NYEKAR: Kapolres AKBP Taat Resdi didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Malang, saat tabur bunga di makam salah satu pahlawan di TMP Prayuda Nirwana. (Foto: Humas Resma)
MALANG POST – Jajaran kepolisian Polres Malang, menggelar ziarah rombongan massal di Taman Makam Pahlawan (TMP) Prayuda Nirwana, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, pada Selasa (23/6/2026) pagi. Ritual tahunan yang dipimpin langsung oleh Kapolres Malang AKBP Muhammad Taat Resdi, dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 ini, ditujukan untuk merefleksikan kembali nilai-nilai keikhlasan dan perjuangan para pejuang demi mendongkrak kualitas pelayanan humanis korps baju cokelat kepada masyarakat.
Merayakan hari jadi sebuah institusi penegak hukum itu, jangan hanya sibuk memikirkan panggung megah atau pesta seremonial belaka. Ada kalanya, seluruh pasukan harus diajak berhenti sejenak. Menundukkan kepala. Menatap bumi tempat bersandarnya sejarah.
Tempat terbaik untuk itu adalah makam pahlawan.
Selasa kemarin (23/6/2026), suasana khidmat menyelimuti Taman Makam Pahlawan (TMP) Prayuda Nirwana, Kecamatan Kepanjen. Barisan berseragam cokelat tampak memenuhi area makam sejak pagi hari.
Polres Malang sedang punya agenda penting: menggelar ziarah rombongan dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80.
Rombongan dipimpin langsung oleh orang nomor satu di Polres Malang, Kapolres AKBP Muhammad Taat Resdi. Pasukannya lengkap. Di belakangnya ikut berbaris Wakapolres Malang, para pejabat utama, seluruh kapolsek jajaran, personel Polres, hingga ibu-ibu pengurus Bhayangkari Cabang Malang. Semuanya larut dalam keheningan ritual.

KEKUATAN PENUH: Dengan formasi lengkap, Kapolres AKBP Taat Resdi, memimpin ziarah rombongan massal di TMP Prayuda Nirwana, Kepanjen. (Foto: Humas Resma)
Prosesi dimulai dengan protokol militer yang rapi. Diawali dengan penghormatan tinggi kepada arwah para pahlawan, mengheningkan cipta yang membuat suasana mendadak sunyi, dilanjutkan peletakan karangan bunga di monumen utama TMP. Rangkaian lalu ditutup dengan tabur bunga dan panjatan doa bersama di atas pusara para pejuang.
Bagi AKBP Taat Resdi, ziarah rombongan ini bukan sekadar tradisi pengisi kalender ulang tahun organisasi. Bukan rutinitas kaku tahunan yang setelah difoto lalu dilupakan.
Ada makna ideologis yang ingin disuntikkan ke dalam dada anggotanya. Ziarah ini adalah pengingat yang tajam.
Polisi ingin menegaskan bahwa setiap helai napas pengabdian mereka kepada masyarakat dan negara hari ini, modal utamanya harus sama dengan para pejuang terdahulu: semangat perjuangan, pengorbanan tanpa pamrih, dan keikhlasan total.
“Ziarah ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi pengingat bagi kami semua,” tegas Taat.
Tantangan polisi zaman sekarang jelas berbeda dengan zaman perang kemerdekaan fisik dulu. Tapi esensinya setali tiga uang. Nilai-nilai itu wajib diwarisi oleh seluruh personel dalam menjalankan tugas sehari-hari sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Semangat heroisme di masa lalu harus dikonversi menjadi energi pelayanan terbaik di masa kini. Menjaga keamanan, merawat ketertiban, serta mengedepankan tindakan yang profesional namun tetap humanis di tengah warga Kabupaten Malang.
Bagi Taat, momentum Hari Bhayangkara ke-80 adalah waktu yang pas untuk melakukan otopsi mental. Refleksi diri. Polisi dituntut untuk terus memperkuat integritas internal dan mengatrol naik kualitas pengabdian mereka ke publik.
Tantangan tugas ke depan dipastikan bakal kian rumit dan berat. Dan modal utama untuk menghadapinya adalah dengan menjaga kedekatan dengan rakyat.
“Kami berharap semangat perjuangan para pahlawan dapat terus hidup dalam setiap pelaksanaan tugas kepolisian, sehingga Polri semakin dekat dengan masyarakat,” pungkas Taat.
Pagi itu di Kepanjen, bunga-bunga mawar sudah ditaburkan di atas gundukan tanah makam. Wanginya merebak. Harapan besarnya, wangi keikhlasan para pahlawan itu ikut menempel di baju seragam para polisi saat mereka kembali bertugas di jalan raya. (HmsResma / Ra Indrata)




