TURUN GUNUNG: Gubernur Khofifah saat hadir langsung dalam operasi Pasar Murah ke-77 tingkat provinsi, yang digelar di Kecamatan Singosari. (Foto: Prokopim Sekda Kab Malang)
MALANG POST – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Bupati Malang HM. Sanusi, meninjau pelaksanaan operasi Pasar Murah ke-77 tingkat provinsi di Halaman Pentingan Sari Waterpark, Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Minggu (28/6/2026) siang. Langkah taktis ini digulirkan Pemprov Jatim, untuk mengendalikan laju inflasi dan memperkuat daya beli masyarakat bawah. Kemudian dilanjutkan dengan inspeksi mendadak (sidak) ke SPBU Karanglo, guna mengurai problem kelangkaan pasokan solar bersubsidi di wilayah Malang Raya.
Mengendalikan perut rakyat itu tidak bisa hanya dengan rapat koordinasi di dalam gedung dinas. Tidak mempan. Pemimpin harus berani turun ke lapangan, melihat langsung harga cabai, dan merasakan kepanikan warga saat solar mendadak hilang dari pom bensin.
Kolaborasi aksi nyata itulah yang kemarin dipertontonkan di utara Malang.
Minggu (28/6/2026) siang, halaman Pentingan Sari Waterpark di Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, mendadak menyemut. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa hadir langsung. Didampingi Bupati Malang, Sanusi. Agenda mereka konkret: mengawal gelaran Pasar Murah ke-77 yang diinisiasi oleh Pemprov Jatim.
Ini bukan sekadar ritual jualan musiman. Ini adalah instrumen perang melawan inflasi. Di pasar murah ini, masyarakat diberi hak membeli beras, minyak goreng, gula pasir, hingga telur dengan harga di bawah standar pasar. Sembako bersubsidi digelontorkan. Menariknya, lapak-lapak UMKM lokal juga ikut diseret masuk, agar ekonomi kerakyatan di tingkat desa ikut kecipratan untung.

PENJUAL: Bupati Sanusi terlihat melayani salah satu masyarakat, yang membeli sembako di momen pasar murah di Toyomarto Singosari. (Foto: Prokopim Sekda Kab Malang)
Gubernur Khofifah menegaskan, pasar murah adalah langkah taktis untuk menjamin ketersediaan pangan di tingkat akar rumput tetap aman. Bupati Sanusi pun melempar pujian atas sinergi provinsi yang langsung menyentuh kantong rakyat kecil ini.
Namun, urusan perut tidak bisa dipisahkan dari urusan roda transportasi.
Usai memantau beras, rombongan langsung meluncur ke SPBU Karanglo. Mereka ingin mengecek urat nadi energi. Maklum, dalam beberapa pekan terakhir, pemberitaan media terverifikasi ramai mengulas jeritan para sopir.
Pasokan solar bersubsidi sempat langka di beberapa kawasan strategis Malang Raya. Antrean truk mengular panjang. Macet. Roda logistik nyaris tersendat.
Sidak di Karanglo dilakukan. Khofifah dan Sanusi berdialog langsung dengan pengelola SPBU serta para pengemudi truk yang sedang mengantre. Hasil pantauan lapangan melegakan: pasokan solar dilaporkan mulai kembali stabil dan distribusi ke tangki-tangki kendaraan berangsur normal.
Komitmen dua kepala daerah ini setidaknya berhasil menenangkan dua sisi sekaligus: mengamankan isi dapur warga lewat pangan murah, serta menjamin pasokan energi bagi armada angkutan logistik daerah.
Pasar murah sudah ditutup, solar di Karanglo diklaim sudah lancar mengalir, sekarang tinggal konsistensi pasokan dari Pertamina yang ditantang: sanggupkah menjaga solar tetap ada di pom bensin agar truk-truk logistik tidak perlu parkir mengular lagi minggu depan? Kita lihat saja. (PKP / Ra Indrata)




