MALANG POST– Sebanyak 29 calon siswa dari keluarga kurang mampu asal Kota Batu, bersiap memulai babak baru pendidikan berasrama di Sekolah Rakyat (SR) Kota Blitar. Pemerintah Kota (Pemkot) Batu melalui Dinas Sosial (Dinsos) memastikan, seluruh rangkaian persiapan, mulai dari tes kebugaran hingga fasilitas pengantaran orang tua, telah dimatangkan jelang pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada 31 Juli 2026.
Sebanyak 29 calon siswa asal Kota Batu bersiap memulai babak baru perjalanan pendidikan mereka. Pada akhir bulan ini, mereka dijadwalkan berangkat menuju Sekolah Rakyat (SR) di Kota Blitar untuk mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sekaligus mengawali pola hidup baru di lingkungan pendidikan berasrama.
Pemerintah Kota (Pemkot) Batu memastikan seluruh rangkaian persiapan keberangkatan telah dilakukan secara matang. Langkah persiapan tersebut meliputi pemeriksaan kesehatan menyeluruh, pengecekan fisik dan kebugaran, hingga penyediaan fasilitas moda transportasi keberangkatan bagi para siswa beserta orang tua mereka.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Batu, Lilik Fariha, menyampaikan bahwa para siswa dijadwalkan mengikuti MPLS pada 31 Juli 2026. Seluruh calon siswa tersebut merupakan anak-anak terpilih dari keluarga kurang mampu yang mendapatkan akses program Sekolah Rakyat gagasan pemerintah pusat.

SEKOLAH RAKYAT: Siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 14 Kota Batu, sebentar lagi adik kelas mereka akan mengikuti MPLS di Blitar. (Foto: Ananto Wibowo / Malang Post)
“Dari Kota Batu ada 29 calon siswa yang akan berangkat ke SR di Kota Blitar. Mereka mulai mengikuti rangkaian MPLS pada 31 Juli nanti,” ujar Lilik saat dikonfirmasi, kemarin.
Mengingat para siswa akan tinggal di asrama selama menempuh masa pendidikan, aspek kesehatan fisik menjadi perhatian paling utama. Oleh karena itu, seluruh calon peserta didik telah menjalani proses pemindaian (skrining) kesehatan dan tes kebugaran yang difasilitasi oleh Dinas Kesehatan Kota Batu.
Pemeriksaan medis ini dilakukan untuk memastikan para siswa dalam kondisi fisik yang prima sebelum memasuki lingkungan asrama. Apabila ditemukan adanya gangguan kesehatan tertentu, tim medis dapat melakukan intervensi serta penanganan dini.
”Anak-anak sudah mengikuti pemeriksaan kesehatan dan kebugaran. Karena mereka akan tinggal di asrama, kami memastikan tidak ada masalah kesehatan yang dapat mengganggu proses belajar mereka nantinya,” terang Lilik.
Ia menambahkan, langkah antisipasi kesehatan ini sangat penting agar para siswa dapat beradaptasi secara optimal di lingkungan baru. Selain menjalani kegiatan belajar formal di kelas, para siswa juga akan dilatih menerapkan pola hidup mandiri di asrama, mulai dari mengelola aktivitas harian hingga berinteraksi dengan sesama rekan dari berbagai daerah.
Tak hanya menyiapkan mental dan fisik siswa, Pemkot Batu turut memberikan perhatian khusus kepada para orang tua. Pada hari keberangkatan kelak, pemerintah daerah akan menyediakan angkutan khusus untuk mengantar para siswa beserta pendamping secara bersama-sama menuju Kota Blitar.

Fasilitas pengantaran tersebut disediakan guna memberikan rasa tenang kepada pihak keluarga, sekaligus memberi kesempatan bagi para orang tua untuk melihat secara langsung kondisi fisik sekolah dan fasilitas asrama tempat anak-anak mereka menuntut ilmu.
”Nanti orang tua juga difasilitasi untuk ikut mengantar. Harapannya mereka bisa mengetahui kondisi nyata sekolah dan asrama, sehingga lebih tenang saat melepas anak-anaknya belajar di sana,” imbuhnya.
Program Sekolah Rakyat sendiri menjadi salah satu strategi intervensi pemerintah dalam memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui jalur pendidikan. Konsep pendidikan berasrama dinilai efektif dalam menyajikan lingkungan belajar yang terarah, sekaligus memastikan siswa memperoleh pendampingan akademik serta pembentukan karakter secara intensif.
Bagi 29 siswa asal Kota Batu ini, keberangkatan ke Blitar bukan sekadar menghadiri seremonial MPLS. Momen ini menjadi langkah awal dalam merajut masa depan yang lebih sejahtera. Mereka akan belajar hidup mandiri jauh dari rumah demi mengejar cita-cita di lingkungan pendidikan yang baru.
Pemkot Batu pun menyertipkan harapan besar bagi keberhasilan studi para siswa tersebut. “Semoga mereka betah, semangat belajar, berprestasi, dan kelak bisa menjadi generasi penerus yang membanggakan keluarga maupun daerah,” pungkas Lilik. (Ananto Wibowo / Ra Indrata)




