singa bertindik - 1
MALANG POST – Manajemen Arema FC secara resmi mematangkan komposisi lini pertahanan dan kedalaman skuad, menjelang bergulirnya kompetisi Super League 2026/2027, dengan mempermanenkan status bek senior eks Timnas Indonesia, Hansamu Yama Pranata. Langkah taktis yang dibarengi dengan keputusan memulangkan winger muda Hamzah Titofani Rivaldy dari masa peminjaman di Deltras Sidoarjo ini, dikonfirmasi langsung oleh General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, Rabu (17/6/2026), sebagai strategi jitu menjaga keseimbangan antara pengalaman pemain senior dan proses regenerasi klub.
Membangun tim sepak bola yang tangguh itu mirip dengan meracik menu masakan. Harus seimbang. Tidak boleh isinya daging semua, nanti cepat enek. Tidak bisa juga isinya sayur semua, kurang bertenaga. Harus ada perpaduan yang pas antara kematangan bumbu senior dan kesegaran bahan-bahan muda.
Rumus racikan itulah yang kini sedang diterapkan dengan presisi oleh Arema FC.
Menghadapi sengitnya kompetisi Super League 2026/2027, manajemen Singo Edan terus bergerak mematangkan komposisi tim.
Dua keputusan penting langsung diketok palu. Pertama, mempermanenkan status bek senior Hansamu Yama Pranata. Kedua, memulangkan si anak hilang, Hamzah Titofani Rivaldy.
Kita tahu, Hansamu awalnya mendarat di Malang pada paruh musim 2025/2026 lalu. Statusnya pinjaman dari Persija Jakarta. Hanya ban serep sementara, awalnya.
Tapi, kelas tidak bisa bohong. Meski datang di tengah kompetisi yang sedang panas-panasnya, bek berusia 31 tahun itu tidak butuh waktu lama untuk beradaptasi. Dia langsung nyetel. Karakter kepemimpinannya kuat. Posturnya kokoh.
Mantan kapten Timnas Indonesia ini langsung mengunci satu tempat utama di lini pertahanan Singo Edan.
Penampilan konsisten itulah yang membuat manajemen Arema emoh kehilangan momentum. Mereka langsung mematenkan statusnya untuk musim depan.
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menegaskan bahwa keputusan ini murni hasil evaluasi taktis. Tim pelatih butuh jaminan ketenangan di lini belakang.
“Hansamu datang di tengah musim dan mampu menunjukkan kualitas yang kami harapkan. Pengalamannya, kepemimpinannya, serta kemampuannya di lini belakang menjadi nilai tambah bagi tim. Karena itu kami memutuskan mempermanenkan statusnya,” ujar Yusrinal, Rabu (17/6/2026).
Kehadiran Hansamu terbukti menjadi obat penawar bagi rapuhnya sektor pertahanan Arema yang sempat kedodoran di awal musim lalu.
Nah, urusan benteng belakang selesai, giliran lini serang yang disuntik darah muda. Arema resmi menarik kembali Hamzah Titofani Rivaldy. Pemain yang akrab disapa Tito ini baru saja menyelesaikan sekolah lapangannya di Deltras Sidoarjo.
Keputusan meminjamkan Tito ke Sidoarjo musim lalu terbukti cerdas. Di sana, pemain muda ini mendapatkan jaminan menit bermain yang reguler. Jam terbangnya bertambah. Mental bertandingnya di level profesional kian matang.
Modul penggemblengan di luar rumah inilah yang diharapkan membuat Tito lebih siap bersaing memperebutkan posisi utama di skuad Singo Edan musim depan.
“Kami melihat ada perkembangan yang positif dari sisi pengalaman maupun kematangan bermain. Semoga saat kembali ke Arema FC, dia bisa memberikan kontribusi yang lebih besar,” tambah Yusrinal.
Langkah ganda manajemen ini memperjelas ke mana arah angin pembangunan tim Arema musim ini. Keseimbangan skuad adalah harga mati. Di satu sisi, Hansamu hadir membawa ketenangan dan kepemimpinan yang mahal. Di sisi lain, Tito datang sebagai simbol masa depan dan mesin regenerasi klub.
Singo Edan kini melangkah dengan cetak biru yang semakin terang: mengamankan pilar penting yang sudah teruji, sembari membuka pintu lebar-lebar bagi talenta muda daerah untuk unjuk gigi. Kita lihat saja bagaimana ramuan senior-muda ini bekerja di atas lapangan hijau musim depan. Selamat kembali ke rumah, Tito! (Ra Indrata)




