MALANG POST – Wakil Bupati Malang, Hj. Lathifah Shohib, menghadiri Upacara Peringatan Hari BPR/BPRS Nasional Tahun 2026, yang dipusatkan di Halaman Kantor BPR Artha Kanjuruhan, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, kemarin pagi. Kehadiran orang nomor dua di Pemkab Malang ini, bertujuan untuk menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat sinergi bersama Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) sebagai motor penggerak utama ekonomi kerakyatan dan penyelamat permodalan pelaku UMKM di akar rumput.
Bagi pedagang pasar, petani, atau peternak di pelosok Kabupaten Malang, nama bank raksasa nasional kadang terasa jauh. Terlalu tinggi. Syaratnya sering kali bikin pusing.
Di sinilah peran BPR dan BPRS masuk. Mereka hadir bukan dengan dasi yang kaku, melainkan dengan kedekatan. Menjadi sahabat modal bagi wong cilik.
Kamis pagi kemarin, halaman Kantor BPR Artha Kanjuruhan di Singosari tampak berbeda. Ratusan insan perbankan daerah berkumpul. Mereka merayakan hari jadinya.
Ketua Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Perbarindo Malang, Syamsul Anam, berdiri di podium menjadi inspektur upacara. Pesannya blak-blakan. Tantangan ekonomi ke depan tidak semakin mudah. Digitalisasi bergerak cepat.
Namun, Syamsul mengingatkan satu hal yang tidak boleh luntur: profesionalisme dan kepercayaan masyarakat.
“BPR dan BPRS harus terus hadir sebagai lembaga keuangan yang sehat, profesional, dan terpercaya. Kami berkomitmen meningkatkan kualitas layanan, memperkuat inovasi, serta memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM,” tegas Syamsul Anam.

PERAYAAN: Wakil Bupati Malang, Hj Lathifah Shohib, ketika mengikuti upacara Peringatan Hari BPR/BPRS Nasional Tahun 2026 di halaman kantor BPR Artha Kanjuruhan. (Foto: Prokopim Sekda Kab. Malang)
Sinergi. Itulah kata kunci yang dilempar Syamsul. BPR tidak bisa berjalan sendiri tanpa gandengan tangan dengan pemerintah daerah.
Gayung bersambut. Wakil Bupati Malang, Lathifah Shohib, yang hadir mengenakan pakaian dinasnya, langsung memberikan apresiasi tinggi. Penghargaan setinggi-tingginya dia berikan kepada keluarga besar Perbarindo Malang Raya.
Cucu pendiri NU itu paham betul dinamika ekonomi di Kabupaten Malang yang luas ini.
“Kehadiran BPR/BPRS bukan hanya sebagai lembaga keuangan biasa. Tetapi mereka adalah mitra pembangunan yang sangat dekat dengan rakyat,” tutur perempuan yang akrab disapa Bu Nyai Lathifah tersebut.
Bagi Lathifah, momen Hari BPR/BPRS ini harus menjadi ruang refleksi.
Anda sudah tahu: ekonomi daerah bisa bertahan dari berbagai hantaman krisis justru karena fondasi UMKM-nya kuat. Dan di belakang UMKM yang tangguh itu, ada kucuran modal yang mudah, cepat, dan tidak berbelit-belit dari BPR/BPRS.
Pemerintah Kabupaten Malang pun angkat topi atas kontribusi nyata BPR dalam meningkatkan literasi keuangan di desa-desa. Mengajari warga agar tidak terjebak dalam lingkaran setan pinjaman online (pinjol) ilegal atau rentenir keliling.
Upacara hari itu berlangsung khidmat namun gayeng. Hadir pula jajaran pejabat Pemkab Malang, Forkopimcam Singosari, serta para pimpinan lembaga jasa keuangan se-Malang Raya.
Acara seremonialnya sudah usai kemarin pagi. Namun, pekerjaan rumah sesungguhnya baru dimulai: bagaimana memastikan modal dari Singosari ini bisa mengalir lebih cepat ke dompet para pedagang kecil di pasar-pasar tradisional Kabupaten Malang.
Sebab, ketika BPR-nya sehat dan inovatif, maka ekonomi wong cilik pun otomatis ikut bangkit. (Ra Indrata)




