalu saya pegang sampai sekarang. Saya sangat mengagumi beliau,” tuturnya.
Selain itu, Heli juga mengenang almarhum sebagai figur pemimpin yang sangat luwes, merakyat, dan gemar berbaur tanpa sekat dengan seluruh lapisan masyarakat. Kebiasaan turun langsung ke lapangan secara spontan atau blusukan menjadi ciri khas yang sangat melekat dalam ingatan warga.
“Beliau itu sangat suka blusukan. Tiba-tiba kalau turun ke pemukiman warga, beliau tidak masuk ke ruang tamu, melainkan langsung ke dapur warga dan minta dibuatkan kopi atau makan bersama. Kebiasaan merakyat itulah yang membuat almarhum begitu dicintai dan selalu dikenang oleh masyarakat Kota Batu hingga saat ini,” kenang Heli menutup pembicaraan. (Ananto Wibowo/Ra Indrata)




