MALANG POST – Arema FC resmi mendatangkan bek tengah asal Brasil, Diego Luiz Landis, untuk memperkuat lini pertahanan menghadapi kompetisi musim 2026/2027. Pemain bertinggi 1,93 meter itu, bergabung dengan Singo Edan setelah musim terakhir memperkuat Terengganu FC di Liga Super Malaysia.
Tingginya 1,93 meter. Datang dari Brasil. Sudah pula mencicipi sepak bola Portugal, Thailand, dan Malaysia.
Namanya Diego Luiz Landis.
Bek tengah berusia 28 tahun itu kini menjadi penghuni baru benteng Arema FC. Manajemen Singo Edan resmi mendatangkannya untuk menghadapi kompetisi musim 2026/2027.
Kehadiran Diego bukan sekadar menambah jumlah pemain belakang. Arema membutuhkan persaingan yang lebih ketat di sektor pertahanan. Juga kedalaman skuad untuk menghadapi perjalanan satu musim yang panjang.
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menyebut perekrutan Diego merupakan bagian dari hasil evaluasi tim pelatih. Kebutuhan di lini pertahanan menjadi salah satu perhatian dalam membangun skuad baru.
“Kami menyambut Diego Landis sebagai bagian dari keluarga besar Arema FC. Kehadirannya diharapkan dapat memberikan kualitas, pengalaman, dan memperkuat kedalaman skuad di lini belakang. Kami percaya Diego memiliki karakter bermain yang sesuai dengan kebutuhan tim untuk menghadapi kompetisi yang panjang,” ujar Yusrinal.

WELCOME: Diego Landis saat diperkenalkan sebagai pemain asing baru di skuad Arema FC. (Foto: Arema Official)
Diego lahir di Paranavaí, Brasil, pada 3 Mei 1998. Dengan postur 1,93 meter, duel udara menjadi salah satu keunggulannya. Ia juga dikenal kuat menjaga area pertahanan serta tenang ketika memulai serangan dari belakang.
Perjalanan kariernya pun melintasi beberapa negara.
Diego pernah menjadi bagian dari FC Porto B di Portugal. Setelah itu, petualangannya berlanjut ke Asia Tenggara. Ia bermain di Thailand bersama Chiangrai United dan Khon Kaen United.
Pada musim terakhir sebelum datang ke Malang, Diego memperkuat Terengganu FC di Liga Super Malaysia. Di sana, ia mencatatkan penampilan yang konsisten sepanjang kompetisi.
Pengalaman bermain di sejumlah negara itulah yang menjadi salah satu pertimbangan Arema. Apalagi, Singo Edan sedang membangun fondasi pertahanan untuk bersaing pada musim 2026/2027.
“Kami berharap Diego bisa segera beradaptasi dengan tim dan memberikan kontribusi maksimal. Pengalamannya bermain di beberapa negara menjadi nilai tambah yang kami yakini dapat membantu meningkatkan kualitas lini pertahanan Arema FC,” kata Yusrinal.
Kini, pekerjaan Diego dimulai.
Ia harus beradaptasi dengan tim, karakter kompetisi, dan tentu saja tekanan yang menyertai setiap pemain Arema. Sebab, postur 1,93 meter dan sederet pengalaman di luar negeri saja belum cukup. Jawaban sesungguhnya tetap ada di lapangan.
Bagi Arema, kedatangan Diego juga mempertebal persaingan di jantung pertahanan. Manajemen berharap kebutuhan yang direkomendasikan jajaran pelatih bisa terpenuhi dan Singo Edan memiliki fondasi belakang yang lebih kokoh menghadapi musim baru.
Dari Paranavaí, Portugal, Thailand, Malaysia, kini perjalanan Diego sampai di Malang.
Selamat datang di Bumi Arema, Diego Luiz Landis.
Salam Satu Jiwa. (Ra Indrata)




