MALANG POST – BYD Haka Solo menggelar Exclusive Showroom Event 5+1 yang diisi dengan diskusi Solo Community Talk bersama Forum Otomotif Solo Raya (FOSR) pada Sabtu (25/7/2026), sebagai langkah strategis membangun jembatan komunikasi dan mengedukasi puluhan komunitas otomotif se-Eks Karesidenan Surakarta mengenai transisi menuju era kendaraan listrik.
Gelombang elektrifikasi kendaraan terus merambah daerah. Solo tidak mau ketinggalan. Di kota yang kaya akan sejarah dan kebudayaan ini, pendekatan menuju era mobil listrik dilakukan dengan cara yang sangat cair: lewat ruang cangkrukan dan ruang dialog antar-komunitas.
Suasana berbeda terasa dalam gelaran Exclusive Showroom Event 5+1 yang digagas BYD Haka Solo pada Sabtu (25/7/2026). Di balik deretan promo penjualan dan unit kendaraan listrik yang siap diuji usap, ada acara inti yang mencuri perhatian. Sebuah sesi wicara bertajuk “Solo Community Talk: Ngobrol Mobil Masa Depan Bareng Warga Solo.”
Sasarannya tidak main-main. Untuk edisi perdana ini, BYD Haka Solo menggaet Forum Otomotif Solo Raya (FOSR).
Bagi pecinta otomotif di Jawa Tengah, nama FOSR sudah tidak asing. Ini adalah payung besar, induk paguyuban paling disegani yang menaungi puluhan klub dan komunitas mobil lintas merek di seluruh bekas Karesidenan Surakarta. Wilayahnya membentang luas: Kota Surakarta, Sukoharjo, Karanganyar, Boyolali, Klaten, Sragen, hingga Wonogiri.
Berita acara ini menjadi penting. Selama bertahun-tahun, FOSR adalah wadah berkumpulnya ribuan orang dengan bermacam latar belakang kendaraan—mulai dari mobil klasik, retro, peminat balap, hingga penggemar jip offroad. Merangkul FOSR berarti merangkul para opinion leader otomotif di Soloraya.
Pemilihan FOSR sebagai tamu utama memuat pesan tersirat yang tajam. Transisi menuju era kendaraan listrik (electric vehicle) bukan milik kelompok elit tertentu atau sekadar tren sesaat. Elektrifikasi adalah masa depan yang bisa diterima oleh seluruh pecinta otomotif, tanpa peduli apa pun merek atau jenis mobil bensin yang mereka kendarai sebelumnya.

Branch Manager BYD Haka Solo, Iryadefrid Arof Nugroho, memahami betul karakter komunitas. Menurutnya, BYD Haka Solo tidak ingin dipandang sebatas diler tempat transaksi jual-beli kendaraan semata, melainkan sebagai rumah ekosistem mobil listrik yang ramah dan inklusif.
“Melalui kolaborasi strategis bersama Forum Otomotif Solo Raya, kami ingin menunjukkan bahwa BYD Haka Solo bukan sekadar tempat membeli mobil, melainkan pusat ekosistem kendaraan listrik yang modern, siap digunakan, dan adaptif terhadap perkembangan kebutuhan masyarakat,” ujar Iryadefrid.
Para pengurus dan anggota FOSR pun ditantang untuk menjajal langsung sensasi dibalik kemudi lewat sesi Exclusive Test Drive. Kejutan teknologi langsung terasa. Akselerasi instan tanpa jeda perpindahan gigi—karakter khas motor listrik—memberikan perspektif baru bagi para pegiat mobil bermesin pembakaran dalam (internal combustion engine).
Iryadefrid yakin, testimoni dan ulasan autentik dari para senior komunitas otomotif ini jauh lebih berbobot untuk mengedukasi publik Solo Raya ketimbang brosur promosi biasa.
Bukan cuma soal kecepatan dan akselerasi. Diskusi dalam talk show tersebut juga membedah bagaimana mobil listrik masa kini telah bergeser fungsi. Bukan lagi sekadar alat angkut orang dari titik A ke titik B, melainkan bagian dari penopang gaya hidup.
Teknologi Vehicle-to-Load (V2L) menjadi salah satu fitur yang paling membuat peserta terpukau. Fitur ini menyulap mobil listrik menjadi raksasa power bank berjalan.
Baterai mobil bisa dicolok untuk menyuplai daya listrik bagi berbagai kebutuhan luar ruangan. Mau kemping di tawangmangu? Bawa alat masak listrik, menyalakan penerangan tenda, hingga menyalakan televisi atau konsol gim langsung dari bagasi mobil—semuanya bisa dilakukan tanpa perlu repot membawa mesin genset yang bising dan berbau asap.
Acara yang dipandu oleh konten kreator dan pembawa acara kawakan Solo, Esa Hebat, itu berlangsung gayeng namun berbobot. Esa menilai langkah Haka Auto merangkul FOSR sangat jitu dalam menembus tembok kecanggihan teknologi agar membumi di tengah warga.
“Melalui diskusi seperti ini, Haka Auto menempatkan diri sebagai mitra strategis bagi komunitas lokal, bukan hanya sebagai pelaku bisnis otomotif. Pendekatan ini memperkuat citra BYD Haka Solo sebagai diler yang inklusif,” jelas Esa Hebat.
Menurut Esa, ketika induk organisasi sebesar FOSR diikutsertakan dalam dialog terbuka, narasi tentang mobilitas ramah lingkungan akan lebih mudah diserap oleh masyarakat luas. Sebab, pesan itu disampaikan lewat figur-figur komunitas yang sudah memegang kepercayaan publik di akar rumput.
Inisiatif BYD Haka Solo tidak berhenti di sini. Solo Community Talk diproyeksikan menjadi panggung diskusi berkala. Ke depan, wadah ini akan terus menjalin komunikasi dengan beragam latar belakang komunitas, akademisi, hingga pelaku industri kreatif demi mempercepat adopsi kendaraan ramah lingkungan di jantung Jawa Tengah. (Ra Indrata)




