MALANG POST – HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2025/2026 bukan sekadar turnamen usia muda. Kompetisi yang kini memasuki babak semifinal di Supersoccer Arena, Kudus, menjadi pintu seleksi pemain untuk memperkuat tim nasional putri Indonesia U-16 yang akan tampil pada Srikandi Merdeka Cup 2026 hingga Kualifikasi Piala Asia U-17.
Perburuan gelar memang penting. Namun, bagi para pemain putri yang tampil di Kudus, ada hadiah yang jauh lebih besar.
Kesempatan mengenakan seragam tim nasional Indonesia.
HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2025/2026 yang memasuki babak semifinal mulai Sabtu (11/7/2026) menjadi arena pemantauan pemain untuk membentuk tim nasional putri U-16.
Kompetisi tersebut merupakan bagian dari Women’s Soccer Trilogy 2026, program pembinaan sepak bola putri yang digelar di Supersoccer Arena, Kudus, sejak Juni hingga Agustus.
Rangkaian program itu terdiri atas tiga agenda. Dimulai dari Milklife Soccer Challenge All-Stars U-12, dilanjutkan HYDROPLUS Soccer League All-Stars kategori U-15 dan U-18, lalu ditutup dengan Srikandi Merdeka Cup 2026 pada pertengahan Agustus.
Program Director HYDROPLUS Soccer League, Teddy Tjahjono, mengatakan turnamen All-Stars menjadi mata rantai penting dalam pembinaan pemain muda.
Setelah kompetisi ini berakhir, pemain-pemain terbaik akan diseleksi untuk tampil di Srikandi Merdeka Cup 2026.
Turnamen internasional tersebut akan diikuti tujuh negara, yakni Indonesia, Thailand, Singapura, Malaysia, Filipina, Yordania, dan Arab Saudi.
Indonesia sendiri akan menurunkan dua tim nasional putri U-16.
“Pemain yang akan diseleksi untuk Srikandi Merdeka Cup 2026 berasal dari peserta HYDROPLUS Soccer League All-Stars. Namun akan ada tambahan pemain yang tidak tampil di All-Stars, karena ada yang bukan berasal dari tim peringkat satu atau dua di kompetisi regional masing-masing,” ujar Teddy di Supersoccer Arena, Jumat (10/7/2026).
Selama All-Stars berlangsung, proses pemantauan dilakukan oleh tim pelatih yang dipimpin Timo Scheunemann dan Takumi Taniguchi, dengan Jacksen F. Tiago mewakili proses pengamatan di lapangan.
Dari proses itu, sekitar 60 pemain terbaik akan dipilih sebagai kandidat tim nasional.
Menurut Teddy, komunikasi dengan PSSI terus dilakukan untuk mematangkan pembentukan skuad U-16.
“Kami ingin memberi pengalaman kepada para pemain muda untuk bermain di level internasional dan bersaing dengan timnas negara lain,” katanya.
Ia menambahkan, skuad yang terbentuk melalui Srikandi Merdeka Cup diproyeksikan menjadi cikal bakal tim Indonesia pada Kualifikasi Piala Asia U-17 yang dijadwalkan berlangsung Oktober mendatang.
HYDROPLUS Soccer League sendiri merupakan kelanjutan dari Milklife Soccer Challenge yang telah berjalan sejak 2023.
Jika Milklife menjadi wadah pembinaan pemain usia sekolah dasar, HYDROPLUS Soccer League memberi ruang bagi para pemain yang telah memasuki jenjang berikutnya agar tetap mendapat kompetisi secara berkelanjutan.
“Banyak pemain lulusan Milklife Soccer Challenge yang melanjutkan karier dan berkompetisi di HYDROPLUS Soccer League. Kompetisi ini kami hadirkan agar mereka yang sudah lulus SD tetap bisa berlatih, berkembang, dan mendapatkan kesempatan bertanding. Harapannya, para pemain muda berbakat ini akan menjadi tulang punggung timnas putri Indonesia di masa depan,” jelas Teddy.
Kompetisi HYDROPLUS Soccer League pertama kali bergulir pada Oktober 2025 dengan empat regional, yakni Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
Musim depan, cakupannya akan diperluas.
Solo dipastikan menjadi regional kelima sehingga jalur pembinaan sepak bola putri dari level akar rumput hingga kompetisi usia remaja semakin luas.
Target akhirnya tidak berubah: memperbanyak pemain berkualitas yang siap membawa timnas putri Indonesia bersaing di level internasional. (M. Abd. Rachman Rozzi)




