MALANG POST – Media bisnis terkemuka INFOBRAND.ID berkolaborasi dengan lembaga riset TRAS N CO Indonesia sukses menggelar perhelatan akbar “The 39th INFOBRAND FORUM 2026” sekaligus penyerahan penghargaan “Brand Choice Award 2026” yang ke-16 di Jakarta, Kamis (4/6/2026). Forum strategis yang menghadirkan Founder & CEO PowerCommerce Asia, Hadi Kuncoro, sebagai pembicara utama ini sengaja diangkat untuk membedah peta darurat marketplace tanah air yang kian kompetitif akibat lonjakan biaya administrasi, ongkos logistik, serta menyusutnya subsidi bagi para pemilik merek.
Jualan lewat internet itu awalnya dikira surga. Murah. Praktis. Jangkauannya luas tanpa batas.
Dulu memang begitu. Sekarang? Aturan mainnya sudah berubah total. Berubah sangat cepat.
Memang benar, pasar marketplace di Indonesia masih tumbuh subur. Penetrasi internet makin dalam, kelakuan konsumen kita juga sudah telanjur hijrah ke dunia digital. Lapak digital telah resmi menjadi urat nadi utama distribusi barang bagi berbagai merek, baik nasional maupun internasional.
Tapi, itu baru cerita indahnya. Di balik etalase digital yang kinclong itu, para pemilik merek sebenarnya sedang mengurut dada. Mereka sedang menghadapi malam-malam yang dingin dan penuh kecemasan.
Mengapa? Margin keuntungan mereka makin hari makin tipis. Tergerus.
Penyebabnya beruntun seperti gerbong kereta: persaingan antarlapak sudah di level berdarah-darah, biaya iklan digital melonjak, potongan biaya administrasi platform makin mencekik, program subsidi gratis ongkir dari aplikasi mulai pelit, ditambah lagi ongkos logistik pengiriman barang yang tidak pernah mau turun.
Berdagang di marketplace tahun 2026 ini bukan lagi soal siapa yang paling murah, melainkan siapa yang paling pintar mengelola napas modal.
Merespons jeritan senyap para pengusaha itulah, INFOBRAND.ID menggelar sebuah forum. Judulnya mentereng tapi menukik ke bumi: The 39th INFOBRAND FORUM 2026. Temanya sangat pas: “Tantangan Marketplace 2026: Menjaga Pertumbuhan di Tengah Persaingan Digital.”
Acaranya digelar Kamis, 4 Juni lalu. Di Jakarta.
Pembicara utamanya bukan akademisi yang hobi berteori di atas mimbar. Dia adalah pelaku sejarah. Orang lapangan yang khatam urusan bongkar-muat digital: Hadi Kuncoro. Jabatannya mentereng: Founder & CEO PowerCommerce Asia.
Di depan ratusan peserta, Hadi menguliti habis dinamika dagang digital. Dia membagikan resep bagaimana sebuah merek bisa tetap untung, punya daya pembeda (diferensiasi), serta tidak mati kutu di tengah perubahan algoritma platform yang sering berganti tanpa permisi.
Kuncinya ada pada efisiensi operasional digital, menjaga kesetiaan pelanggan (loyalitas), dan kepintaran membaca data perilaku pembeli. Data jangan cuma disimpan, tapi harus diubah jadi mesin uang untuk pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
Nah, forum bisnis ini tidak lengkap kalau cuma berisi keluhan dan strategi. Harus ada apresiasi bagi mereka yang terbukti sukses bertahan di tengah badai biaya tersebut.
Maka, INFOBRAND.ID menggandeng TRAS N CO Indonesia. Sebuah lembaga riset independen yang rajin memelototi data digital. Kerja sama ini melahirkan Brand Choice Award 2026. Ini adalah edisi ke-16 kalinya penghargaan ini digelar.
CEO INFOBRAND.ID, Susilowati Ningsih, menegaskan bahwa penghargaan ini bukan sekadar ajang bagi-bagi piala di atas panggung. Ada misi yang lebih mulia di baliknya.
