MALANG POST – Momentum libur sekolah mulai menggerakkan sektor pariwisata Kota Batu. Pada akhir pekan pertama Juli 2026, arus kendaraan menuju kawasan wisata meningkat hingga 40 persen dibanding hari biasa, sementara tingkat hunian hotel menembus lebih dari 70 persen. Untuk mengantisipasi lonjakan wisatawan, Satlantas Polres Batu menambah personel dan menyiapkan sejumlah rekayasa lalu lintas di titik-titik rawan kepadatan.
Dua pekan pertama libur sekolah belum sepenuhnya menggairahkan pariwisata Kota Batu. Namun, memasuki akhir pekan, situasinya mulai berubah. Arus kendaraan meningkat, hotel kembali dipenuhi tamu, dan denyut kota wisata ini perlahan kembali hidup.
Satlantas Polres Batu mencatat lonjakan volume kendaraan yang masuk ke Kota Batu selama Sabtu dan Minggu. Dibandingkan hari biasa, peningkatannya diperkirakan mencapai 30 hingga 40 persen. Mayoritas kendaraan datang dari luar daerah dengan tujuan berbagai destinasi wisata.
Kasat Lantas Polres Batu, AKP Matheus Jaka Iswantara, mengatakan kondisi lalu lintas pada hari kerja masih relatif normal. Kepadatan baru terasa saat akhir pekan bersamaan dengan meningkatnya kunjungan wisatawan.
“Menurut kami, di hari-hari biasa masih normal saja. Namun, terjadi peningkatan itu di weekend dengan sasaran tujuan ke tempat-tempat wisata,” ujarnya, Minggu (5/7/2026).
Mengantisipasi lonjakan tersebut, Kapolres Batu AKBP Aris Purwanto menginstruksikan penebalan personel di lapangan. Setiap akhir pekan, Polres Batu menyiagakan tambahan personel sekitar sepertiga kekuatan di luar personel reguler untuk mengamankan titik-titik yang berpotensi mengalami kemacetan.
Pengamanan dipimpin langsung oleh Perwira Pengawas (Pawas) Opsnal. Selain tim urai kemacetan yang bergerak secara mobile, personel cadangan juga disiagakan di Mapolres Batu sehingga dapat diterjunkan sewaktu-waktu sesuai perkembangan situasi.
Sejumlah rekayasa lalu lintas pun telah disiapkan. Salah satunya melalui pengaturan manual di persimpangan yang mengalami lonjakan kendaraan.

PADAT: Sejumlah ruas jalan di Kota Batu mengalami kepadatan akhir pekan ini, salah satunya di kawasan perempatan Batos. (Foto: Ananto Wibowo / Malang Post)
“Kami sudah menyiapkan beberapa skema untuk mengatasi kepadatan arus lalu lintas ketika ada peningkatan volume kendaraan. Salah satunya dengan menerjunkan personel untuk melakukan pengaturan manual,” terang Jaka.
Skema tersebut telah diterapkan di Simpang Empat Arhanud, pintu masuk Kota Batu dari arah Exit Tol Singosari. Saat antrean kendaraan memanjang, petugas menghentikan sementara sistem lampu lalu lintas dan mengatur arus kendaraan secara manual agar antrean lebih cepat terurai.
“Ketika ada peningkatan volume kendaraan, kami menarik masuk kendaraan ke Kota Batu secara manual, tidak lagi bergantung pada traffic light,” tambahnya.
Meningkatnya mobilitas wisatawan mulai berdampak positif terhadap sektor perhotelan. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu, Sujud Hariadi, mengungkapkan selama dua pekan pertama libur sekolah tingkat hunian hotel masih berada di kisaran 50 hingga 60 persen.
Angka tersebut dinilai belum memenuhi harapan pelaku usaha yang menjadikan libur sekolah sebagai salah satu musim puncak kunjungan wisata.
“Kisaran 50-60 persen untuk rata-rata okupansi hotel selama dua minggu terakhir,” kata Sujud.
Namun, memasuki akhir pekan, reservasi mulai meningkat signifikan. Sejak Jumat (3/7/2026), tingkat pemesanan kamar telah melampaui 70 persen dan diperkirakan terus bertambah hingga puncak liburan.
“Sejak Jumat kemarin terpantau mulai ada peningkatan. Reservasi hotel di Kota Batu sudah mencapai lebih dari 70 persen,” jelasnya.
PHRI optimistis okupansi hotel masih bisa meningkat hingga 90 persen sebelum masa libur sekolah berakhir pada 12 Juli 2026.
Menariknya, meski permintaan kamar meningkat, sebagian besar hotel tetap mempertahankan publish rate atau tarif normal. Pelaku usaha menilai kondisi daya beli masyarakat belum memungkinkan untuk menaikkan harga kamar seperti pada musim liburan sebelumnya.
“Kami menggunakan publish rate atau tarif normal. Tidak bisa dinaikkan lagi untuk harga kamar karena situasi daya beli masyarakat belum memungkinkan,” tegas Sujud.
Untuk menarik lebih banyak wisatawan, sejumlah hotel kini menawarkan paket bundling bersama destinasi wisata. Kolaborasi tersebut memberi harga yang lebih kompetitif sekaligus memudahkan tamu menikmati berbagai objek wisata di Kota Batu.
Di tengah meningkatnya kunjungan wisatawan, kepolisian mengimbau masyarakat mematuhi arahan petugas, memastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum berangkat, serta menyiapkan waktu perjalanan yang lebih longgar saat berkunjung pada akhir pekan agar perjalanan menuju Kota Batu tetap aman, nyaman, dan lancar. (Ananto Wibowo / Ra Indrata)




