Merayakan kemenanganya Garneta Falentina Imelda dkk menjaga asa All Star Malang. (Foto: Istimewa)
MALANG POST – Bermain tanpa beban sejak awal dalam filosofi Total Football berarti mengeksekusi taktik menyerang tanpa posisi paten. Pendekatan inilah yang diterapkan jajaran pelatih All Star Malang pada laga ketiga melawan All Star Samarinda, Kamis 25 Juni 2026 di Kudus.
Hasilnya, tim tampil lepas dan sejak menit awal langsung menekan pertahanan lawan. Kebuntuan akhirnya runtuh melalui serangan balik cepat. Solo run pada menit ke-10 yang dilakukan Garneta Falentina Imelda membawa All Star Malang unggul 1-0.
Kembali melalui skema yang rapi dan penguasaan lini tengah di bawah komando kapten, Ananda ND Berlian, All Star Malang kembali menggandakan keunggulan menjadi 2-0 melalui guest Star mereka Garneta pada menit ke-17.
All Star Malang kembali mencetak gol ketiga pada menit ke-35. Lagi-lagi, Garneta Falentina Imelda berhasil memanfaatkan muntahan bola dari tembakan jarak jauh di luar kotak penalti.
Usai pertandingan, Asisten Pelatih All Star Malang, Syamsul Huda, mengatakan. Bahwa timnya masih dalam tahap adaptasi. Ini menjadi ajang perdana bagi tim asuhannya di turnamen MilkLife Soccer Challenge All-Stars 2026. Oleh karena itu, pada laga sebelumnya melawan Surabaya dan Jakarta, permainan mereka masih kurang lepas.
“Alhamdulillah, di laga ketiga ini kami tampil tanpa beban dan berhasil mendapatkan poin penuh. Ini menjaga peluang kami untuk masuk dalam tiga besar terbaik dan lolos ke babak selanjutnya,” ujar Syamsul Huda.
Dukungan penuh dari para orang tua yang hadir langsung turut memberikan semangat tambahan bagi tim. “Justru motivasi pertama pemain dari para orang tua yang sudah jauh-jauh datang ke Kudus,” ujarnya.

Para orang tua pemain dari All Start Malang yang hadir di Super soccer arena kudus kamis (25/06/2026). (Foto: Istimewa)
Sementara itu, Pelatih Kepala All Star Samarinda, Taufik Hidayat, mengucapkan selamat atas kemenangan All Star Malang. Menurutnya, grup ini adalah grup neraka sehingga semua tim masih berpeluang untuk menang.
“Kalaupun tidak lolos, kami bisa banyak belajar untuk ke depannya. Insyaallah tahun depan kami akan datang dengan persiapan yang lebih matang lagi,” ujar Taufik. Ia juga berharap event seperti ini, sering diselenggarakan ke depannya demi kemajuan sepak bola Indonesia.
Delapan tim memastikan diri lolos ke babak perempat final MilkLife Soccer Challenge (MLSC) All-Stars 2026 setelah menyelesaikan matchday ketiga fase grup di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Kamis (25/6/2026). Mereka yang akan bertanding Jumat (26/6/2026) adalah juara dan runner-up masing-masing grup, serta dua peringkat ketiga terbaik berdasarkan poin dan selisih gol.
Tim yang lolos: All-Stars Kudus, Semarang, Jakarta, Solo, Tangerang, Surabaya, Yogyakarta dan Malang. Di Grup A, All-Stars Jakarta juara setelah unggul head-to-head atas All-Stars Surabaya (sama-sama 6 poin). Grup B: All-Stars Semarang (7 poin) juara, All-Stars Solo (6 poin) runner-up. Grup C: All-Stars Kudus (9 poin, clean sheet) dan All-Stars Tangerang (6 poin). Dua peringkat ketiga terbaik: All-Stars Yogyakarta dan Malang.
Head Coach Jacksen F Tiago menilai hasil drawing delapan besar menarik karena akan ada tiga pertandingan rematch. Hanya All-Stars Surabaya vs All-Stars Solo yang merupakan pertandingan baru.
“Menarik melihat kecerdasan pelatih yang pernah mengalahkan rivalnya, apakah bisa konsisten atau tim yang kalah mampu bangkit dan balas dendam,” ujarnya.
Untuk tim yang gagal lolos, Jacksen berpesan agar tidak berkecil hati karena pemain berbakat tetap dipantau untuk membentuk dua skuad menuju SingaCup 2026. Satu tim berisi 18 pemain (kelahiran 2012-2013) dan satu tim 16 pemain (kelahiran 2014-2015).
“Bukan hanya mengejar gelar, tapi menciptakan pemain potensial untuk masa depan timnas. Yang tidak lolos tetap belajar dari babak delapan besar agar bisa juara di edisi berikutnya,” pungkasnya. (M. Abd. Rachman. Rozzi-Januar Triwahyudi)




