MALANG POST – Suasana hari pertama masuk sekolah usai libur semester genap diperkirakan kembali ramai pada Senin (13/7/2026). Di momen itu, Pemerintah Kota Batu mengajak para ayah untuk meluangkan waktu mengantar putra-putrinya ke sekolah.
Ajakan tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap program nasional Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), yang mendorong keterlibatan ayah dalam pengasuhan dan pendidikan anak sejak usia dini.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batu, Alfi Nurhidayat, mengatakan bahwa kehadiran ayah di hari pertama sekolah bukan sekadar aktivitas seremonial. Langkah sederhana itu diyakini memiliki dampak besar terhadap kondisi psikologis anak.
“Kami mengimbau para ayah melakukan gerakan mengantar anak, khususnya pada hari pertama masuk sekolah. Gerakan yang terlihat sederhana ini nantinya akan berdampak sangat dalam bagi anak, keluarga, dan sekolah,” ujarnya, Jumat (10/7/2026).
Menurut Alfi, momen diantar langsung oleh ayah dapat menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi anak saat kembali memasuki lingkungan belajar setelah cukup lama menikmati masa libur. Kehadiran orang tua, khususnya ayah, juga mampu menumbuhkan semangat serta kepercayaan diri anak dalam memulai tahun ajaran baru.
Ia menilai keterlibatan ayah dalam pendidikan anak selama ini masih perlu terus diperkuat. Karena itu, gerakan mengantar anak ke sekolah diharapkan menjadi simbol hadirnya peran aktif ayah dalam proses tumbuh kembang anak.

BINCANG-BINCANG: Sekda Kota Batu, Alfi Nurhidayat saat berbincang dengan salah seorang pelajar dan wali murid, di hari pertama masuk sekolah nanti ia mengajak ayah untuk mengantar anaknya ke sekolah. (Foto: Ananto Wibowo / Malang Post)
Selain memberikan dukungan emosional kepada anak, kehadiran ayah juga menjadi bentuk kerja sama dalam keluarga. Anak dapat melihat secara langsung bahwa ayah dan ibu memiliki peran yang sama penting dalam mendampingi pendidikan mereka.
“Melalui gerakan ini, kita ingin menghadirkan rasa aman bagi anak dan membuat ibu merasa didukung oleh suami. Kebersamaan antara ayah dan ibu sangat penting karena anak akan melihat tim yang kuat di dalam keluarganya,” jelasnya.
Alfi menambahkan bahwa hubungan keluarga yang harmonis akan berpengaruh positif terhadap perkembangan karakter dan kesehatan mental anak. Anak yang merasa didukung penuh oleh kedua orang tuanya cenderung lebih gembira, mudah beradaptasi, dan memiliki motivasi belajar yang lebih baik.
Tak hanya bagi keluarga, gerakan tersebut juga diharapkan mampu mempererat hubungan antara sekolah dan orang tua. Kehadiran ayah di lingkungan sekolah menjadi sinyal bahwa pendidikan anak bukan hanya tanggung jawab guru, melainkan tanggung jawab bersama antara satuan pendidikan dan keluarga.
“Anak akan merasa tenang, merasa aman, merasa nyaman, dan memulai sekolah dengan gembira serta semangat. Bagi sekolah, ini juga penting karena sekolah akan merasa mendapat dukungan dan bonding antara sekolah dengan orang tua semakin kuat,” terangnya.
Pemkot Batu berharap gerakan sederhana tersebut dapat menjadi budaya baru di tengah masyarakat. Dengan keterlibatan orang tua yang semakin kuat, terutama peran ayah, proses pendidikan anak di Kota Batu diharapkan dapat berjalan lebih optimal sejak hari pertama masuk sekolah. (Ananto Wibowo / Ra Indrata)




