MALANG POST – Dua mahasiswa Program Doktor Teknologi Pembelajaran Universitas Negeri Malang (UM), I Gede Purwana Edi Saputra dan Rikardus Feribertus Nikat, sukses mengukir prestasi internasional dengan terpilih sebagai pembicara utama (oral speaker) dalam ajang 11th International Conference on Advanced Research in Education, Teaching, and Learning (ARETL) 2026. Dalam konferensi yang digelar di University of Amsterdam, Belanda, pada akhir Juni 2026 lalu, keduanya memaparkan riset mutakhir pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence) demi mendorong digitalisasi pendidikan nasional.
Universitas Negeri Malang (UM) terus memperkokoh eksistensinya di kancah akademik global. Kali ini, prestasi diukir oleh dua mahasiswa Program Doktor Teknologi Pembelajaran, I Gede Purwana Edi Saputra dan Rikardus Feribertus Nikat.
Keduanya sukses terpilih sebagai pembicara utama (oral speaker) dalam ajang bergengsi 11th International Conference on Advanced Research in Education, Teaching, and Learning (ARETL) 2026 yang digelar di University of Amsterdam, Belanda, akhir bulan lalu.
Dalam forum dunia tersebut, Gede dan Rikardus memaparkan riset mutakhir mengenai pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam dunia pendidikan. Langkah ini menjadi bukti nyata kontribusi UM dalam memajukan teknologi pembelajaran di level internasional. Melalui jejaring global ini, diharapkan lahir kolaborasi riset yang mampu mendongkrak publikasi ilmiah bereputasi, sekaligus mempercepat digitalisasi pendidikan di tanah air.
Bagi Program Studi Doktor Teknologi Pembelajaran UM, keterlibatan mahasiswa di panggung dunia merupakan bagian dari strategi besar untuk mengasah iklim riset, mendongkrak daya saing, dan memperluas kemitraan global. Selain melejitkan kapasitas personal mahasiswa, pencapaian ini kian menegaskan posisi UM sebagai poros inovasi pendidikan berbasis teknologi.
Di akhir sesi konferensi, Gede mengungkapkan rasa syukur dan harapannya agar hasil penelitian mereka bisa berdampak langsung bagi kemajuan pendidikan nasional.
“Forum global ini memberikan ruang luar biasa untuk bertukar ide dengan para peneliti dunia, sekaligus mengenalkan inovasi yang kami rancang di UM. Kami berharap riset ini bisa terus disempurnakan lewat kolaborasi lintas negara agar memberi dampak konkret di Indonesia,” ujar Gede.
Kedua mahasiswa doktoral tersebut juga mengapresiasi dukungan penuh dari pihak kampus melalui Program Bantuan Seminar Internasional. Stimulus pendanaan ini dinilai sebagai langkah strategis UM dalam memfasilitasi riset berkualitas, memperluas relasi akademik global, dan memperkuat reputasi kampus di level internasional.
Selain itu, partisipasi aktif ini menjadi langkah konkret UM dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin ke-4 terkait pemenuhan Pendidikan Berkualitas lewat inovasi digital, serta poin ke-17 mengenai Kemitraan global demi menghadirkan solusi pendidikan yang bermanfaat luas. (M. Abd. Rachman. Rozzi-Januar Triwahyudi)




