SEMANGAT: Pengurus Karate ASBKI saat menunjukan pose semangat, akhir tahun ini mereka akan membuat event besar di Kota Batu. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
MALANG POST – Perguruan Akademi Seni Bertarung Kyokushin Indonesia (ASBKI) Dojo Golden Dragon, merancang agenda kolosal akhir tahun yang memadukan pembinaan atlet dengan sektor sport tourism di wilayah Kota Batu. Rencana strategis yang dikonfirmasi oleh Ketua Panitia Ronny Cristian bersama Pimpinan Pusat ASBKI Teguh Suharto pada Rabu (17/6/2026) hari ini, diproyeksikan bakal mendatangkan ratusan karateka lintas daerah, pada Desember 2026 mendatang, guna mengikuti penggemblengan teknik dasar, pemantapan karakter, sekaligus memperkuat posisi Kota Batu sebagai magnet wisata olahraga nasional.
Membuat event olahraga itu biasa. Tapi mengawinkan tendangan karate dengan industri pariwisata, itu baru cerdas.
Namanya keren: sport tourism. Olahraga jalan, ekonomi hotel dan villa di daerah pun ikut kecipratan untung.
Siasat ganda itulah yang kini tengah disiapkan oleh para pendekar sabuk hitam di Malang Raya.
Penghujung tahun 2026 dipastikan bakal kian semarak. Perguruan Akademi Seni Bertarung Kyokushin Indonesia (ASBKI) Dojo Golden Dragon sedang merancang cetak biru agenda raksasa.
Mereka siap mengumpulkan ratusan karateka dari berbagai pelosok daerah untuk menyerbu Kota Batu pada Desember mendatang.
Ini bukan sekadar urusan kumpul-kumpul atau latihan bersama yang biasa-biasa saja. Agenda ini adalah wadah pembinaan karakter. Penguatan mental batin. Sekaligus mengikat erat tali persaudaraan antar-karateka.
Ketua Panitia Kegiatan, Ronny Cristian, menegaskan fokus utama mereka adalah regenerasi. ASBKI emoh mandek. Mereka ingin fokus mencetak atlet muda yang berprestasi di masa depan.
“Event ini bukan sekadar kumpul biasa. Kami ingin membangun semangat disiplin, persaudaraan, dan prestasi. Karate bukan hanya soal bertanding, tapi juga bagaimana membentuk karakter yang kuat dan berintegritas,” urai Ronny Cristian, Rabu (17/6/2026) hari ini.
Rencananya, selama di Kota Batu, para peserta tidak akan diberi waktu untuk bermalas-malasan. Jadwalnya padat. Mulai dari latihan teknik dasar, teknik lanjutan, pembinaan mental, hingga menyaksikan demonstrasi jurus dari para pelatih dan senior perguruan.
Formatnya sengaja dibuat berimbang. Fisik digembleng, mental diasah. Sesuai dengan filosofi dasar Kyokushin: kekuatan otot harus berjalan seiring dengan ketangguhan jiwa dan kedisiplinan tingkat tinggi.
ASBKI memang dikenal konsisten dalam urusan ini. Selain rutin menggelar latihan berjenjang, mereka juga rajin bikin kejuaraan dan aksi sosial.
Lalu, mengapa harus Kota Batu yang dipilih?
Alasannya logis. Batu punya udara sejuk yang sangat bersahabat untuk aktivitas fisik.
Lebih dari itu, aura olahraga bela diri di kota wisata ini memang sangat kuat. Berbagai event karate regional hingga nasional sudah berkali-kali sukses digelar di sini.
Pimpinan Pusat Perguruan ASBKI, Teguh Suharto, menambahkan bahwa antusiasme internal dojo sangat tinggi. Peserta yang hadir ditargetkan meluas, datang dari berbagai dojo ASBKI di Jawa Timur hingga luar provinsi.
“Ini akan menjadi ajang silaturahmi keluarga besar ASBKI. Lebih dari itu, kami berharap kegiatan ini mampu melahirkan bibit-bibit atlet potensial yang nantinya bisa bersaing di level provinsi hingga nasional,” ungkap Teguh.
Mengusung jargon bertenaga: “Latihan, Prestasi, dan Persaudaraan Seumur Hidup”, agenda Golden Dragon ini dipastikan membawa dampak ganda.
Bagi perguruan, ini adalah urusan mencari bibit juara. Bagi Pemkot Batu, ini adalah magnet baru pariwisata.
Jika target ratusan peserta itu terpenuhi, Desember nanti Kota Batu tidak hanya dipadati pelancong yang ingin berlibur, tetapi juga dipenuhi kepalan tangan generasi muda yang siap berprestasi.
Sebuah sinyal positif bahwa Kota Batu terus melompat maju sebagai pusat lahirnya atlet-atlet berbakat tanah air. Selamat bersiap, ASBKI! (Ananto Wibowo/Ra Indrata)




