MALANG POST – Tren wisata tematik yang menawarkan pengalaman imersif kian diminati masyarakat sebagai alternatif rekreasi keluarga. Tak lagi hanya mengandalkan teknologi canggih atau efek visual modern, kini konsep wisata yang mengangkat budaya lokal juga semakin dilirik karena mampu menghadirkan sensasi berbeda sekaligus memperkenalkan unsur tradisi kepada pengunjung.
Pengalaman unik itu kini bisa ditemui di kawasan Baloga UMKM Market, bagian dari Batu Love Garden (Baloga). Di area ini, pengunjung diajak menguji keberanian melalui Panggon Wingit, wahana rumah hantu yang mengusung nuansa tradisional Jawa dengan konsep permainan yang menegangkan.
Berbeda dari rumah hantu pada umumnya, Panggon Wingit tidak sekadar menyajikan efek kejut. Wahana ini dikemas dalam format permainan berkelompok yang menantang adrenalin sekaligus menguji kekompakan. Dalam satu sesi, maksimal enam orang akan memasuki sebuah rumah tua yang gelap dan penuh misteri.
Misi mereka tidak mudah. Para peserta harus mencari sebuah kunci yang tersembunyi di area “kamar nenek”, ruangan yang terkunci dan menjadi pusat permainan. Suasana yang mencekam membuat setiap langkah terasa penuh ketegangan.

UJI NYALI: Wisatawan saat masuk ke dalam rumah hantu Panggong Wingit di Baloga, merasakan sensasi rumah hantu bernuansa Jawa. (Foto: Jatim Park for Malang Post)
Tantangan semakin berat karena selama permainan berlangsung, seluruh peserta dilarang menggunakan telepon seluler maupun alat penerangan lainnya. Artinya, mereka hanya bisa mengandalkan keberanian, insting dan kerja sama tim untuk menuntaskan misi.
Di situlah letak daya tarik utama Panggon Wingit. Pengunjung tidak hanya dibuat kaget oleh suasana menyeramkan, tetapi juga dituntut beradaptasi dalam kondisi minim cahaya. Sensasi inilah yang membuat pengalaman bermain terasa lebih imersif dan berbeda dari wahana rumah hantu biasa.
Tak hanya menjual unsur horor, Panggon Wingit juga menghadirkan sentuhan budaya lokal yang kental. Mulai dari nama wahana, atmosfer ruangan, hingga alur cerita, semuanya dirancang dengan nuansa tradisional Jawa. Konsep tersebut menjadi cara menarik untuk menghadirkan hiburan yang tetap berpijak pada kekayaan budaya Indonesia.
Direktur Batu Love Garden, Isha Mey mengatakan, pihaknya terus mengembangkan wahana dengan pengalaman yang beragam agar pengunjung memiliki lebih banyak pilihan aktivitas selama berwisata.

“Kami terus menghadirkan pengalaman wisata yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memiliki karakter yang berbeda di setiap destinasi. Melalui Panggon Wingit, kami mencoba mengangkat nuansa lokal menjadi sebuah pengalaman interaktif yang dapat dinikmati bersama keluarga maupun teman, sehingga setiap kunjungan memberikan kesan yang beragam,” ujarnya, Senin (29/6/2026).
Kehadiran Panggon Wingit semakin melengkapi ragam aktivitas di kawasan Baloga UMKM Market. Selain menikmati wisata alam yang asri dan berburu beragam produk UMKM, pengunjung kini juga bisa merasakan sensasi memacu adrenalin dalam balutan cerita budaya.
Perpaduan antara hiburan, tantangan, dan kearifan lokal itulah yang menjadikan Panggon Wingit sebagai salah satu wahana yang layak dicoba saat berkunjung ke Baloga.
Informasi tiket, promo dan event terbaru dapat diakses melalui website resmi jtp.id serta Instagram dan TikTok @balogaofficial @jawatimurpark. (Ananto Wibowo)