“Tujuan utama dari Brand Choice Award 2026 adalah memberikan pengakuan kepada brand yang berhasil memenangkan pilihan konsumen di marketplace sekaligus mendorong perusahaan untuk terus mengoptimalkan transformasi digital,” kata Susilowati dalam sambutannya.
Piala itu adalah stempel kepercayaan. Jika sebuah merek punya stempel ini, konsumen tidak akan ragu lagi untuk klik tombol “Beli”. Ujung-ujungnya, ada rekomendasi dari mulut ke mulut, dan bisnis pun bisa berjalan adaptif, inovatif, serta berorientasi pada kebutuhan konsumen.
Bagaimana cara menentukan pemenangnya? Di sinilah peran TRAS N CO Indonesia menjadi penting. Mereka menggunakan pisau analisis yang objektif. Tidak pakai ilmu kira-kira.
CEO TRAS N CO Indonesia, Tri Raharjo, menjelaskan ada tiga parameter utama yang mereka ukur secara ketat. Tidak boleh ada yang terlewat:
Pertama, Digital Brand Awareness Aspect. Ini mengukur seberapa populer merek tersebut di jagat maya. Caranya dengan menghitung banyaknya ulasan di internet dan seberapa sering nama merek itu diketikkan di mesin pencari.
Kedua, Digital Consumer Choice Aspect. Ini urusan konversi. Tim riset menghitung jumlah transaksi penjualan riil produk tersebut melalui toko resmi (official store) di berbagai platform marketplace.
Ketiga, Digital Consumer Reviews & Rating Aspect. Ini soal kepuasan. Riset melihat jumlah ulasan bintang dan penilaian yang ditinggalkan konsumen setelah barang sampai di tangan.
“Dengan fondasi riset yang kuat dan metode yang terukur, Brand Choice Award 2026 hadir sebagai representasi nyata dari kekuatan brand di marketplace,” tegas Tri Raharjo.
Lalu, siapa saja merek-merek tangguh yang berhasil lolos dari lubang jarum persaingan ketat tahun ini?
Daftarnya cukup panjang dan datang dari berbagai lini kebutuhan hidup masyarakat.
Ada Nutrifarm dan Best Honey yang berjaya di kategori Cuka Apel. Untuk urusan kesehatan dan bayi, ada Madu dari Nutrifarm dan BS Honey, Pompa ASI besutan Mom Uung, Gendongan Bayi merek Cuddle Me dan Momaz, hingga Cetaphil di kategori Baby Shampo. Ada juga Radaza Dmamam yang sukses di lini makanan anak lewat Chicken Nugget-nya, serta Parklon untuk kategori Playmate.
Di sektor kecantikan dan perawatan tubuh, nama White Inc berkibar di kategori Body Lotion, disusul Gendes untuk Feminine Care, New Lushine Beauty di kategori Body Peeling, serta Glowies untuk produk Eyelash Serum.
Urusan pertukangan dan kebersihan rumah tangga diwakili oleh ISKU untuk alat Gerinda dan Bizmo sebagai jawara Pembersih Kamar Mandi.
Bahkan urusan mesin dan kelistrikan pun ada juaranya. Merek AC buatan LG terbukti paling banyak dipilih konsumen.
Sementara untuk urusan pelumas kendaraan, merek Motul sukses kawin gelar dengan merengkuh penghargaan sekaligus untuk kategori Oli Mobil dan Oli Motor. Tak ketinggalan, pakaian dalam Agree juga memenangkan kategori Singlet pria.
Mereka semua adalah contoh nyata. Bahwa di tengah rimba digital yang makin mahal dan kejam, merek-merek ini berhasil membuktikan satu hal: mereka adalah pilihan utama di hati konsumen Indonesia.
Sebab, memenangkan hati konsumen di ruang digital adalah satu-satunya cara agar bisnis tidak gulung tikar. Panggung penghargaan telah usai, kini giliran para pemenang membuktikan konsistensinya di lapangan. (*/Ra Indrata)




