MALANG POST – Klub berkuda Malang Equestrian Center (MEC), di bawah komando head coach sekaligus owner Mr. Kusdian sukses memborong jajaran medali emas dan podium bergengsi dalam kejuaraan berkuda bertajuk Piala Wali Kota Malang 2026 “Equestrian Friends and Challenge” di Puncak Joyo Royal Stable, Malang, pada 18-21 Juni 2026 lalu. Keberhasilan taktis klub dalam menguasai kategori lomba dressage (keserasian) dan show jumping (lompat rintangan) ini, menjadi bukti nyata keberhasilan program pembinaan atlet berkuda usia dini yang konsisten mereka jalankan di Bumi Arema.
Olahraga berkuda (equestrian) itu selama ini punya citra yang elitis. Mahal. Olahraganya kaum mapan yang sekadar mencari kesenangan luang.
Tapi di tangan orang-orang yang tepat, persepsi kaku itu berhasil didobrak. Berkuda diubah total menjadi sebuah kawah candradimuka. Tempat menanam disiplin tinggi dan mencetak gen emas atlet sejak usia belia.
Komitmen suci itulah yang dipegang erat oleh Malang Equestrian Center (MEC). Mereka tidak mau sekadar melatih orang menunggang kuda untuk rekreasi. Target mereka tinggi: mencetak penunggang-penunggang tangguh yang siap bertarung di panggung nasional maupun internasional.
Pembuktian dari kerja keras itu tidak perlu menunggu lama. Semua terjawab lunas di atas lapangan.

PRESTASI: MEC yang sukses besar di ajang Piala Wali Kota Malang 2026, yang berlangsung di Puncak Joyo Royal Stable. (Foto: Istimewa)
Pada ajang bergengsi Piala Wali Kota Malang 2026 bertajuk Equestrian Friends and Challenge, skuad MEC mengamuk. Mereka sukses memborong berbagai medali emas di arena Puncak Joyo Royal Stable.
Kompetisi yang digebet maraton selama empat hari, 18-21 Juni 2026 kemarin, menjadi panggung pertunjukan mutu mereka.
Dari sekian banyak cerita sukses di atas pasir sirkuit, ada satu nama yang mendadak jadi buah bibir. Bintangnya bukan manusia. Melainkan seekor kuda tangguh bernama Queen Maurins.
Penampilan Queen Maurins hari itu luar biasa. Gila. Dia sukses mencetak sejarah dengan meraih hat-trick alias tiga kemenangan beruntun, selama pelaksanaan Piala Wali Kota Malang 2026.
Tidak tanggung-tanggung, tiga emas itu disabet dari tiga kelas berbeda yang menuntut akurasi tinggi: Kelas 50 cm, Kelas 60 cm, dan Kelas 70 cm open class.

THE BEST: Kuda Queen Maurins, yang sukses merebut hat-trick alias tiga kemenangan beruntun selama pelaksanaan Piala Wali Kota Malang 2026. (Foto: Istimewa)
Head coach sekaligus owner Malang Equestrian Center, Mr. Kusdian, bersama Coach Manager Zulnizar Ahmadi, tersenyum puas melihat hasil pembuktian tersebut. Siasat kepelatihan mereka terbukti manjur.
“Kemarin di ajang itu, MEC sendiri banyak menyabet medali dari berbagai kelas, kelompok umur, maupun kelas open. Bahkan di event gengsi puncak, Piala Wali Kota, kami mendaratkan atlet mendapatkan posisi kedua,” ungkap manajemen MEC bangga.
Namun bagi Mr. Kusdian dan Zulnizar, raihan medali emas dan performa gila Queen Maurin itu, hanyalah buah dari pohon yang mereka tanam sejak lama.
Isinya, intinya, adalah konsistensi pada persiapan atlet equestrian usia dini. Pembinaan dari akar rumput terkecil.
Saat ini, ada sekitar 20 siswa yang sedang mereka tempa secara intensif. Usianya membuat dahi berkerut: mulai dari bocah umur 5 tahun sampai kategori pemula (beginner) usia 5 hingga 8 tahun.

ANDALAN: Salah satu rider MEC, Arfa Putra Baringga, saat beraksi bersama salah satu kuda di jajaran kuda MEC. (Foto: Istimewa)
Anak-anak sekecil itu sudah berani memegang kendali kuda, mengarahkan lompatan, dan membaca rintangan.
Mereka memang masih berstatus pemula secara umur, namun mental bertandingnya sudah berlabel juara. Prestasinya nyata.
MEC sudah meletakkan fondasi yang sangat kuat bagi masa depan olahraga berkuda di Malang Raya.
Turnamen di Joyo Royal Stable sudah usai, piala sudah dibawa pulang, dan posisi kedua di kelas puncak sudah diamankan.
Sekarang tinggal konsistensi 20 atlet cilik binaan MEC ini ditantang: sanggupkah mereka mempertahankan tradisi juara ini saat usianya mulai mendewasa nanti? Kita tunggu saja rintangan berikutnya. (Ra Indrata)




