SOSIALISASI: Pegawai Dinkes Kota Malang saat memaparkan materi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Acara ini diinisiasi Camat Sukun, Dian Kuntari, dan Lurah Ciptomulyo, Dedi Surfianto. (Foto: Eka Nurcahyo/Malang Post)
MALANG POST – Camat Sukun, Hj. Dian Kuntari, terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan pembangunan berbasis data (evidence-based policy). Sebagai tindak lanjut atas hasil sensus Badan Pusat Statistik (BPS), Kecamatan Sukun mengandeng Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang melaksanakan sosialisasi dan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Kelurahan Ciptomulyo, Rabu (29/7/2026).
Camat Sukun, Dr. Hj. Dian Kuntari, terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan pembangunan berbasis data (evidence-based policy). Sebagai tindak lanjut atas hasil sensus Badan Pusat Statistik (BPS), Kecamatan Sukun menggandeng Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang untuk melaksanakan sosialisasi dan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kepada masyarakat Kelurahan Ciptomulyo.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk respons terhadap hasil sensus BPS yang menunjukkan bahwa Kelurahan Ciptomulyo memiliki angka indikator PHBS yang masih memerlukan perhatian serta penguatan edukasi intensif.
Salah satu perhatian utama adalah persoalan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) komunal yang belum berfungsi secara optimal. IPAL komunal di Ciptomulyo telah dibangun sejak 1997 di masing-masing RW.
“Namun, saat ini sarana tersebut belum dimanfaatkan secara optimal,” ujar Dian Kuntari usai kegiatan Sosialisasi dan Edukasi PHBS di Balai Kelurahan Ciptomulyo, Rabu (29/7/2026).
Oleh karena itu, Dian bersama Lurah Ciptomulyo, Dedi Surfianto, menginisiasi sosialisasi PHBS bagi para ketua RT, RW, dan tokoh masyarakat. Selain itu, kegiatan ini menjadi wadah menyerap aspirasi warga guna mencari solusi atas kendala yang muncul di lapangan.
“Seperti IPAL komunal yang tidak optimal itu, ternyata sempat terurus kurang baik setelah ketua pengurusnya meninggal dunia. Karena itu, kami menyarankan pembentukan pengurus baru,” jelas Dian.

HASIL SENSUS: Sosialisasi PHBS di Ciptomulyo tindak lanjut dari hasil sensus oleh BPS. (Foto: Eka Nurcahyo/Malang Post)
Secara teknis, Kecamatan Sukun juga mengambil langkah konkret dengan menggandeng Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang untuk mengecek saluran IPAL komunal guna mendeteksi adanya sumbatan atau kerusakan jaringan.
Data Sensus Jadi Dasar Kebijakan Tepat Sasaran
Langkah terobosan Camat Sukun ini menjadi bukti bahwa data statistik tidak berhenti sebagai sekadar angka laporan, melainkan menjadi dasar dalam menentukan arah kebijakan pembangunan yang tepat sasaran. Melalui pemanfaatan data sensus, pemerintah daerah dapat mengidentifikasi kondisi riil, menentukan prioritas intervensi, serta mengalokasikan sumber daya secara efektif dan efisien.
Kegiatan edukasi yang melibatkan tenaga kesehatan Dinkes Kota Malang ini membekali masyarakat mengenai pentingnya penerapan PHBS sehari-hari. Materi yang disampaikan mencakup kebiasaan mencuci tangan dengan sabun, menjaga kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah rumah tangga, penggunaan air bersih, konsumsi makanan bergizi, aktivitas fisik, hingga upaya pencegahan penyakit berbasis lingkungan.
Masyarakat juga diajak berdiskusi mengenai tantangan harian dalam menerapkan PHBS. Pendekatan partisipatif ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif dari lingkup keluarga.
Dian menegaskan bahwa pemanfaatan data statistik merupakan kunci melahirkan kebijakan publik yang berkualitas dan berdaya guna.
“Data hasil sensus BPS memberikan gambaran objektif mengenai kondisi masyarakat. Karena itu, setiap kebijakan yang kami ambil harus berangkat dari data, bukan sekadar asumsi. Ketika data menunjukkan adanya aspek yang perlu diperkuat di suatu wilayah, pemerintah wajib hadir melalui program yang tepat sasaran. Kolaborasi dengan Dinas Kesehatan ini merupakan bentuk nyata bagaimana data diterjemahkan menjadi aksi,” tegas Dian.
Ia menambahkan, pembangunan tidak dapat berjalan secara parsial. Sinergi antara pemerintah, BPS, perangkat daerah, akademisi, dunia usaha, media, dan masyarakat menjadi modal utama mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Apresiasi juga datang dari perwakilan Dinkes Kota Malang atas langkah inovatif Kecamatan Sukun. Intervensi berbasis data dinilai meningkatkan efektivitas program kesehatan sekaligus memastikan alokasi anggaran menyasar wilayah yang benar-benar membutuhkan perhatian.
Diharapkan, kesadaran hidup bersih dan sehat masyarakat Ciptomulyo semakin meningkat sehingga risiko penyakit berbasis lingkungan dapat ditekan secara signifikan demi meningkatkan kualitas hidup warga. (Eka Nurcahyo)




