MALANG POST – Kecelakaan beruntun yang melibatkan sebuah bus dan dua kendaraan roda empat, terjadi di jalur maut Jalan Trunojoyo, Kecamatan Batu, Kota Batu, pada Selasa (5/5/2026) dini hari.
Insiden yang dipicu oleh kondisi pengemudi bus yang mengalami microsleep (tertidur sesaat) tersebut, mengakibatkan sebuah mobil Daihatsu Xenia terguling, setelah dihantam dari belakang saat sedang berhenti di lampu merah Perempatan Pesanggrahan sekitar pukul 04.20 WIB.
Meski tidak ada korban jiwa, kerugian material akibat kerusakan ketiga kendaraan ditaksir mencapai Rp45 juta.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Batu, Ipda Agus Atang Wibowo, mengonfirmasi, kecelakaan tersebut melibatkan bus bernopol N 7630 UK, mobil Daihatsu Xenia N 1982 AAV, dan sebuah mobil pikap N 8966 KI.
“Kecelakaan bermula saat bus yang dikemudikan Ahmad Fonda Andika, melaju dari arah Pujon (barat) menuju Kota Batu (timur). Saat mendekati lokasi kejadian, bus diduga gagal menjaga jarak aman dengan kendaraan yang sedang menunggu lampu lalu lintas,” ujar Ipda Agus Atang Wibowo kepada Malang Post.
Kronologi Benturan Beruntun
Berdasarkan hasil olah TKP, bus melaju dalam kecepatan sedang. Namun, karena pengemudi kehilangan kesadaran selama beberapa detik akibat kelelahan, bus langsung menghantam bagian belakang Daihatsu Xenia milik Ferry Anggreawan yang berada tepat di depannya.

OLAH TKP: Personel Satlantas Polres Batu saat melaksanakan olah TKP peristiwa bus seruduk dua kendaraan roda empat di perempatan Pesanggrahan Kota Batu. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Kerasnya benturan, mengakibatkan mobil Xenia terpelanting hingga terguling di aspal. Tak berhenti di situ, momentum dorongan bus membuat minibus tersebut menghantam mobil pikap yang dikendarai Slamet Riono hingga terdorong beberapa meter ke depan.
“Kondisi paling parah dialami mobil Xenia yang sempat terguling. Beruntung saat kejadian arus lalu lintas masih cenderung sepi, sehingga tidak ada pejalan kaki atau pengendara motor yang menjadi korban tambahan,” tambahnya.
Murni Human Error, Bukan Rem Blong
Ipda Atang menegaskan, dari hasil penyelidikan awal dan pemeriksaan teknis di lapangan, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kerusakan pada sistem pengereman bus. Polisi memastikan bahwa insiden ini murni disebabkan oleh faktor kelalaian manusia (human error).
“Pengemudi bus mengaku kelelahan dan sempat kehilangan kesadaran beberapa detik atau microsleep. Ia baru tersadar saat jarak dengan Xenia sudah sangat dekat. Meski sempat menginjak rem, massa bus yang besar membuatnya tidak bisa langsung berhenti seketika,” tegas Atang.
Selesaikan Secara Kekeluargaan
Pasca-kejadian, polisi memfasilitasi proses mediasi antara pihak PO bus dengan para pemilik kendaraan korban. Dalam pertemuan tersebut, manajemen PO bus mengakui kelalaian sopirnya dan menyatakan bertanggung jawab penuh atas insiden tersebut.
“Kasus ini berakhir melalui kesepakatan damai secara kekeluargaan. Pihak manajemen bus bersedia menanggung seluruh biaya perbaikan kendaraan Xenia dan pikap yang terlibat,” tuturnya.
Imbauan Satlantas Polres Batu
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Batu, AKP Kevin Ibrahim, memberikan peringatan keras kepada seluruh pengguna jalan, terutama sopir angkutan umum dan kendaraan besar. Ia menekankan, mengemudi dalam kondisi mengantuk, jauh lebih berbahaya daripada mengemudi dalam kecepatan tinggi.
“Kami imbau jika merasa lelah atau mengantuk, jangan dipaksakan. Segera cari rest area atau tempat aman untuk beristirahat. Microsleep itu fatal, taruhannya nyawa diri sendiri dan orang lain di jalan raya,” pungkas AKP Kevin Ibrahim. (Ananto Wibowo/Ra Indrata)




