KOLASE: Trio defender asal Brasil, Matheus Blade, Julian Guevara dan Betinho Filho, resmi diperpanjang kontraknya untuk satu musim ke depan. (Foto: Arema Official)
MALANG POST – Manajemen Arema FC secara resmi mengamankan kerangka utama legiun asingnya, menjelang bergulirnya kompetisi Super League 2026/2027, dengan mempertahankan tiga pemain pilar sekaligus, yakni Matheus Blade, Julian Guevara dan Betinho Filho. Keputusan strategis yang dikonfirmasi langsung oleh General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, Rabu (17/6/2026) hari ini, diambil berdasarkan hasil evaluasi total semusim terakhir guna menjaga stabilitas, konsistensi permainan, serta chemistry tim yang sudah terbentuk di bawah asuhan pelatih Marcos Santos.
Berburu pemain asing baru di bursa transfer itu selalu mendatangkan dua kemungkinan: untung besar atau buntung total. Banyak klub silau dengan video kompilasi trik di YouTube, membeli mahal, tapi begitu mendarat di Indonesia justru memble. Gagal beradaptasi dengan cuaca, kaget dengan kerasnya kompetisi, lalu ujung-ujungnya putus kontrak di tengah jalan. Buang-buang duit.
Arema FC tampaknya emoh terjebak dalam perjudian yang melelahkan itu.
Menghadapi musim baru Super League 2026/2027, manajemen Singo Edan memilih jalan yang lebih waras: merawat apa yang sudah terbukti bagus. Mereka resmi mengetok palu untuk memagari tiga motor asingnya sekaligus. Nama-namanya sudah dihafal Aremania: Matheus Blade, Julian Guevara dan Betinho Filho.
Trio ini adalah fondasi. Mereka adalah jantung dari permainan Arema sepanjang musim 2025/2026 lalu.

General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menegaskan keputusan ini bukan karena manajemen malas berburu pemain baru. Ini soal kalkulasi yang matang. Soal rapor performa yang memang mentereng selama satu musim penuh.
“Ketiganya memberikan kontribusi yang sangat baik untuk tim musim lalu. Mereka sudah memahami karakter Arema FC, memahami kompetisi di Indonesia, dan menjadi bagian penting dalam permainan yang dibangun pelatih,” urai Yusrinal, Rabu (17/6/2026) hari ini.
Bagi Yusrinal, mencari pemain berbakat itu mudah. Yang mahal adalah mencari pemain yang sudah menyatu dengan ruh tim. Yang chemistry-nya sudah klop. Julian, Betinho, dan Matheus dinilai memiliki konsistensi, sikap profesional yang tinggi, serta komitmen yang tidak perlu diragukan lagi untuk marwah Singo Edan.
Hebatnya lagi, tiga pemain ini punya kelebihan yang bikin pelatih tersenyum: fleksibilitas. Multifungsi.
Aslinya, posisi natural mereka bertiga adalah jenderal lapangan tengah. Pengatur ritme. Namun, ketika badai cedera dan akumulasi kartu kuning menghantam lini belakang Arema musim lalu, ketiganya bergantian turun pangkat menjadi benteng pertahanan. Dan mereka tampil sama bagusnya. Karakter seperti inilah yang sangat mewah di sepak bola modern.
Mari kita bedah kontribusi spesifik mereka:
- Julian Guevara: Ahli dalam urusan distribusi bola dan sangat tenang menguasai tempo permainan.
- Betinho: Tipikal gelandang pengangkut air. Pekerja keras yang kuat dalam duel satu lawan satu serta cepat dalam transisi bertahan.
- Matheus Blade: Pemain paling konsisten di lini tengah, otak di jantung permainan tim.
“Kami percaya mereka masih bisa memberikan yang terbaik. Mereka bukan hanya punya kualitas, tetapi juga fleksibilitas yang sangat membantu tim dalam berbagai situasi. Persiapan menghadapi Super League 2026/2027 kini bisa berjalan lebih maksimal,” tambah Yusrinal.
Langkah taktis ini mengirimkan sinyal jelas ke para pesaing di Liga: Arema FC emoh melakukan revolusi besar-besaran yang merusak keharmonisan tim. Mereka memilih memelihara kerangka yang sudah teruji, sembari perlahan menambal sulam posisi yang masih kurang di sektor lain.
Singo Edan kini melangkah ke musim baru dengan kepala tegak. Urusan pilar asing sudah dikunci lebih awal. Kita lihat saja sejauh mana stabilitas taktik trio asing ini mampu membawa Arema terbang tinggi menembus papan atas klasemen musim depan. Selamat bekerja kembali, trio andalan! (Ra Indrata)




