Walikota Malang, Wahyu Hidayat, didampingi Wawali Ali Muthohirin, Ketua DPRD dan Direktur Penangan Sampah, menyerahkan penghargaan kategori lembaga pendidikan berwawasan lingkungan kepada Polinema. (Foto: Eka Nurcahyo/Malang Post)
MALANG POST – Rugi besar apabila tiga daerah di Malang Raya pada tahun 2027 tak sampai meraih Adipura. Karena, Direktur Penanganan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup, Melda Mardalina, M.Sc, ketika berada di Kota Malang, Senin (11/5/2026), telah memberi bocoran kunci meraih Adipura 2027.
Melda Mardalina datang di Kota Malang menghadiri kegiatan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, yaitu Awarding “Malang Kota Bersih Menuju Adipura untuk Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik dan Indah). Acara yang digelar di lantai 7 MCC ini juga dihadiri Kepala DLH Kota Batu dan perwakilan dari DLH Kabupaten Malang.
Dengan begitu, selain Kota Malang, pejabat DLH dari Kota Batu dan Kabupaten Malang mendengar langsung bocoran kunci meraih Adipura 2027 yang penilaiannya dilakukan pada 2026. Saat membagikan bocoran kunci, Melda banyak menyinggung soal Adipura 2027 bagi Kota Malang yang dalam tahun 2026 ini meraih total nilai 71,45.
“Sebenarnya dari raihan nilai itu, sedikit lagi Kota Malang bisa meraih Adipura. Kalau pun dinilai saat ini, saya yakin Kota Malang akan meraih Adipura,” kata Melda saat memberikan sambutan.
Yang mendasari optimisme Melda terkait hal ini adalah setelah dia turun ke Kajoetangan Heritage. Kampung padat penduduk itu tertata rapi dan bisa menjadi daya tarik wisata. “Saya benar-benar kagum dan alangkah indahnya jika Jakarta bisa meniru dan menata seperti itu,” ujarnya.
Melda pun menyampaikan bahwa dalam penilaian Adipura 2027 bukan tampilan fisik yang nilainya besar, tetapi bagaimana daerah itu mampu menangani dan mengelola sampah dari hulu sampai hilir. “Bagaimana sistem pemilihan dan pengeloaan sampahnya mulai tingkat rumah warga, kawasan hingga tempat pembuangan akhir (TPA), itu yang akan menentukan raihan piala Adipura,” jelasnya.(Eka Nurcahyo)




