MALANG POST – Jurnalis Pos Malang (JPM) resmi melantik Imron Hakiki, sebagai Ketua Umum periode 2026-2028, sekaligus meresmikan wajah baru Media Center yang telah direnovasi total di lingkungan Polres Malang, Kepanjen, pada Rabu (24/6/2026) siang. Agenda sakral kemitraan pers ini, diresmikan langsung oleh Kapolres Malang AKBP Muhammad Taat Resdi bersama Ketua DPC Hiswana Migas Malang H. Ahmad Basori, sebagai bentuk dukungan infrastruktur kerja demi mendongkrak kualitas informasi kamtibmas di wilayah hukum setempat.
Menjaga kondusivitas wilayah itu tidak bisa dilakukan sendiri oleh polisi. Senjata utama untuk meredam kepanikan publik atau menangkal hoaks bukan lagi pentungan, melainkan selembar berita yang lurus. Yang objektif.
Maka dari itu, merawat hubungan baik dengan wartawan adalah investasi strategis. Bukan sekadar basa-basi kaku.
Prinsip itulah yang melatarbelakangi pemandangan berbeda di Aula Polres Malang, Rabu siang tadi (24/6). Skuad Korps Baju Cokelat berkumpul. Agenda mereka penting: menyaksikan pelantikan kepengurusan baru Jurnalis Pos Malang (JPM) periode 2026-2028, sekaligus meresmikan Media Center mereka yang baru saja selesai direnovasi total.
Formasi yang hadir siang itu sangat lengkap. Mulai dari Kapolres Malang AKBP Muhammad Taat Resdi, Wakapolres Kompol Fahmi Amarullah, jajaran pejabat utama (PJU), hingga para kapolsek. Hadir pula Ketua DPC Hiswana Migas Malang H. Ahmad Basori, serta sekitar 30 wartawan yang biasa mangkal di Polres.
Dalam prosesi itu, Imron Hakiki resmi dilantik sebagai nahkoda baru Ketua JPM. Bersamaan dengan itu, pita merah dipotong oleh Kapolres. Tanda bahwa ruang kerja wartawan resmi berwajah baru. Lebih mentereng.

Bagi AKBP Taat Resdi, menghadirkan Media Center yang representatif ini adalah buah dari kejeliannya mengamati lapangan. Dia kerap melihat para kuli tinta itu bekerja marathon. Dari pagi buta sampai larut malam.
Sayangnya, ruangan yang dulu dipakai mengetik berita dinilai kurang manusiawi. Kurang nyaman. Dari situlah muncul ide liar: ruangan ini harus dirombak total. Wartawan harus dibikin betah agar pikiran mereka segar saat menyusun narasi edukasi publik.
Gagasan itu tidak akan terwujud tanpa eksekusi yang taktis. Polres Malang berhasil menggandeng DPC Hiswana Migas Malang untuk mengucurkan dukungan penuh mendanai renovasi. Kolaborasi segitiga emas: polisi, dunia usaha, dan pers.
“Alhamdulillah kami didukung sepenuhnya oleh teman-teman DPC Hiswana Migas Malang sehingga ruangan menjadi lebih representatif,” ujar Taat, Rabu (24/6).

Taat tidak menutupi rasa terima kasihnya. Selama ini, situasi kamtibmas di Kabupaten Malang relatif aman dan adem. Dan itu, menurutnya, ada andil besar dari tulisan profesional anak-anak JPM. Wartawan tidak hanya menampung rilis dari polisi, tapi juga menjadi radar penampung keluhan warga untuk disampaikan kembali ke meja kapolres. Hubungan timbal balik yang sehat.
“Jika situasi kamtibmas di Malang kondusif, tentu ini menjadi salah satu bukti kerja baik dari rekan-rekan sekalian,” puji Taat.
Dari kacamata dunia usaha, H. Ahmad Basori punya alasan kuat mengapa Hiswana Migas mau ikut patungan merenovasi ruang wartawan. Bagi Basori, pengusaha butuh kepastian keamanan untuk menjalankan roda bisnis. Dan keamanan itu sangat dipengaruhi oleh persepsi publik yang dibangun oleh media.
Lewat Media Center baru ini, Basori berharap arus informasi ke masyarakat—termasuk urusan vital seperti distribusi energi gas dan BBM—bisa tersampaikan secara efektif, akurat, dan mengedukasi.
Nah, kepengurusan baru sudah dilantik. Ruangan AC yang dingin dan nyaman sudah diserahkan. Sekarang tinggal wartawan Polres Malang ditantang: dengan fasilitas baru ini, tulisan kalian harus jauh lebih tajam dan menjunjung tinggi kode etik jurnalistik. Selamat bekerja! (HmsResma/Ra Indrata)




