MALANG POST – Destinasi wisata bertema dunia jamur di Desa Tulungrejo, Kota Batu, Mikutopia, resmi meluncurkan paket foto pre-wedding tematik, bertajuk “pre-wedding rasa liburan” pada Senin (13/7/2026). Langkah inovatif ini sengaja dihadirkan, untuk menangkap tren berburu lokasi pemotretan estetik bagi pasangan calon pengantin di Jawa Timur, dengan menawarkan perpaduan ratusan spot foto unik bergaya Jepang, wahana permainan, serta latar alami panorama lereng Gunung Arjuno.
Tren foto pre-wedding kini tak lagi sekadar mencari lokasi indah untuk berpose. Pasangan calon pengantin mulai memburu tempat yang bisa menghadirkan pengalaman berbeda, sekaligus memberikan hasil dokumentasi yang estetik dan berkesan.
Peluang itu ditangkap oleh Mikutopia di Desa Tulungrejo, Kota Batu. Destinasi wisata bertema dunia jamur tersebut resmi menghadirkan paket pre-wedding dengan konsep unik, yakni pemotretan bernuansa liburan di tengah taman bunga, kastel warna-warni bergaya Jepang, hingga panorama alami lereng Gunung Arjuno.
Mengusung tagline “pre-wedding rasa liburan”, Mikutopia menawarkan pengalaman yang berbeda dibanding lokasi pemotretan pada umumnya.
Manajer Operasional Mikutopia, Panji Akbar Ramadhani, mengatakan bahwa konsep tersebut sengaja dihadirkan untuk menjawab kebutuhan pasangan muda yang menginginkan hasil foto lebih kekinian dan tidak monoton.
“Pre-wedding rasa liburan hanya bisa didapatkan di Mikutopia. Perpaduan taman bunga, wahana permainan, dan kastel warna-warni membuat hasil dokumentasi menjadi berbeda, lebih seru, dan sangat estetik,” ujarnya, Senin (13/7/2026).

PRE WEDDING: Mikutopia membuat terobosan baru, selain sebagai tempat wisata mereka juga menawarkan paket pre wedding. (Foto: Ananto Wibowo / Malang Post)
Menurut Panji, Mikutopia memiliki lebih dari 200 spot foto tematik yang tersebar di seluruh kawasan wisata. Seluruh area didesain dengan konsep dunia jamur yang dipadukan arsitektur bergaya Jepang, sehingga menghadirkan suasana layaknya berada di negeri dongeng. Bangunan kastel jamur berwarna-warni, taman bunga, area permainan, hingga sudut-sudut dengan latar pegunungan menjadi daya tarik tersendiri bagi pasangan yang ingin mengabadikan momen menjelang hari pernikahan.
“Keunggulan kami bukan hanya wahana permainan, tetapi juga bangunan-bangunan ikonik bergaya Jepang dengan bentuk kastel jamur. Hampir setiap sudut kawasan dirancang menarik secara visual, sehingga sangat cocok dijadikan lokasi pemotretan,” katanya.
Tak hanya menawarkan latar buatan yang instagramable, lokasi Mikutopia di kawasan kaki Gunung Arjuno juga menjadi nilai tambah. Menjelang sore hari, panorama pegunungan dengan udara sejuk khas Kota Batu mampu menghadirkan suasana romantis yang mempercantik hasil dokumentasi.
“Lokasi kami berada di kaki Gunung Arjuno. Saat sore hari pemandangannya sangat indah. Pengunjung tidak hanya menikmati wahana, tetapi juga panorama alam yang menjadi nilai lebih untuk dokumentasi pre-wedding,” jelasnya.
Untuk mendukung kebutuhan calon pengantin, Mikutopia menyiapkan dua pilihan paket. Paket Sweet Moment dibanderol Rp600 ribu untuk maksimal lima orang. Fasilitas yang diperoleh meliputi tiket masuk reguler, akses ruang wardrobe, penggunaan area selama jam operasional, serta gratis satu kali wahana Bianglala untuk tiga orang.
Sementara itu, paket Luxury Love ditawarkan dengan harga Rp800 ribu untuk maksimal lima orang. Selain mendapatkan seluruh fasilitas pada paket sebelumnya, pasangan juga memperoleh akses gratis wahana Bianglala dan Carousel untuk tiga orang, serta layanan pengawalan keamanan selama sesi pemotretan berlangsung.
Panji optimistis konsep tersebut akan menjadi alternatif baru bagi pasangan muda, khususnya di Malang Raya dan Jawa Timur, yang ingin mendapatkan pengalaman pre-wedding lebih berkesan. Ia pun mengimbau calon pengantin melakukan reservasi lebih awal agar jadwal pemotretan dapat disesuaikan dengan ketersediaan lokasi, yakni dengan menghubungi nomor WhatsApp 0851-7755-1482.
“Kami menyarankan calon pengantin segera mengamankan tanggal hari bahagianya dengan melakukan reservasi terlebih dahulu,” pungkasnya. (Ananto Wibowo / Ra Indrata)




