MALANG POST – Jajaran Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polres Malang, menggelar aksi kemanusiaan berupa bakti kesehatan gratis bagi para lanjut usia, di Griya Lansia Husnul Khatimah, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, pada Senin (22/6/2026). Kegiatan massal yang diikuti oleh 62 lansia ini, diinisiasi langsung oleh Kapolres Malang AKBP Muhammad Taat Resdi, dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 sekaligus sebagai instrumen deteksi dini berbagai penyakit kronis pada kelompok rentan.
Merayakan ulang tahun institusi itu tidak harus selalu dengan upacara kaku. Tidak perlu juga dengan pesta pora seremonial yang menghabiskan anggaran. Ada cara yang jauh lebih menyentuh: datangi panti jompo, lalu periksa kesehatan para penghuninya.
Langkah senyap dan bermakna itulah yang diambil Polres Malang dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-80.
Senin kemarin (22/6), suasana di Griya Lansia Husnul Khatimah, Kecamatan Wajak, mendadak beda. Tempat penampungan para sesepuh itu kedatangan tamu berseragam. Bukan untuk menangkap pelanggar hukum, melainkan jajaran Seksi Dokkes Polres Malang yang membawa peralatan medis dan tumpukan obat.
Sasarannya jelas: puluhan penghuni panti yang merupakan kelompok paling rentan.
Tercatat ada 62 lansia yang ikut mengantre dengan sabar. Prosesnya dibuat detail, layaknya pelayanan di rumah sakit mapan. Mulai dari pengecekan tanda-tanda vital seperti tensi darah, anamnesis atau wawancara riwayat penyakit oleh dokter, hingga pemberian obat-obatan gratis yang disesuaikan dengan keluhan masing-masing.

KEMANUSIAAN: Bakti kesehatan dalam kaitan HUT ke-80 Bhayangkara, dilakukan dengan pemeriksaan kesehatan bagi lansia. (Foto: Humas Resma)
Hasil pemeriksaan di lapangan memotret realitas yang memprihatinkan. Tim medis menemukan sekeranjang keluhan kesehatan yang jamak menyerang usia tua.
Daftarnya panjang: mulai dari infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), stroke, hipertensi, diabetes melitus, gatal-gatal, linu di persendian, katarak, hingga gangguan psikotik. Penyakit-penyakit inilah yang selama ini menggerogoti sisa hari tua mereka di panti.
Kapolres Malang, AKBP Muhammad Taat Resdi, menegaskan momentum Hari Bhayangkara ke-80 ini memang harus diisi dengan kegiatan yang langsung menyentuh bumi. Memberikan manfaat riil yang bisa dirasakan seketika oleh masyarakat bawah.
Bagi Taat, lansia adalah kelompok yang butuh perhatian ekstra khusus. Kehadiran Polri di tengah mereka diharapkan bisa menjadi suntikan moril. Menjadi bukti bahwa mereka tidak dilupakan.
“Kami ingin momentum Hari Bhayangkara ini diisi dengan kegiatan yang menyentuh dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Lansia merupakan kelompok yang membutuhkan perhatian khusus,” ujar Taat.
Urusan jarum suntik dan obat ini juga berfungsi sebagai radar. Menjadi sarana deteksi dini. Dengan pemeriksaan berkala, penyakit kronis yang bersarang di tubuh para lansia bisa segera dipetakan dan ditangani secara medis dengan tepat sebelum telanjur fatal.
Lebih dari sekadar urusan medis, aksi di Wajak ini sejatinya adalah investasi hubungan emosional. Polisi ingin meruntuhkan sekat kaku dengan warga. Korps baju cokelat ingin membuktikan bahwa tugas mereka tidak melulu soal menangkap penjahat atau menjaga keamanan jalan raya. Aksi sosial dan kemanusiaan juga menjadi bagian dari napas kerja mereka.
Rangkaian Hari Bhayangkara ke-80 di Kabupaten Malang dipastikan masih akan diisi oleh rentetan aksi sosial lainnya. Komitmen pengabdian sudah diketuk palu.
“Semangat Hari Bhayangkara ke-80 adalah semangat pengabdian. Kami berharap melalui kegiatan seperti ini, kehadiran Polri semakin dekat,” pungkas Taat.
Siang itu, di bawah atap Griya Lansia Wajak, polisi tidak hanya membagikan obat. Mereka sedang membagikan perhatian yang selama ini dirindukan oleh para lansia. (HmsResma/Ra Indrata)




