MALANG POST – Universitas Negeri Malang (UM) melalui Unit Kegiatan Mahasiswa Gerakan Mahasiswa Peduli Pendidikan (UKM GEMAPEDIA) terus memperkuat upaya edukasi kesehatan bagi generasi muda melalui program pengabdian masyarakat BERGEMA EDUKAMA.
Program yang berlangsung pada 18 April hingga 3 Mei 2026 ini mengajak anak-anak usia dini hingga remaja di berbagai taman bacaan dan lembaga pendidikan di Kota Malang untuk mengenal serta menerapkan gaya hidup sehat melalui kegiatan yang edukatif dan interaktif.
Melalui kegiatan edukatif dan interaktif, mahasiswa berupaya membangun kesadaran generasi muda mengenai pentingnya menerapkan gaya hidup sehat sejak dini.
Langkah ini dinilai penting karena kebiasaan yang ditanamkan pada masa anak-anak akan berpengaruh terhadap kualitas kesehatan dan karakter mereka di masa depan.
Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan berbagai materi yang berkaitan dengan kesehatan dan kebersihan, mulai dari kebiasaan mencuci tangan yang benar, menjaga kesehatan gigi, pentingnya mengonsumsi makanan bergizi seimbang, hingga edukasi pemilahan sampah.
Materi tersebut disampaikan melalui metode pembelajaran yang menyenangkan agar mudah dipahami dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pendamping UKM GEMAPEDIA UM, Prof. Dr. I Nyoman Ruja, S.U., menjelaskan bahwa program pengabdian ini merupakan bentuk kepedulian terhadap generasi muda sekaligus implementasi nilai kemanusiaan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Program ini berfokus pada penguatan kebiasaan mencuci tangan, menjaga kebersihan gigi, mengonsumsi makanan bergizi, serta pemilahan sampah dengan baik dan benar guna mewujudkan anak-anak yang kuat, sehat, bugar, dan aktif dalam belajar,” ujarnya.
Manfaat dari kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan anak-anak mengenai kesehatan, tetapi juga membentuk perilaku hidup bersih dan sehat yang dapat diterapkan secara berkelanjutan.
Edukasi mengenai gizi seimbang, misalnya, membantu anak memahami pentingnya memilih makanan sehat untuk menunjang pertumbuhan dan konsentrasi belajar. Sementara itu, pembelajaran tentang pemilahan sampah turut menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.
Agar materi lebih menarik, mahasiswa menghadirkan berbagai media pembelajaran kreatif. Anak-anak tampak antusias mengikuti praktik mencuci tangan, permainan edukatif tentang gizi seimbang, hingga simulasi pemilahan sampah.
Pendekatan tersebut membuat proses belajar menjadi lebih menyenangkan sekaligus efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta.
Ketua Umum UKM GEMAPEDIA UM, Anggya Zuyyina Rahma, menilai kegiatan pengabdian menjadi ruang belajar yang berharga bagi mahasiswa sekaligus sarana berbagi manfaat kepada masyarakat.
“Hidup akan lebih indah ketika kita berbagi kepada sesama,” katanya.
Selama tiga pekan, kegiatan dilaksanakan setiap Sabtu dan Minggu di sejumlah lokasi, antara lain Sanggar Gembira Gusar Daun, Sekolah Alam Nur Hikmah, Panti Asuhan Putra Harapan Asrori, TBM Gatra, TBM Merdekata, TBM Kebun Botol, Panti Asuhan Assidqi Asy Syuhada, dan Rumah Baca Gemilang.
Jangkauan lokasi yang luas menunjukkan komitmen UKM GEMAPEDIA UM dalam memperluas akses pendidikan kesehatan bagi anak-anak di berbagai lingkungan sosial.
Bagi mahasiswa, program ini juga menjadi wadah penguatan kompetensi sosial dan kepemimpinan. Salah satu Liaison Officer (LO) Tim 5 UKM GEMAPEDIA, Bima Satriya Yudha, mengaku terkesan dengan antusiasme peserta selama kegiatan berlangsung.
“Ini merupakan pengabdian pertama bagi teman-teman Laskar Dewantara, jadi dinikmati dan dijalani dengan santai,” ujarnya.
Apresiasi turut disampaikan oleh pengurus TBM Merdekata yang menilai kehadiran mahasiswa memberikan tambahan wawasan dan pengalaman belajar yang bermanfaat bagi anak-anak.
“Nanti kalian akan belajar dan menerima ilmu bersama kakak-kakak dari GEMAPEDIA UM. Dengarkan dengan baik agar ilmunya bertambah,” pesannya kepada para peserta.
Pengalaman serupa dirasakan oleh anggota Laskar Dewantara, Muhammad Hendriansyah Cahyono. Meski sempat merasa gugup saat menjalankan pengabdian pertamanya, ia menilai kegiatan tersebut memberikan pengalaman berharga dalam berinteraksi dan berbagi pengetahuan dengan masyarakat.
“Rasa gugup adalah hal yang wajar, tetapi saya yakin nanti kita akan terbiasa,” ungkapnya.
Melalui program BERGEMA EDUKAMA, UKM GEMAPEDIA UM menunjukkan bahwa edukasi kesehatan dapat dilakukan dengan pendekatan yang menyenangkan sekaligus berdampak nyata.
Selain meningkatkan literasi kesehatan anak-anak, program ini juga memperkuat budaya hidup bersih, kesadaran lingkungan, serta semangat berbagi di kalangan mahasiswa.
Kegiatan ini sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 3 (Good Health and Well-being) yang berfokus pada kehidupan sehat dan sejahtera, serta Tujuan 4 (Quality Education) yang menekankan pentingnya pendidikan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat.
Melalui edukasi kesehatan sejak dini, program ini turut mendukung upaya menciptakan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045. (*/M. Abd. Rachman. Rozzi-Januar Triwahyudi)




