Direktur Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr.Eng. Ir. Siti Sendari, S.T., M.T. berharap kepada mahasiswa yang lolos pendanaan dapat merealisasikan program dengan baik dan menghasilkan luaran yang dapat dipertanggungjawabkan. (Foto: Istimewa)
MALANG POST – Universitas Negeri Malang (UM) berhasil menorehkan capaian membanggakan dengan masuk dalam lima besar nasional Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) tahun 2026. Capaian tersebut disampaikan Direktur Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr.Eng. Ir. Siti Sendari, S.T., M.T.n
Menurutnya, keberhasilan UM meraih 23 proposal PKM 8 bidang yang didanai menjadi prestasi penting di tengah ketatnya persaingan nasional. Tahun ini, kuota proposal untuk universitas klaster tinggi turun drastis menjadi 190 dari sebelumnya 400 proposal pada 2025.
“Alhamdulillah, pendanaan UM untuk PKM 8 bidang tahun 2026 adalah 23 proposal, meningkat dari tahun sebelumnya 20 proposal, sehingga bisa memenuhi harapan UM terbanyak peringkat 5 secara nasional,” ujarnya.
Ia menjelaskan, keberhasilan tersebut tidak lepas dari strategi pembinaan yang telah dijalankan sejak kepemimpinan sebelumnya, termasuk penggalian ide PKM melalui PIOS UM.
Tahun ini, proses PKM dimulai dari penggalian ide, kemudian dilanjutkan dengan seleksi internal. Proposal yang lolos mendapat pendampingan intensif dari PKM Center UM.
“PKM Center sangat berfokus pada pendampingan intensif pada setiap proposal yang lolos seleksi tingkat UM,” katanya.
Pendampingan tersebut dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat fakultas hingga universitas, dengan penguatan ide keilmuan agar proposal mahasiswa semakin matang dan kompetitif.
UM juga menyiapkan pembinaan dan pelatihan khusus bagi mahasiswa yang ingin mengikuti PKM, baik di tingkat fakultas maupun universitas.
Antusiasme mahasiswa terhadap program PKM pun dinilai sangat tinggi. Setiap tahun, proposal mahasiswa terlebih dahulu diseleksi menjadi 400 proposal terbaik, kemudian kembali disaring menjadi 190 proposal untuk delapan bidang PKM.
Meski demikian, proses tahun ini tidak lepas dari tantangan. Siti Sendari mengungkapkan, tenggat pengajuan proposal yang berdekatan dengan Hari Raya menjadi kendala tersendiri. Namun, semangat mahasiswa tetap tinggi selama mengikuti pendampingan.
“Tantangan tahun ini, deadline proposal sangat mepet dengan Hari Raya Idulfitri, namun adik-adik mahasiswa masih sangat bersemangat mengikuti proses pendampingan, sehingga bisa melewati tantangan ini,” ungkapnya.
Capaian tersebut dinilai berdampak signifikan terhadap reputasi dan daya saing UM di tingkat nasional. Pada 2025, UM berada di peringkat 12 nasional dalam pendanaan PKM. Tahun ini, posisi itu melonjak menjadi lima besar nasional.
“Alhamdulillah, dampaknya sangat signifikan. Tahun 2025 kita mencapai 12 besar nasional pendanaan PKM, tahun ini kita mencapai 5 besar nasional,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa peran dosen pembimbing sangat besar dalam keberhasilan mahasiswa. Para dosen membantu memoles ide, mengembangkan isi proposal sesuai bidang keilmuan masing-masing, hingga menghasilkan proposal yang lebih berkualitas.
Ke depan, UM tidak hanya menargetkan jumlah proposal didanai, tetapi juga fokus menyiapkan proposal agar lolos ke tahap PKP2 dan PIMNAS.
Siti Sendari berharap mahasiswa yang lolos pendanaan dapat merealisasikan program dengan baik dan menghasilkan luaran yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Semoga adik-adik mahasiswa yang lolos pendanaan bisa menata dan kompak merealisasikan pendanaan dan mendapatkan hasil maksimal yang dapat dipertanggungjawabkan.”
“Untuk yang belum lolos, dapat melakukan evaluasi dan mempersiapkan proposal tahun depan menjadi lebih baik,”tandasnya. (*/M. Abd. Rachman. Rozzi-Januar Triwahyudi)




