Perkuat Komitmen Gelar UTBK 2026, UM Perketat Monitoring dan Evaluasi. Nampak saat Rektor UM Prof Hariyono meninjau UTBK 2026. (Foto: Istimewa)
MALANG POST – Tegas dan terukur, Universitas Negeri Malang (UM) kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga integritas pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) pada hari keempat, Jumat (24/4/2026).
Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi (monev), UM memastikan seluruh proses seleksi berjalan tertib, aman, dan profesional.
Monev dilakukan di sejumlah lokasi strategis, yakni Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), serta Fakultas Sastra (FS).
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh jajaran pimpinan UM sebagai langkah konkret memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam seleksi penerimaan mahasiswa baru.
Pengawasan dimulai dari Gedung D6 FIP, berlanjut ke Gedung D12 FEB, dan diakhiri di Gedung D15 FS. Seluruh tahapan diperiksa secara ketat untuk menjaga kredibilitas pelaksanaan UTBK di lingkungan UM.
Rektor UM, Prof. Hariyono, M.Pd., dalam keterangannya yang dilansir Malang Post, Minggu (26/4/2026) menegaskan
Bahwa pelaksanaan UTBK hingga hari keempat berjalan lancar. Ia juga menyoroti keberhasilan tim pengawas dalam mendeteksi pelanggaran sejak awal.
“Pelaksanaan seleksi penerimaan mahasiswa baru di UM sejauh ini berlangsung dengan baik dan lancar. Insiden pada hari pertama, ketika terdapat calon peserta yang terindikasi menggunakan joki, berhasil terdeteksi berkat ketelitian serta kerja keras seluruh tim pengawas yang menjalankan tugas secara profesional,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa UM tidak hanya fokus pada aspek teknis. Tetapi juga memperhatikan kondisi sosial dan psikologis peserta.
“Sejak awal, tidak hanya ruang dan petugas, tetapi juga atmosfer atau suasana sosial dan kondisi peserta kami perhatikan,” tambahnya.
Sebagai langkah preventif, UM menerapkan pemeriksaan ketat terhadap atribut peserta sebelum memasuki ruang ujian. Salah satunya, peserta diwajibkan melepas sepatu guna mengantisipasi penyembunyian alat komunikasi atau benda mencurigakan.
Selain itu, panitia juga menyediakan pakaian cadangan jika ditemukan atribut yang berpotensi melanggar aturan.
Kebijakan ini menjadi bukti keseriusan UM dalam menegakkan prinsip kejujuran dan transparansi. Dengan sistem pengawasan yang disiplin, UM berharap seluruh peserta dapat mengikuti UTBK secara sportif.
Langkah strategis ini juga sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 4 tentang pendidikan berkualitas dan poin 16 mengenai institusi yang kuat dan transparan.
Melalui pelaksanaan UTBK yang bersih dan akuntabel, UM berkontribusi dalam menciptakan sistem pendidikan yang adil dan berintegritas.
UM optimistis, seluruh rangkaian seleksi akan berjalan lancar dan mampu menjaring calon mahasiswa baru yang unggul serta berdaya saing. (*/M. Abd. Rachman. Rozzi-Januar Triwahyudi)




