MALANG POST – Pemerintah Kota Batu resmi memacu realisasi pembangunan infrastruktur strategis, pada tahun anggaran 2026. Sebagai upaya memperkuat kenyamanan mobilitas warga, serta mempercantik wajah kota sebagai destinasi wisata unggulan.
Langkah ini diawali dengan sosialisasi masif terkait Proyek Strategis Daerah (PSD) dan Program Prioritas yang menyasar tujuh titik krusial. Termasuk pembangunan jalur pedestrian di Jalan Abdul Gani dan Jalan Diran, hingga preservasi jalur ekstrem di kawasan Sumberbrantas.
Melalui koordinasi lintas instansi, Pemkot Batu menargetkan terciptanya ruang publik yang lebih tertata dan aman bagi wisatawan maupun masyarakat lokal. Sembari memastikan langkah mitigasi dampak pembangunan. Seperti rekayasa lalu lintas dan penataan utilitas berjalan terkendali di lapangan.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Batu, Aries Setiawan, menegaskan, pemerintah telah memetakan fokus pembangunan secara detail, untuk memastikan setiap proyek memberikan dampak ekonomi dan sosial yang signifikan.
“Untuk Proyek Strategis Daerah (PSD) 2026, kami fokus pada empat pekerjaan utama. Yakni pembangunan pedestrian di Jalan Abdul Gani dan Jalan Diran. Serta peningkatan kualitas jalan di ruas Sisir–Pandanrejo dan ruas Sumberejo–Ngaglik,” ujar Aries Setiawan kepada Malang Post, Jumat (8/5/2026).
Fokus pada Jalur Pedestrian dan Preservasi Jalan
Selain empat proyek PSD tersebut, Aries menjelaskan, terdapat tiga agenda dalam Program Prioritas Pemerintah yang menjadi perhatian khusus.
Ketiganya meliputi lanjutan pembangunan pedestrian di Jalan Trunojoyo, preservasi kawasan Simpang Empat Patih, serta preservasi jalan di ruas Sumberbrantas yang selama ini dikenal memiliki beban arus lalu lintas cukup berat.

PEDESTRIAN: Pembangunan pedestrian di sejumlah titik Kota Batu akan berlanjut di tahun 2026 ini, bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan masyarakat dan wisatawan. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
“Pembangunan ini merupakan komitmen jangka panjang pemerintah kota, untuk memperbaiki wajah kota. Sebagai kota wisata, Kota Batu membutuhkan ruang publik yang tidak hanya indah, tetapi juga fungsional dan aman bagi pejalan kaki maupun pengendara,” tambahnya.
Mitigasi Dampak dan Penataan Utilitas
Menyadari bahwa proyek fisik di jalur vital berpotensi memicu kemacetan, Pemkot Batu telah menyiapkan skema mitigasi yang terukur.
Sosialisasi intensif dilakukan untuk membahas rekayasa lalu lintas, penggunaan jalur alternatif, hingga aktivitas alat berat agar tidak melumpuhkan aktivitas ekonomi warga.
Aries juga menekankan pentingnya sinkronisasi dalam penataan utilitas. “Kami memastikan koordinasi terkait kabel dan pipa tertanam tidak mengganggu pengerjaan fisik.”
“Selain itu, penataan sementara bagi Pedagang Kaki Lima (PKL) di sekitar lokasi proyek juga dilakukan agar mereka tetap bisa beraktivitas tanpa menghambat jalannya pembangunan,” papar pria yang dikenal komunikatif ini.
Kota Batu Bergerak Maju
Mengusung kampanye bertajuk “Kota Batu Membangun, Kota Batu Bergerak Maju”, pemerintah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersabar dan memberikan dukungan penuh selama proses konstruksi berlangsung.
Proyek infrastruktur ini diharapkan menjadi katalisator bagi pertumbuhan sektor pariwisata, yang menjadi tulang punggung ekonomi Kota Batu.
“Pembangunan infrastruktur tidak sekadar memperbaiki jalan atau menambah fasilitas. Ini adalah langkah besar untuk memperkuat keselamatan pengguna jalan dan memperindah estetika Kota Batu di mata dunia.”
“Kami memastikan setiap tahapan proyek akan disertai langkah mitigasi dampak yang profesional,” pungkas Aries. (Ananto Wibowo/Ra Indrata)




